x Pulau Seribu Asri

Harga Emas Terkoreksi, Aksi Ambil Untung di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump

waktu baca 3 menit
Selasa, 24 Feb 2026 11:39 24 Kontributor Wilayah

Viralterkini.id, JAKARTA — Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Selasa (24/2/2026), dipicu aksi ambil untung investor setelah reli tajam dalam beberapa sesi sebelumnya. Tekanan juga datang dari ketidakpastian kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot turun 1,1% menjadi US$5.172,05 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka di divisi Comex terkoreksi 0,40% ke level US$5.204,70 per troy ounce.

Sebelumnya, logam mulia tersebut melonjak lebih dari 7% dalam empat sesi terakhir. Kenaikan didorong oleh meningkatnya minat terhadap aset safe haven setelah Trump menjanjikan tarif impor baru serta memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Song Jiangzhen, peneliti di Guangdong Southern Gold Market Academy, menyebut pergerakan dalam kisaran 2% masih tergolong volatilitas pasar yang normal saat ini. Ia menilai penurunan pada Selasa kemungkinan merupakan bentuk penyesuaian pasar China terhadap pergerakan global selama masa libur.

“Dalam jangka panjang, sentimen tetap positif, dengan ketidakpastian di Iran dan risiko isolasi AS akibat kebijakan tarifnya,” ujar Song Jiangzhen, peneliti di Guangdong Southern Gold Market Academy.

Pasar global masih diliputi kebingungan setelah Trump menyatakan akan menaikkan tarif impor global menjadi 15%, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan skema tarif resiprokal andalannya. Sejumlah mitra dagang utama AS juga dilaporkan kesulitan menyesuaikan tarif terbaru dengan kesepakatan sebelumnya, sehingga memperburuk ketegangan hubungan dagang.

Evaluasi Uni Eropa menunjukkan kebijakan baru tersebut berpotensi menaikkan bea atas sebagian ekspor mereka melebihi batas yang diizinkan dalam perjanjian perdagangan.

Di tengah meningkatnya sentimen risk-off, harga emas kini kembali terkonsolidasi di atas level US$5.000 per troy ounce setelah sempat mengalami koreksi tajam pada awal bulan. Gelombang aksi beli spekulatif sebelumnya mendorong reli multi-tahun hingga menyentuh rekor di atas US$5.595 pada akhir Januari, sebelum berbalik melemah tajam.

Sejak itu, emas telah memulihkan lebih dari separuh kerugian tersebut, meski pergerakan harga masih cenderung fluktuatif.

Sejumlah bank global seperti BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan harga emas berpotensi kembali menguat. Mereka menilai faktor fundamental yang menopang reli sebelumnya masih bertahan, termasuk kekhawatiran atas independensi bank sentral AS, pergeseran investasi dari obligasi dan mata uang negara maju, serta risiko geopolitik, khususnya di Timur Tengah.

AS dilaporkan telah mengerahkan kekuatan militer terbesar di kawasan tersebut sejak 2003, menjelang dimulainya kembali pembicaraan terkait program nuklir Iran pekan ini. Meski menyatakan lebih memilih solusi diplomatik, Trump memperingatkan bahwa akan menjadi “hari yang sangat buruk” bagi Iran jika kesepakatan tidak tercapai, sembari menepis laporan bahwa Pentagon mengkhawatirkan potensi sulitnya kampanye militer berkepanjangan. (ma)

Kontributor Wilayah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

6 hours ago
6 hours ago
9 hours ago
9 hours ago
9 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!