x Pulau Seribu Asri

Erick Thohir: Tim Pencari Fakta FPTI Langkah Tepat

waktu baca 4 menit
Jumat, 13 Mar 2026 04:46 35 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menegaskan komitmennya memberikan perlindungan maksimal kepada atlet yang menjadi korban dugaan pelecehan atlet panjat tebing. Federasi memastikan identitas para korban akan dirahasiakan guna mencegah stigma sosial yang dapat memperburuk kondisi psikologis mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum FPTI Yenny Wahid usai menghadiri perayaan ulang tahun ke-74 Komite Olimpiade Indonesia di The Ritz-Carlton Jakarta pada Rabu (11/3/2026).

Yenny menegaskan bahwa perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama federasi. Menurutnya, korban tidak boleh kembali mengalami tekanan sosial setelah berani melaporkan dugaan kekerasan atau pelecehan yang dialami.

“Kami memberikan perlindungan maksimal bagi para atlet korban. Karena itu identitas mereka juga kami rahasiakan. Mereka jangan sampai menjadi korban dua kali karena stigma di masyarakat,” kata Yenny kepada awak media.

Kasus dugaan pelecehan terhadap atlet panjat tebing ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerintah dan komunitas olahraga nasional. FPTI pun mengambil langkah cepat dengan membentuk tim pencari fakta untuk menelusuri kebenaran laporan yang muncul.

Yenny menjelaskan bahwa tim pencari fakta tersebut dibentuk secara internal oleh FPTI dengan tujuan mengumpulkan berbagai informasi serta fakta yang relevan terkait kasus yang dilaporkan. Tim ini akan bekerja secara independen untuk memastikan proses investigasi berjalan objektif dan transparan.

Menurutnya, tim pencari fakta telah mulai bekerja dan menjadwalkan pemanggilan terhadap terduga pelaku pada Kamis (12/3/2026). Pihak federasi juga telah mengirimkan surat resmi kepada yang bersangkutan.

“Tim sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap terduga pelaku. Selain itu juga sudah dihubungi melalui pesan WhatsApp,” jelas Yenny.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya federasi untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat memberikan keterangan sehingga fakta yang sebenarnya dapat terungkap.

FPTI juga menegaskan bahwa proses investigasi internal tidak akan mengganggu proses hukum yang sedang berjalan. Sebab, kasus dugaan pelecehan tersebut telah dilaporkan secara resmi oleh para korban kepada pihak kepolisian.

Menurut Yenny, kedua proses tersebut—yakni investigasi internal federasi dan proses hukum—akan berjalan secara paralel.

“Ini ada dua proses yang berjalan beriringan. Pertama proses di internal FPTI melalui tim pencari fakta, dan kedua proses hukum yang sudah berjalan di kepolisian,” ujarnya.

Selain itu, FPTI juga menyediakan bantuan hukum bagi para korban. Federasi menyiapkan pengacara untuk mendampingi atlet selama proses hukum berlangsung agar mereka mendapatkan perlindungan dan keadilan yang layak.

Yenny menegaskan bahwa tujuan utama langkah tersebut adalah memastikan para atlet tetap mendapatkan kehidupan yang bermartabat setelah mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan.

“Kami ingin melindungi mereka agar tetap bisa mendapatkan kehidupan yang bermartabat dan memperoleh keadilan,” kata Yenny.

Upaya yang dilakukan FPTI mendapat dukungan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Ia menilai pembentukan tim pencari fakta merupakan langkah yang tepat untuk mengungkap kebenaran secara objektif.

Menurut Erick, investigasi yang dilakukan oleh federasi olahraga sangat penting untuk memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran ditangani secara profesional dan transparan.

“Pembentukan tim pencari fakta merupakan langkah yang tepat dan menjadi bukti penanganan serius oleh FPTI untuk memastikan setiap informasi dan fakta bisa dikaji secara mendalam,” kata Erick.

Ia berharap proses tersebut dapat berjalan secara objektif, profesional, dan menyeluruh sehingga dapat memberikan kejelasan atas kasus yang terjadi serta memastikan keadilan bagi para korban.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), lanjut Erick, akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini. Pemerintah juga siap berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses hukum berjalan dengan baik.

Langkah pengawasan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan olahraga yang aman bagi para atlet.

Erick menegaskan bahwa dunia olahraga harus menjadi ruang yang bebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan. Atlet yang telah berjuang membawa nama bangsa tidak seharusnya menjadi korban perlakuan yang merendahkan martabat mereka.

Dengan adanya penanganan serius dari federasi, dukungan pemerintah, serta proses hukum yang berjalan, diharapkan kasus dugaan pelecehan terhadap atlet panjat tebing dapat diselesaikan secara transparan dan adil.

Ke depan, FPTI juga berkomitmen memperkuat sistem perlindungan terhadap atlet agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan olahraga nasional.

Langkah tersebut meliputi peningkatan mekanisme pelaporan, pengawasan terhadap pelatih dan ofisial, serta edukasi kepada seluruh insan olahraga mengenai pentingnya menciptakan lingkungan latihan yang aman dan profesional bagi para atlet.

Dengan upaya tersebut, federasi berharap para atlet panjat tebing Indonesia dapat kembali fokus berlatih dan berprestasi tanpa rasa takut maupun tekanan akibat praktik kekerasan di lingkungan olahraga. (ag/ma)

INSTAGRAM

22 hours ago
22 hours ago
22 hours ago
22 hours ago
22 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri