x Pulau Seribu Asri

10 Saham Ditinggal Investor, BBCA hingga BUMI Tertekan?

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Mar 2026 21:46 13 Arthur

Viralterkini.id – Investor asing terus melepas saham di pasar domestik sepanjang 2026. Hingga Selasa, 17 Maret 2026, nilai jual bersih (net sell) dalam sepekan mencapai Rp1,66 triliun. Tekanan tersebut ikut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam hingga sempat menyentuh level 6.917.

Data Bloomberg menunjukkan bahwa sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd), investor asing telah membukukan net sell sebesar Rp22,2 triliun di pasar reguler. Tekanan jual ini berjalan seiring pelemahan IHSG yang mencapai 17,81% sejak awal tahun.

Pelaku pasar merespons kuat sentimen global yang memburuk. Penutupan jalur strategis Selat Hormuz selama lebih dari dua pekan memicu kekhawatiran serius di pasar. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memperbesar ketidakpastian, sehingga banyak investor asing memilih menarik dana dari pasar saham Indonesia.

Rupiah Melemah, Tekanan Asing Meningkat

Nilai tukar rupiah ikut memperburuk sentimen. Kurs JISDOR berada di level Rp16.982 per dolar AS per Rabu, 18 Maret 2026. Rupiah melemah 1,74% sepanjang tahun ini.

Kondisi tersebut mendorong investor asing mengurangi eksposur di aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.

BBCA hingga BUMI Jadi Sasaran Utama

Sejumlah saham mencatat tekanan jual paling besar dari investor asing. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas dengan nilai net sell mencapai Rp17,78 triliun. Tekanan tersebut membuat harga saham BBCA turun 16,1% ke level Rp6.775 per saham.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyusul di posisi kedua dengan net sell Rp7,59 triliun. Harga sahamnya terkoreksi tajam hingga 43% sepanjang 2026 dan bertengger di Rp206 per saham.

Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat net sell Rp2,33 triliun. Pergerakan saham BBNI cenderung stagnan di level Rp4.390 per saham sepanjang tahun ini.

Daftar 10 Saham Paling Dijual Asing 2026

Berikut daftar lengkap saham dengan net sell terbesar oleh investor asing hingga 18 Maret 2026:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp17,78 triliun
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp7,59 triliun
  • PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp2,33 triliun
  • PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp1,95 triliun
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp720,55 miliar
  • PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP): Rp624,45 miliar
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP): Rp490,51 miliar
  • PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA): Rp469,48 miliar
  • PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK): Rp464,17 miliar
  • PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY): Rp375,46 miliar

Asing Tetap Borong Saham Tertentu

Meski gencar menjual, investor asing tetap memburu sejumlah saham yang dinilai memiliki prospek kuat. Beberapa emiten justru mencatat net buy signifikan sepanjang 2026.

PT Astra International Tbk (ASII) memimpin daftar pembelian asing dengan nilai Rp2,12 triliun. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyusul dengan Rp1,64 triliun, diikuti PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp1,33 triliun.

Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), hingga PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga menarik minat beli investor asing.

Tekanan Global Masih Bayangi Pasar

Arah pergerakan pasar saham Indonesia masih sangat bergantung pada dinamika global. Konflik geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta pergerakan nilai tukar menjadi faktor utama yang menentukan langkah investor asing.

Jika tekanan eksternal mereda dan stabilitas makro membaik, arus dana asing berpeluang kembali masuk. Namun, selama ketidakpastian masih tinggi, investor asing cenderung berhati-hati dalam menempatkan dana di pasar saham domestik. (**)

Iklan

Ucapan

Ucapan lebaran rektor ununtara
Ucapan lebaran rektor ununtara

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri