x Viralterkini

Suspensi Saham Dibuka, SCB Catat Pemulihan Kinerja pada Semester I 2026

waktu baca 3 menit
Kamis, 20 Agu 2026 14:23 27 M Ary K

PERNYATAAN PERSEROAN SEHUBUNGAN DENGAN PEMBUKAAN SUSPENSI PERDAGANGAN SAHAM

Viralterkini.id, Jakarta – PT Saranacentral Bajatama Tbk (SCB) mencatatkan pemulihan kinerja operasional dan keuangan sepanjang semester I 2026. Perbaikan tersebut diumumkan seiring dengan dibukanya kembali perdagangan saham perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan interim yang belum diaudit per 30 Juni 2026, SCB membukukan penjualan bersih sebesar Rp634,54 miliar. Nilai tersebut meningkat 85,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp341,63 miliar.

Pertumbuhan penjualan turut mendorong laba kotor SCB dari Rp8,98 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp50,47 miliar pada semester I 2026. Margin laba kotor perseroan juga meningkat dari sekitar 2,6 persen menjadi 8 persen.

Dari sisi operasional, SCB berhasil membalikkan rugi usaha sebesar Rp5,01 miliar pada semester I 2025 menjadi laba usaha Rp40,89 miliar pada semester I 2026.

Setelah memperhitungkan beban keuangan, termasuk dampak kerugian kurs, perseroan mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp21,09 miliar dan laba bersih Rp21,33 miliar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, SCB masih membukukan rugi bersih Rp16,53 miliar.

Direksi SCB menilai capaian tersebut menunjukkan aktivitas operasional perseroan mengalami pemulihan nyata dan mulai memberikan kontribusi positif terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Perbaikan kinerja juga terlihat pada posisi ekuitas. Total ekuitas SCB meningkat sekitar 100,6 persen, dari Rp21,28 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp42,68 miliar per 30 Juni 2026.

Sementara itu, total aset perseroan meningkat dari Rp684,67 miliar menjadi Rp769,45 miliar. Posisi kas dan bank bertambah dari Rp11,35 miliar menjadi Rp24,21 miliar, sedangkan aset lancar naik menjadi Rp620,17 miliar.

SCB juga mencatatkan perbaikan modal kerja. Defisit modal kerja perseroan berkurang dari sekitar Rp116,24 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp98,22 miliar per Juni 2026.

Di tengah pemulihan tersebut, SCB tengah menjalankan proses Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Rencana itu masih dalam proses memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

PMHMETD dipersiapkan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung penataan kewajiban perseroan. Salah satunya kewajiban kepada pihak berelasi senilai sekitar Rp348,86 miliar yang diklasifikasikan akan jatuh tempo dalam satu tahun.

Perseroan menyatakan penggunaan dana dan mekanisme transaksi akan dilaksanakan setelah seluruh persyaratan serta tahapan PMHMETD terpenuhi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu SCB membangun struktur keuangan yang lebih sehat, mengurangi tekanan kewajiban jangka pendek, serta meningkatkan kemampuan perseroan menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan.

Sehubungan dengan pembukaan kembali suspensi perdagangan saham, SCB menegaskan komitmennya untuk menjalankan strategi usaha secara hati-hati dan berkelanjutan. Perseroan juga akan menyampaikan setiap informasi atau perkembangan material kepada publik sesuai ketentuan pasar modal. (ma)

5 Poin Penting

  1. Penjualan bersih SCB naik 85,8 persen menjadi Rp634,54 miliar pada semester I 2026.
  2. SCB membalikkan rugi usaha Rp5,01 miliar menjadi laba usaha Rp40,89 miliar.
  3. Perseroan mencatat laba bersih Rp21,33 miliar, setelah sebelumnya rugi Rp16,53 miliar.
  4. Total ekuitas meningkat 100,6 persen menjadi Rp42,68 miliar, sedangkan total aset mencapai Rp769,45 miliar.
  5. SCB menyiapkan PMHMETD untuk memperkuat permodalan dan menata kewajiban, dengan prosesnya masih menunggu pernyataan efektif dari OJK.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini