x Pulau Seribu Asri

Sudaryono Resmi Pimpin BGN, Hadapi Ujian Besar Benahi Program MBG

waktu baca 5 menit
Kamis, 23 Jul 2026 06:47 13 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Mantan Wakil Menteri Pertanian itu menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.

Pengangkatan Sudaryono ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Setelah mengucapkan sumpah jabatan dan menandatangani berita acara pelantikan, Sudaryono resmi mulai menjalankan tugasnya sebagai Kepala BGN.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan bahwa pergantian pimpinan dilakukan dengan cepat agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di BGN. Menurutnya, pekerjaan lembaga tersebut, khususnya dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG, tidak dapat ditunda.

Sudaryono juga dipastikan tidak merangkap jabatan. Dengan penunjukannya sebagai Kepala BGN, ia melepaskan posisi Wakil Menteri Pertanian yang sebelumnya diemban sejak 2024.

Pengalaman di Sektor Pangan Jadi Pertimbangan

Pengalaman Sudaryono di sektor pertanian menjadi salah satu alasan Presiden Prabowo mempercayakannya memimpin BGN. Selama menjadi Wakil Menteri Pertanian, ia terlibat dalam berbagai agenda ketahanan pangan, peningkatan produksi pertanian, dan penguatan pasokan bahan pangan.

Menurut Prasetyo, Sudaryono juga telah mengikuti pembahasan mengenai konsep dan teknis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sejak awal. Pengalamannya di Kementerian Pertanian dianggap relevan karena pelaksanaan MBG sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku dari sektor pertanian, peternakan, dan sumber pangan lainnya.

Program MBG bukan hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi penerima manfaat. Program tersebut juga melibatkan rantai pasok yang panjang, mulai dari produksi bahan pangan, pengadaan, pengolahan, pengawasan kualitas, hingga pendistribusian makanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG.

Kondisi tersebut membuat koordinasi BGN dengan kementerian, pemerintah daerah, petani, peternak, nelayan, pelaku usaha, dan pengelola SPPG menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus dikawal oleh Sudaryono.

Berjanji Perkuat Transparansi BGN

Usai dilantik, Sudaryono langsung menegaskan bahwa pembenahan tata kelola akan menjadi salah satu fokus utama kepemimpinannya. Ia ingin proses kerja BGN semakin transparan, akuntabel, terdokumentasi, dan berbasis sistem digital.

Sudaryono menilai pengelolaan anggaran Program Makan Bergizi Gratis harus sepenuhnya berorientasi pada kepentingan masyarakat. Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar mendukung pemenuhan gizi penerima manfaat.

Ia juga menyatakan tidak akan menoleransi praktik korupsi maupun penyimpangan dalam pelaksanaan program tersebut. Pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah di lingkungan BGN, menurutnya, harus dilakukan melalui mekanisme resmi dan terbuka, bukan berdasarkan hubungan pribadi atau pembicaraan informal.

Pembenahan tersebut menjadi penting mengingat MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo. Program ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Selain meningkatkan kualitas gizi, kebutuhan bahan pangan dalam program MBG juga diharapkan dapat menyerap hasil produksi petani, peternak, dan nelayan serta menggerakkan perekonomian di berbagai daerah.

Dari Anak Petani hingga Lingkaran Pemerintahan

Sudaryono lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Ia berasal dari keluarga petani di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh.

Ia menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara sebelum melanjutkan studi Teknik Mesin di National Defense Academy of Japan. Sudaryono kemudian menjalani pendidikan magister di Swiss German University dan pendidikan doktoral di Institut Pertanian Bogor.

Kariernya pernah bersinggungan dengan bidang energi, media, teknologi, dan agribisnis. Ia juga dikenal sebagai mantan asisten pribadi Prabowo Subianto sebelum aktif dalam kegiatan politik Partai Gerindra.

Di bidang politik, Sudaryono pernah menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra. Ia pertama kali dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian pada Juli 2024 dan kembali dipercaya menduduki posisi tersebut dalam Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024.

Sudaryono juga aktif dalam sejumlah organisasi, antara lain Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Tani Merdeka Indonesia, Pedagang Pejuang Indonesia Raya, serta Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia.

Latar belakang tersebut menjadi modal bagi Sudaryono untuk menghubungkan agenda pemenuhan gizi dengan penguatan sektor pangan nasional. Namun, pengalaman itu juga akan diuji melalui kemampuannya memastikan program MBG berjalan aman, tepat sasaran, dan terbebas dari penyimpangan.

Kekayaan Bersih Terbaru Rp31,39 Miliar

Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN turut menarik perhatian terhadap laporan harta kekayaannya.

Berdasarkan penelusuran terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara periodik 2025 yang dilaporkan pada 29 Maret 2026, Sudaryono tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp31.394.894.928.

Aset tersebut terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp69,69 miliar, kendaraan dan mesin sekitar Rp1,07 miliar, surat berharga Rp7,64 miliar, serta kas dan setara kas sekitar Rp13,34 miliar. Ia juga tercatat memiliki utang sebesar Rp60,36 miliar.

Angka tersebut berbeda dari laporan sebelumnya yang mencatat kekayaan bersih Sudaryono sebesar Rp8,86 miliar. Data Rp8,86 miliar berasal dari laporan yang disampaikan pada Januari 2025, bukan laporan terbaru.

Tantangan Besar di Depan Mata

Sebagai Kepala BGN, Sudaryono menghadapi pekerjaan yang tidak ringan. Ia harus memastikan makanan yang dibagikan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan, memperkuat pengawasan terhadap SPPG, menjaga stabilitas pasokan bahan baku, serta membangun sistem pengelolaan anggaran yang transparan.

Ia juga harus memastikan perluasan program tidak mengorbankan kualitas pelayanan. Dengan jumlah penerima manfaat dan dapur pelayanan yang terus bertambah, pengawasan, pendataan, serta koordinasi lintas lembaga harus dilakukan secara konsisten.

Keberhasilan Sudaryono memimpin BGN nantinya tidak hanya diukur dari banyaknya makanan yang didistribusikan. Publik juga akan menilai kualitas makanan, ketepatan penerima, keamanan pelaksanaan, dampaknya terhadap perekonomian lokal, serta keterbukaan penggunaan anggaran negara.

Berbekal pengalaman di sektor pertanian dan kedekatannya dengan agenda ketahanan pangan pemerintah, Sudaryono kini memikul tanggung jawab besar untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi program yang transparan, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. (dp)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri