x Pulau Seribu Asri

Shopee Masih Jadi Raja E-Commerce Indonesia 2025

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 05:31 11 Arthur

Viralterkini.id – Ekonomi digital Indonesia terus tumbuh sepanjang 2025 dengan dukungan kuat dari sektor e-commerce. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan tren video commerce mempercepat aktivitas belanja digital.

Di tengah persaingan marketplace, Shopee mempertahankan statusnya sebagai aplikasi belanja online paling populer di Indonesia.

Transaksi E-Commerce Menembus Rp3.093 Triliun

Sepanjang 2025, transaksi e-commerce nasional mencapai US$185 miliar atau setara Rp3.093 triliun.

Adapun nilai tersebut berasal dari:

  • Produk kebutuhan sehari-hari (grocery) sebesar US$24 miliar atau sekitar Rp401 triliun
  • Produk non-grocery sebesar US$161 miliar atau sekitar Rp2.692 triliun

Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat transaksi US$156 miliar atau sekitar Rp2.659 triliun. Pada tahun tersebut, sektor grocery menyumbang US$20 miliar, sedangkan non-grocery mencapai US$136 miliar.

Industri E-Commerce Terus Menarik Pendapatan

Laporan terbaru memproyeksikan pendapatan industri e-commerce akan menembus US$359 miliar dalam beberapa tahun ke depan.

Segmen non-grocery berpotensi melonjak hampir dua kali lipat hingga US$300 miliar, sementara sektor grocery diperkirakan tumbuh menjadi US$59 miliar.

Video Commerce Mendorong Lonjakan Transaksi

Video commerce menjadi motor utama pertumbuhan e-commerce di Indonesia.

Laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat volume transaksi video commerce mencapai 2,6 miliar transaksi. Jumlah tersebut meningkat sekitar 90% dibandingkan tahun sebelumnya.

Fashion dan Kecantikan Pimpin Penjualan

Konsumen paling banyak membeli produk video commerce dari kategori:

  • Fashion dan aksesori sebesar 28%
  • Perawatan diri dan kecantikan sebesar 20%

Laporan itu juga menunjukkan bahwa sepuluh penjual teratas menguasai sekitar 20% dari total transaksi di setiap kategori.

Nilai Pesanan Indonesia Masih Lebih Rendah

Rata-rata nilai pesanan (average order value/AOV) video commerce di Indonesia berada pada kisaran US$4,5–US$6atau sekitar Rp75.200–Rp100 ribu per transaksi.

Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan rata-rata Asia Tenggara yang mencapai US$6–US$7 atau sekitar Rp117 ribu per transaksi.

Jumlah Penjual Video Commerce Terus Bertambah

Sekitar 800 ribu penjual dan toko di Indonesia menggunakan layanan video commerce sepanjang 2025.

Jumlah ini naik sekitar 75% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan meningkatnya minat pelaku usaha terhadap fitur belanja berbasis video.

Unduhan Aplikasi Ritel Capai 181 Juta

Data Sensor Tower menunjukkan masyarakat Indonesia mengunduh aplikasi ritel hingga 181 juta kali sepanjang 2025.

Pengguna juga menghabiskan waktu sekitar 8,68 miliar jam untuk mengakses berbagai aplikasi ritel.

Selain marketplace, sejumlah aplikasi lain mulai menarik perhatian, seperti aplikasi diskon dan aplikasi belanja milik jaringan toko ritel offline.

Shopee Tetap Menjadi Aplikasi Ritel Terpopuler

Shopee terus mengembangkan fitur video commerce di dalam aplikasinya. Strategi tersebut menjaga posisi Shopee sebagai aplikasi belanja paling populer di Indonesia hingga akhir 2025. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

INSTAGRAM

48 minutes ago
51 minutes ago
55 minutes ago
1 hour ago
1 hour ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!