Hentikan Prasangka! Ini 5 Langkah Konkret Gubernur Sherly Pulihkan Kondisi di Halteng
waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Apr 2026 23:32 211 Dano
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Foto: ist
Viralterkini.id, HALTENG – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan pentingnya akal sehat dan supremasi hukum dalam menyelesaikan sengketa sosial yang terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). Dalam kunjungan kerja bersama jajaran Forkopimda pada Selasa (8/4), Gubernur membawa misi rekonsiliasi bertajuk pemulihan fisik dan hati.
Ia mengajak semua pihak untuk berhenti bereaksi secara emosional dan mulai mengevaluasi diri agar tidak terjadi penghakiman sepihak tanpa landasan bukti yang kuat.
“Saya datang untuk meminta maaf, mendengar, mengevaluasi, dan mengajak kita semua berpikir lebih jernih. Apa yang terjadi menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita tidak boleh bereaksi apalagi menghukum tanpa bukti,” ujar Sherly di hadapan masyarakat.
Ia menekankan bahwa meskipun masa lalu bersifat statis, masa depan Maluku Utara dapat diperbaiki dengan mengubah pola pikir.
“Kita tidak bisa mengubah yang sudah terjadi, tapi kita bisa memperbaiki cara kita melangkah ke depan dengan pola pikir yang benar,” tambahnya.
Lima Pilar Pemulihan Pasca-Konflik
Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah, Gubernur Sherly merumuskan lima langkah strategis yang segera diimplementasikan untuk mengembalikan stabilitas di Halmahera Tengah:
Stabilitas Keamanan: Menghadirkan pos keamanan terpadu TNI dan Polri guna memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat dalam beraktivitas.
Rekonstruksi Hunian: Pembangunan kembali rumah-rumah warga yang terbakar agar masyarakat segera memiliki tempat bernaung yang layak.
Aksesibilitas Ekonomi: Perbaikan jalan tani secara masif untuk memulihkan denyut ekonomi para petani yang sempat terhambat.
Modernisasi Infrastruktur: Peningkatan intensitas penerangan jalan Tani untuk menjamin keamanan di malam hari dan pemasangan CCTV.
Penguatan Komunikasi: Kerja sama keamanan lintas sektor yang lebih erat guna mendeteksi dini setiap potensi gesekan sosial.
Menegakkan Hukum, Menghapus Prasangka
Di tengah upaya pemulihan sosial, Gubernur Sherly tetap berdiri tegak di atas koridor hukum.
Ia menegaskan bahwa pertanggungjawaban pidana bagi pihak-pihak yang melanggar hukum, terutama tragedi pembunuhan pembunuhan petani di Kebun Bobane Jaya, Patani Barat.
“Untuk identifikasi pelaku, kita serahkan sepenuhnya kepada Kepolisian. Hukum harus ditegakkan dengan adil dan tegas,” tegas Gubernur Sherly.
Menurutnya, ketegasan aparat kepolisian sangat krusial agar tidak ada lagi ruang bagi kesalahpahaman atau prasangka yang tidak berdasar.
Ia meminta masyarakat untuk mempercayakan seluruh proses hukum kepada institusi yang berwenang.
Ket. Foto: Gubernur Sherly bertemu dengan keluarga Korban Alm. Ali Abas, Bobane Jaya(8/4).
Membangun Kembali Lebih Kuat
Menutup kunjungannya, Gubernur Sherly mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merajut tali silaturahmi.
Maluku Utara, menurutnya, adalah rumah besar bagi keberagaman, dan setiap konflik hanya akan membawa kerugian besar bagi semua pihak.
“Mari kita jaga komunikasi, luruskan informasi, dan hentikan prasangka agar tidak ada lagi salah paham di antara kita. Kita pulihkan bersama, kita jaga bersama, kita bangun kembali lebih kuat dari sebelumnya,” pungkasnya.
Dengan komitmen ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara optimistis bahwa Halmahera Tengah akan segera pulih, bukan hanya secara infrastruktur, melainkan juga pulihnya ikatan batin antarsesama saudara. (Dano)