x Pulau Seribu Asri

Mengapa Orang Lebih Galak Saat Ditagih Utang?

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Mar 2026 20:37 15 Arthur

Viralterkini.id – Fenomena orang yang menjadi lebih galak saat ditagih utang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang justru menunjukkan kemarahan kepada penagih, bahkan bersikap lebih agresif dibandingkan orang yang menagihnya.

Seorang psikiater dari IPB University, Riati Sri Hartini, menjelaskan bahwa reaksi tersebut muncul karena tekanan psikologis yang kuat. Stres akibat masalah keuangan serta ancaman terhadap harga diri mendorong seseorang kehilangan kendali emosi.

Menurut Riati, tekanan saat menghadapi penagihan utang menggerus kemampuan seseorang dalam mengelola emosi secara rasional. Ketika stres meningkat, kemampuan koping atau cara menghadapi masalah ikut melemah sehingga emosi mudah meledak.

“Tekanan finansial dan rasa terancam pada harga diri membuat kontrol emosi menurun,” jelasnya.

Otak Menganggap Penagihan Utang sebagai Ancaman

Riati juga menjelaskan proses biologis yang terjadi di otak saat seseorang menghadapi penagihan utang. Otak dapat memaknai situasi tersebut sebagai ancaman psikologis.

Bagian otak bernama amigdala segera mengaktifkan sistem deteksi bahaya. Pada saat yang sama, aktivitas prefrontal cortex—bagian otak yang berperan dalam logika dan pengendalian emosi—justru melemah.

Kondisi tersebut mendorong tubuh masuk ke mode “fight or flight”, yaitu respons alami ketika seseorang menghadapi ancaman. Dalam situasi itu, seseorang lebih mudah bersikap defensif, agresif, atau emosional.

Riati menekankan bahwa kemarahan ketika menghadapi penagihan utang tidak selalu mencerminkan karakter buruk seseorang. Emosi tersebut sering muncul dari kombinasi rasa malu, tekanan ekonomi, dan ancaman terhadap identitas diri.

Termasuk Respons Stres Akut

Psikiater tersebut menggolongkan reaksi marah saat ditagih utang sebagai acute stress response atau respons stres akut. Tubuh dan pikiran secara alami memicu reaksi tersebut ketika menghadapi tekanan mendadak.

Respons serupa juga muncul ketika seseorang menghadapi kegagalan, konflik hubungan, atau kelelahan berat akibat kurang tidur.

Meski demikian, Riati menegaskan bahwa reaksi tersebut tidak identik dengan gangguan jiwa. Masalah utang memang dapat meningkatkan risiko depresi atau kecemasan, tetapi kondisi itu hanya menjadi salah satu faktor pemicu.

Gangguan mental biasanya muncul dari berbagai faktor sekaligus, seperti aspek biologis, ekonomi, sosial, dan psikologis.

Siapa yang Menagih Juga Berpengaruh

Cara seseorang bereaksi terhadap penagihan utang juga dipengaruhi oleh siapa yang menagihnya.

Seseorang biasanya merasa lebih tersinggung ketika orang dekat menagih utang. Situasi tersebut memicu rasa malu dan membuat harga diri terasa jatuh.

Sebaliknya, penagihan dari debt collector sering memicu rasa terancam. Perasaan itu dapat menyulut kemarahan atau sikap defensif yang lebih keras.

Walau tampak serupa, kedua reaksi tersebut tetap termasuk respons emosional yang wajar.

Cara Meredam Emosi Saat Menagih Utang

Riati menyarankan pendekatan yang lebih tenang ketika menghadapi orang yang marah saat ditagih utang. Penagih sebaiknya menghindari nada yang menyudutkan atau mempermalukan.

Pendekatan yang lebih efektif meliputi berbicara dengan suara tenang, menjaga suasana percakapan tetap kondusif, serta mengajak mencari solusi bersama.

Pendekatan seperti ini membantu menurunkan ketegangan emosional sehingga orang yang ditagih dapat berpikir lebih rasional.

Riati menegaskan bahwa kemarahan saat ditagih utang bukan tanda gangguan jiwa. Banyak orang hanya mengalami tekanan berat dan membutuhkan suasana yang lebih tenang agar mampu menyelesaikan masalah secara lebih bijak. (**)

INSTAGRAM

11 hours ago
11 hours ago
11 hours ago
11 hours ago
11 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!