Pengusaha nasional Jerry Hermawan Lo meluncurkan buku keduanya berjudul The Art of Simple Leadership. Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini.id, TANGERANG — Pengusaha nasional Jerry Hermawan Lo meluncurkan buku keduanya berjudul The Art of Simple Leadership karya Steven Beteng di Hotel Episode Gading Serpong, Tangerang, Jumat (8/5/2026). Buku tersebut mengangkat perjalanan hidup, filosofi kepemimpinan, hingga nilai-nilai yang menjadi fondasi Jerry dalam membangun bisnis di berbagai sektor usaha.
Peluncuran buku dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ganip Warsito, Bambang Soesatyo, Aries Marsudiyanto, Mochamad Iriawan, Richard Taruli Horja Tampubolon, Purwito Hadi Wardhono, Albertus Rachmad Wibowo, Raja Sapta Oktohari, serta Erick Thohir.

Dalam buku tersebut, Jerry membagikan pandangannya mengenai kepemimpinan yang lahir dari pengalaman hidup dan proses pembelajaran panjang. Ia menekankan bahwa tantangan hidup menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, pola pikir, hingga keberanian dalam mengambil keputusan.
Acara peluncuran diawali dengan penampilan Tari Jejer Gandrung oleh pemenang JHL Folks Got Talent, dilanjutkan seremoni peluncuran buku dan sesi bedah buku yang dimoderatori Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas, Tri Agung Kristanto.
Dalam sesi diskusi, Jerry menceritakan perjalanan hidupnya sejak datang ke Jakarta pada usia 14 tahun dan bekerja sebagai tenaga penjualan di sebuah perusahaan besar. Dari pengalaman tersebut, ia belajar memahami manusia, pelanggan, serta kebutuhan pasar sebelum akhirnya memulai usaha produksi sabun colek yang menjadi titik awal perjalanan bisnisnya.
“Saya ingin membangun sesuatu yang lebih besar. Saat itu saya melihat masyarakat membutuhkan sabun colek dan produk tersebut tidak terlalu sulit diproduksi. Dari sanalah perjalanan usaha saya dimulai,” ujar Jerry.
Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya soal materi, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
“Hari ini mungkin secara materi saya sudah lebih dari cukup. Namun saya tetap ingin terus berkarya, membangun usaha, membuka pabrik, dan menciptakan lapangan kerja. Karena hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat,” katanya.
Jerry turut membagikan pesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dan terus memotivasi diri sendiri dalam menghadapi kehidupan. Menurutnya, manusia memiliki lima tanggung jawab utama, yakni kepada diri sendiri, keluarga, lingkungan, negara, dan bumi tempat hidup.
Ia juga menekankan pentingnya belajar sepanjang hayat. Bahkan di usia 70 tahun, dirinya mengaku masih terus belajar dari siapa saja, termasuk generasi muda.
“Belajar harus dilakukan seumur hidup. Ilmu pengetahuan umum dan kemauan untuk terus belajar itulah yang membawa seseorang mampu berkembang dan menghadapi dunia yang luas,” tuturnya.
Selain itu, Jerry menyoroti pentingnya persatuan dalam keberagaman Indonesia. Sebagai warga keturunan Tionghoa, ia menilai keberagaman suku dan budaya merupakan kekuatan utama bangsa.
“Tidak perlu memisahkan identitas berdasarkan suku atau latar belakang. Justru keberagaman itulah kekuatan bangsa ini,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang Soesatyo menilai Jerry sebagai sosok pekerja keras dengan karakter pantang menyerah.
“Kepemimpinan Jerry Hermawan Lo sangat luar biasa. Salah satu kunci sukses beliau ialah terus maju dan bertahan dalam menghadapi tantangan,” ujar Bambang.
Sementara itu, Erick Thohir menyebut Jerry sebagai pengusaha ulet yang memiliki kepedulian besar terhadap kesejahteraan tim dan kontribusi bagi bangsa.
“Pak Jerry adalah sosok pengusaha sukses dan memiliki semangat membangun bangsa menjadi lebih baik di masa depan. Selain itu, beliau juga merupakan seorang leader yang sangat peduli pada kesejahteraan seluruh timnya,” kata Erick.
Sebagai penulis, Steven Beteng mengatakan buku ini tidak hanya memotret perjalanan bisnis Jerry Hermawan Lo, tetapi juga menyajikan pembelajaran hidup dan nilai kepemimpinan yang relevan bagi generasi muda maupun pemimpin masa kini.
“Saya berharap buku The Art of Simple Leadership dapat menjadi bekal berharga bagi para pemimpin, profesional muda, mahasiswa, dan siapa pun yang ingin maju,” ujar Steven.
Acara turut dihadiri perwakilan mahasiswa penerima program beasiswa 1000 Sarjana serta ratusan mahasiswa dari berbagai kampus. Kehadiran generasi muda menjadi bagian penting dalam semangat berbagi pengalaman dan nilai kepemimpinan yang diangkat dalam buku tersebut.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pertunjukan angklung oleh Saung Angklung Udjo yang menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui peluncuran buku The Art of Simple Leadership, nilai kepemimpinan yang sederhana, adaptif, dan berlandaskan karakter diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan para pemimpin masa depan. (ma)