x Viralterkini

DPR Minta Usut Tuntas Temuan Senjata di Sekolah Jaksel

waktu baca 3 menit
Senin, 10 Agu 2026 07:07 13 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas temuan senjata api dan barang lain di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Ia meminta proses penyelidikan berjalan profesional serta transparan tanpa mengabaikan keselamatan para pelajar. Temuan tersebut dinilai sebagai persoalan serius yang memerlukan pendalaman menyeluruh.

Sekolah seharusnya menjadi benteng terakhir keamanan bagi anak-anak. Namun, temuan dugaan senjata api di salah satu institusi pendidikan di Pondok Pinang mengguncang asumsi itu. Hetifah Sjaifudian langsung merespons dengan tegas.

“Kami memandang temuan berbagai barang, baik yang diduga berupa senjata api maupun barang lain di lingkungan salah satu sekolah di Jakarta Selatan merupakan persoalan yang sangat serius dan harus diusut secara menyeluruh, profesional, serta transparan oleh aparat penegak hukum,” ujar Hetifah dikutip Senin (10/8/2026).

Polisi belum memberikan penjelasan resmi mengenai jenis dan jumlah barang bukti yang diamankan. Namun, Ketua Komisi X sudah menyoroti potensi ancaman terhadap rasa aman di lingkungan pendidikan.

Keselamatan peserta didik, menurut Hetifah, harus menjadi prioritas tertinggi. Sekolah wajib dipulihkan sebagai ruang belajar yang kondusif. Kendati demikian, ia mengingatkan semua pihak untuk tidak terburu-buru menghakimi.

“Seluruh pihak juga harus mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menunggu hasil penyelidikan, agar status setiap barang yang ditemukan maupun pihak yang bertanggung jawab atas barang-barang tersebut dapat dipastikan berdasarkan fakta dan alat bukti,” tegasnya.

Komisi X Belum Terima Laporan Resmi

Hingga kini, Komisi X DPR RI mengaku belum menerima laporan perkembangan kasus dari aparat kepolisian ataupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hetifah menyampaikan hal itu sebagai catatan penting dalam pengawasan fungsi dewan.

Meski demikian, Komisi X tetap mendorong Kemendikdasmen untuk segera berkoordinasi intensif dengan Polri. Langkah itu diperlukan agar proses belajar-mengajar di sekolah terkait tidak terganggu. Selain itu, evaluasi terhadap pengelolaan aset sekolah dan sistem keamanan juga dinilai mendesak.

Kasus Spesifik, Jangan Digeneralisasi

Hetifah secara khusus meminta publik tidak memaknai temuan ini sebagai cermin buruk dunia pendidikan Indonesia secara luas. Menurutnya, kasus tersebut bersifat spesifik dan harus ditangani berdasarkan fakta di lapangan.

“Kami juga menegaskan bahwa kasus ini harus dipandang sebagai dugaan peristiwa yang bersifat spesifik, dan jangan digeneralisasi sebagai gambaran kondisi sekolah maupun dunia pendidikan Indonesia secara keseluruhan,” ucapnya.

Ia justru melihat sisi positif dari insiden ini. Peristiwa itu bisa menjadi titik balik untuk memperbaiki tata kelola dan pengawasan di satuan pendidikan. Sekolah, kata dia, harus kembali menjadi tempat yang aman, nyaman, dan berorientasi pada perlindungan anak.

“Justru, peristiwa ini harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola, pengawasan, dan sistem keamanan di lingkungan satuan pendidikan, sehingga sekolah tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan sepenuhnya berorientasi pada tumbuh kembang serta perlindungan bagi peserta didik,” pungkasnya. (ma)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini