x Pulau Seribu Asri

Pengamat: Keberhasilan WFH Setiap Jumat Ditentukan Pengawasan dan Sistem Kerja Berbasis Output

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Apr 2026 20:02 219 Boby Noviendi

Viralterkini.id, JAKARTA — Pengamat kebijakan publik Andrinof A. Chaniago menilai keberhasilan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan, khususnya setiap Jumat, sangat ditentukan oleh dua faktor utama, yakni pengawasan pimpinan dan sistem monitoring berbasis output.

Menurut Andrinof, kebijakan yang mulai diberlakukan pemerintah sejak 1 April 2026 ini berpotensi efektif dalam menekan konsumsi energi, terutama bahan bakar minyak (BBM), jika dijalankan dengan pengawasan yang kuat dari pimpinan di setiap level instansi.

“Kunci pertama ada pada pimpinan, mulai dari level terendah hingga paling atas,” ujar Andrinof saat dihubungi, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, keberhasilan WFH sangat bergantung pada perubahan orientasi kerja aparatur sipil negara (ASN) dari sekadar kehadiran fisik menjadi berbasis kinerja atau output. Jika setiap pegawai memiliki target kerja yang jelas dan terukur setiap harinya, maka kebijakan ini dinilai dapat memberikan manfaat nyata.

“Kalau sudah terbiasa berorientasi pada output per pegawai dan output unit kerja, WFH bisa bermanfaat, asalkan target harian jelas,” katanya.

Selain faktor kepemimpinan, Andrinof menekankan pentingnya sistem monitoring yang efektif untuk mengawasi kinerja pegawai selama bekerja dari rumah. Menurutnya, hal ini sangat terkait dengan budaya kerja berbasis teknologi dan sistem informasi yang memadai.

“Kedua, monitoring output dari WFH sangat tergantung pada budaya kerja yang didukung teknologi dan sistem berbasis IT,” jelasnya.

Ia mengingatkan, tanpa dukungan sistem yang jelas dan disiplin kerja yang kuat, kebijakan WFH justru berisiko disalahgunakan. Dalam kondisi tersebut, WFH bisa berubah menjadi waktu luang tambahan bagi ASN, bukan sebagai skema kerja produktif.

“Jika kantor belum memiliki budaya kerja berbasis teknologi dan sistem yang baik seperti perusahaan swasta, WFH hanya akan menjadi waktu liburan bagi ASN,” tegasnya.

Sementara itu, pemerintah telah resmi menerapkan kebijakan WFH setiap Jumat sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan pengurangan mobilitas. Namun, tidak semua sektor dapat mengikuti kebijakan ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa sejumlah sektor layanan publik dan sektor strategis dikecualikan dari aturan tersebut.

“Sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan tetap berjalan normal. Begitu juga sektor strategis seperti industri, energi, air, bahan pokok, makanan dan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, serta keuangan,” ujar Airlangga.

Dengan berbagai catatan tersebut, implementasi kebijakan WFH setiap Jumat dinilai masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal kesiapan sistem kerja dan kedisiplinan aparatur. Pemerintah diharapkan mampu memastikan pengawasan dan infrastruktur pendukung berjalan optimal agar tujuan efisiensi energi benar-benar tercapai. (bn)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri