Tampak penandatangan VinFast dengan dua perusahaan. Foto : dp Viralterkini.id, Jakarta – VinFast memperkuat ekspansi ekosistem kendaraan listrik di Indonesia melalui penandatanganan dua nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan perusahaan penyedia solusi transportasi PT Sembilan Benua Abadi dan PT Satu Kosong Tujuh. Kerja sama tersebut mencakup rencana pengadaan total 20.000 unit kendaraan listrik VinFast hingga tahun 2028.
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis VinFast untuk memperluas adopsi kendaraan listrik di sektor transportasi komersial, sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung percepatan elektrifikasi transportasi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan kesepakatan awal, PT Sembilan Benua Abadi berencana mengakuisisi 10.000 unit kendaraan listrik VinFast hingga akhir 2027. Sementara itu, PT Satu Kosong Tujuh menargetkan pengadaan 10.000 unit kendaraan listrik hingga akhir 2028. Armada tersebut akan digunakan untuk layanan transportasi komersial, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional, menekan biaya penggunaan, serta mengurangi emisi karbon.
Model kendaraan yang akan digunakan dalam kerja sama ini meliputi VinFast Nerio Green (C-SUV) dan VinFast Limo Green (MPV tujuh penumpang). Kedua model tersebut merupakan bagian dari lini Green yang dirancang khusus untuk kebutuhan operasional layanan transportasi.
Nerio Green merupakan adaptasi dari VinFast VF e34, model kendaraan listrik pertama VinFast yang diperkenalkan di pasar Indonesia. Mobil ini hadir dengan desain modern, kabin luas, serta berbagai fitur teknologi yang mendukung mobilitas perkotaan.
Sementara itu, Limo Green menjadi model terbaru dalam lini Green VinFast yang dirancang untuk layanan transportasi penumpang berintensitas tinggi. Kendaraan ini memiliki dimensi 4.740 x 1.872 x 1.729 mm dengan wheelbase 2.840 mm serta konfigurasi tiga baris kursi yang lega.
Didukung baterai LFP, Limo Green mampu menempuh jarak hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian penuh, sehingga dinilai mampu mendukung operasional armada dengan siklus penggunaan tinggi sekaligus meminimalkan waktu henti kendaraan.
Presiden Direktur PT Satu Kosong Tujuh, Nirzam Pahmi, menyatakan pihaknya memiliki keyakinan kuat terhadap potensi VinFast dalam membangun ekosistem mobilitas listrik yang komprehensif dan mudah diakses.
“Kerja sama ini sejalan dengan visi jangka panjang kami untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik sekaligus secara proaktif mendukung transformasi hijau di tingkat regional maupun global,” ujarnya.
Senada dengan itu, CEO PT Sembilan Benua Abadi, Wempy Suciadi, menilai kendaraan listrik VinFast menawarkan kombinasi antara kualitas produk dan visi keberlanjutan yang relevan dengan kebutuhan pasar transportasi saat ini.
“Kami terkesan dengan Nerio Green dan Limo Green, tidak hanya dari sisi kualitas produk, tetapi juga visi berkelanjutan yang diusung. Model-model ini merupakan solusi yang menjanjikan di tengah transisi menuju transportasi ramah lingkungan,” katanya.
Sementara itu, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, menegaskan bahwa kolaborasi dengan mitra lokal merupakan langkah penting untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
“Kami merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan mitra tepercaya di Indonesia untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik dan mendorong transisi hijau. Kemitraan ini akan membantu VinFast memperluas jangkauan pasar sekaligus menghadirkan solusi mobilitas modern yang semakin dekat dengan konsumen,” ujarnya.
Dalam hampir dua tahun kehadirannya di Indonesia, VinFast terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui pengembangan produk, investasi, dan ekosistem kendaraan listrik. Saat ini perusahaan menghadirkan berbagai model kendaraan listrik, mulai dari VinFast VF 3, VinFast VF 5, VinFast VF e34, VinFast VF 6, VinFast VF 7, hingga VinFast VF MPV 7, termasuk lini kendaraan komersial Green seperti Limo Green.
Selain menghadirkan portofolio produk yang luas, VinFast juga telah memulai operasional pabriknya di Subang sebagai bagian dari komitmen investasi jangka panjang di Indonesia. Perusahaan juga memperluas jaringan dealer dan layanan purnajual secara nasional, mengembangkan infrastruktur pengisian daya bersama V-Green, serta menjalin kolaborasi dengan lembaga keuangan untuk menghadirkan solusi pembiayaan yang lebih fleksibel bagi konsumen.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem kendaraan listrik yang semakin matang, sekaligus mendorong masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam transformasi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan. (dp)