Foto: Ist Viralterkini.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik empat pejabat perempuan ke posisi strategis eselon II. Dalam pelantikan yang berlangsung pada Selasa (17/3/2026), Wakil Bupati Djufri Muhamad menegaskan pentingnya penguatan tata kelola pemerintahan, khususnya di sektor pengawasan.
Salah satu figur yang menjadi sorotan dalam pelantikan tersebut ialah Fenny Kiat. Ia kini dipercaya memimpin Inspektorat Halmahera Barat dan memegang peran kunci dalam memastikan jalannya pengawasan internal pemerintah daerah.
Penunjukan Fenny Kiat sebagai Kepala Inspektorat menandai langkah serius pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pengawasan. Inspektorat memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga akuntabilitas, transparansi, serta mencegah potensi penyimpangan di lingkungan pemerintahan.
Wakil Bupati Djufri Muhamad menekankan bahwa jabatan tersebut menuntut integritas dan ketegasan dalam menjalankan fungsi kontrol.
“Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat birokrasi dan memastikan setiap program berjalan sesuai aturan,” ujar Djufri dalam sambutannya.
Ia juga meminta Fenny Kiat segera beradaptasi dan langsung bekerja mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih.
Selain Fenny Kiat, pemerintah daerah juga melantik tiga pejabat perempuan lainnya untuk mengisi jabatan penting.
Mereka adalah Chuzaemah Djauhar sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Sonya Mail sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah, serta Fransiska Renjaan sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Pelantikan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peran perempuan di level pengambilan kebijakan.
Djufri menilai kehadiran para srikandi tersebut akan membawa perspektif baru sekaligus memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat menjadikan rotasi jabatan ini sebagai bagian dari strategi reformasi birokrasi. Selain meningkatkan kapasitas aparatur, langkah ini juga bertujuan mempercepat pelayanan publik.
Djufri menegaskan bahwa pejabat yang baru dilantik harus membangun kerja sama yang solid serta menghadirkan inovasi di masing-masing instansi.
“Saya berharap para pejabat dapat bekerja cepat, responsif, dan mampu menghadirkan inovasi untuk kemajuan daerah,” tegasnya.
Perubahan struktur jabatan ini juga berdampak pada sejumlah organisasi perangkat daerah. Untuk menjaga stabilitas kinerja, pemerintah menunjuk pejabat pelaksana tugas di posisi yang masih kosong.
Langkah ini memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan selama masa transisi.
Pelantikan empat srikandi, termasuk Fenny Kiat, menjadi momentum penting dalam memperkuat kepemimpinan perempuan di Halmahera Barat.
Pemerintah daerah berharap mereka mampu membawa perubahan positif, terutama dalam aspek tata kelola dan pelayanan publik.
Dengan peran barunya, Fenny Kiat diharapkan mampu memperkuat Inspektorat sebagai garda terdepan pengawasan.
Kehadirannya sekaligus menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berintegritas. (**)



