x Viralterkini

Survei Adidaya Institute : Kepuasan terhadap Prabowo 60,3 Persen, Kinerja Kabinet Jadi Sorotan

waktu baca 4 menit
Kamis, 15 Okt 2026 18:30 46 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Adidaya Institute merilis hasil survei nasional yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto sebesar 60,3 persen. Namun, penilaian terhadap profesionalisme Kabinet Merah Putih masih menjadi catatan bagi pemerintah.

Dalam survei tersebut, kepuasan terhadap kinerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tercatat sebesar 51,4 persen. Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan mencapai 55,6 persen.

Direktur Eksekutif Adidaya Institute, Rahman Toha Budiarto, menilai temuan tersebut menunjukkan adanya perbedaan persepsi publik terhadap presiden, wakil presiden, dan pemerintah secara keseluruhan.

“Polanya menunjukkan bahwa figur Presiden menjadi sumber utama persepsi publik secara positif, sementara penilaian terhadap Wakil Presiden relatif lebih lemah dan memiliki tingkat ketidakpuasan paling tinggi,” kata Rahman dalam rilis survei nasional di kantor Adidaya Institute, Kamis (15/10/2026).

Menurut Rahman, kepuasan terhadap Presiden Prabowo mencapai 90,7 persen pada kelompok responden yang merasakan dampak 17 program unggulan pemerintah. Angka tersebut merupakan penilaian kelompok penerima dampak program, bukan tingkat kepuasan seluruh responden.

Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) turut memengaruhi penilaian masyarakat terhadap pemerintah.

Profesionalisme Kabinet Masih Dipertanyakan

Di tengah penilaian positif terhadap presiden, survei Adidaya Institute mencatat 46,5 persen responden menilai Kabinet Merah Putih belum bekerja secara profesional. Sebaliknya, sebanyak 38,5 persen menilai kabinet sudah bekerja secara profesional.

Rahman menilai hasil tersebut menjadi dorongan bagi para menteri untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan memastikan masyarakat merasakan manfaat kebijakan pemerintah.

“Mereka harus bekerja lebih keras lagi,” ujarnya.

Dalam penilaian terhadap figur kabinet yang disebut dalam rilis, Amran Sulaiman memperoleh angka 13,5 persen, diikuti Teddy Indra Wijaya sebesar 11,6 persen dan Nasaruddin Umar sebesar 10,8 persen.

Rahman mengatakan kepuasan terhadap presiden perlu diikuti pembenahan pelaksanaan program prioritas. Menurutnya, pemerintah masih memiliki ruang untuk menjawab harapan masyarakat melalui pelayanan yang lebih baik dan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung.

MBG Paling Dikenal, Mayoritas Mendukung Kelanjutan

Survei tersebut juga menunjukkan MBG menjadi program unggulan pemerintah yang paling dikenal masyarakat, dengan tingkat pengenalan mencapai 93,4 persen. Sementara itu, tingkat pengenalan terhadap KDKMP tercatat sebesar 81,3 persen.

Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, mengatakan kedua program tersebut memiliki peran penting dalam membentuk penilaian publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Untuk MBG, sebanyak 61,6 persen responden menginginkan program tetap dilanjutkan, sedangkan 66,5 persen menilai program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain itu, sebanyak 69,9 persen responden menyatakan setuju terhadap MBG dan 58,2 persen menilai program tersebut sesuai kebutuhan masyarakat. Sebanyak 63 persen mengakui dampak langsung bagi keluarga, sementara 63,4 persen meyakini dampaknya terhadap perbaikan gizi.

Menurut Fadhli, kelompok masyarakat berpendapatan Rp2 juta hingga Rp4 juta memberikan penilaian positif tertinggi terhadap dampak MBG. Adapun pada program Sekolah Rakyat dan Cek Kesehatan Gratis, kelompok berpendapatan Rp4 juta hingga Rp8 juta disebut paling merasakan dampaknya.

Tata Kelola Menjadi Catatan Utama

Meski mendapat dukungan, pelaksanaan program unggulan pemerintah masih menghadapi sejumlah persoalan. Sebanyak 28,2 persen responden menyebut tata kelola sebagai masalah utama, diikuti sosialisasi sebesar 19,8 persen dan anggaran sebesar 18,3 persen.

Sementara itu, sebanyak 9,8 persen responden menyebut korupsi sebagai persoalan utama dalam pelaksanaan program.

Fadhli merekomendasikan penguatan pemeriksaan berkala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), transparansi anggaran, serta penyediaan pusat pengaduan dan penanganan krisis MBG.

Ia juga mendorong pelibatan peternak, nelayan, dan UMKM lokal agar manfaat program menjangkau perekonomian masyarakat, disertai publikasi hasil audit dan penegakan sanksi terhadap mitra yang melanggar.

Survei Adidaya Institute dilaksanakan melalui wawancara tatap muka pada 15–21 September 2026 di 38 provinsi dengan melibatkan 1.240 responden. Menurut keterangan lembaga tersebut, survei menggunakan metode probability sampling, dengan margin kesalahan sebesar 2,78 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (ma)

5 Poin Penting:

  1. Kepuasan terhadap Prabowo mencapai 60,3 persen. Kepuasan terhadap Gibran sebesar 51,4 persen, sedangkan pemerintahan secara keseluruhan mencapai 55,6 persen.
  2. Profesionalisme kabinet menjadi sorotan. Sebanyak 46,5 persen responden menilai Kabinet Merah Putih belum bekerja profesional, sementara 38,5 persen menilai sebaliknya.
  3. MBG menjadi program paling dikenal. Tingkat pengenalannya mencapai 93,4 persen, disusul KDKMP sebesar 81,3 persen.
  4. Mayoritas mendukung kelanjutan MBG. Sebanyak 61,6 persen ingin program diteruskan dan 66,5 persen menilai program memberikan manfaat nyata.
  5. Tata kelola menjadi persoalan utama. Sebanyak 28,2 persen responden menyorot aspek tersebut; Adidaya merekomendasikan pengawasan dapur SPPG, transparansi anggaran, dan pelibatan usaha lokal.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini