Ilustrasi: Viralterkini.id Viralterkini.id – Investor asing terus melepas saham di pasar domestik sepanjang 2026. Hingga Selasa, 17 Maret 2026, nilai jual bersih (net sell) dalam sepekan mencapai Rp1,66 triliun. Tekanan tersebut ikut menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam hingga sempat menyentuh level 6.917.
Data Bloomberg menunjukkan bahwa sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd), investor asing telah membukukan net sell sebesar Rp22,2 triliun di pasar reguler. Tekanan jual ini berjalan seiring pelemahan IHSG yang mencapai 17,81% sejak awal tahun.
Pelaku pasar merespons kuat sentimen global yang memburuk. Penutupan jalur strategis Selat Hormuz selama lebih dari dua pekan memicu kekhawatiran serius di pasar. Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memperbesar ketidakpastian, sehingga banyak investor asing memilih menarik dana dari pasar saham Indonesia.
Nilai tukar rupiah ikut memperburuk sentimen. Kurs JISDOR berada di level Rp16.982 per dolar AS per Rabu, 18 Maret 2026. Rupiah melemah 1,74% sepanjang tahun ini.
Kondisi tersebut mendorong investor asing mengurangi eksposur di aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.
Sejumlah saham mencatat tekanan jual paling besar dari investor asing. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas dengan nilai net sell mencapai Rp17,78 triliun. Tekanan tersebut membuat harga saham BBCA turun 16,1% ke level Rp6.775 per saham.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyusul di posisi kedua dengan net sell Rp7,59 triliun. Harga sahamnya terkoreksi tajam hingga 43% sepanjang 2026 dan bertengger di Rp206 per saham.
Selanjutnya, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatat net sell Rp2,33 triliun. Pergerakan saham BBNI cenderung stagnan di level Rp4.390 per saham sepanjang tahun ini.
Berikut daftar lengkap saham dengan net sell terbesar oleh investor asing hingga 18 Maret 2026:
Meski gencar menjual, investor asing tetap memburu sejumlah saham yang dinilai memiliki prospek kuat. Beberapa emiten justru mencatat net buy signifikan sepanjang 2026.
PT Astra International Tbk (ASII) memimpin daftar pembelian asing dengan nilai Rp2,12 triliun. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menyusul dengan Rp1,64 triliun, diikuti PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp1,33 triliun.
Selain itu, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), hingga PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga menarik minat beli investor asing.
Arah pergerakan pasar saham Indonesia masih sangat bergantung pada dinamika global. Konflik geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta pergerakan nilai tukar menjadi faktor utama yang menentukan langkah investor asing.
Jika tekanan eksternal mereda dan stabilitas makro membaik, arus dana asing berpeluang kembali masuk. Namun, selama ketidakpastian masih tinggi, investor asing cenderung berhati-hati dalam menempatkan dana di pasar saham domestik. (**)