Kredit Foto: Merdeka.com Viralterkini.id – Saat suhu menurun, banyak orang secara refleks mencari makanan yang memberi rasa hangat dan nyaman seperti chai, bajji, atau samosa.
Kebiasaan ini sering dianggap sekadar dorongan selera. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kondisi cuaca memang memengaruhi suasana hati sekaligus pola makan kita.
Pada musim dingin, tubuh cenderung membutuhkan makanan hangat dan kaya rasa karena memberi sensasi kenyang serta rasa aman.
Sayangnya, bagi sebagian orang, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran akan kenaikan berat badan.
Padahal, makanan yang menghibur tidak selalu bertentangan dengan tujuan menurunkan lemak tubuh. Dengan pemilihan bahan yang tepat dan teknik memasak yang sehat, menu musim dingin tetap bisa lezat sekaligus mendukung pembakaran lemak.
Menurut Dr Archana Batra, ahli diet dan pendidik diabetes bersertifikat, anggapan bahwa menurunkan lemak harus identik dengan salad dingin atau makanan hambar sudah tidak relevan.
Makanan hangat yang seimbang justru membantu rasa kenyang lebih lama dan membuat program penurunan berat badan lebih mudah dijalani dalam jangka panjang.
Makanan panas membuat proses makan menjadi lebih lambat sehingga tubuh lebih cepat mengenali rasa kenyang.
Menu musim dingin seperti lentil, millet, sayuran hijau, dan umbi-umbian mengandung serat tinggi namun rendah kepadatan kalori. Artinya, kita bisa makan dalam porsi cukup besar tanpa kelebihan energi.
Ide menu sehat:
Sup dan semur merupakan makanan khas musim dingin yang secara alami mendukung penurunan lemak. Kandungan air dan seratnya tinggi sehingga membuat perut kenyang tanpa terasa berat.
Menambahkan sumber protein seperti kacang-kacangan, paneer, tahu, telur, atau daging tanpa lemak dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi keinginan ngemil berlebihan.
Ide menu sehat:
Masakan tradisional India tidak perlu dihindari. Kuncinya adalah mengatur porsi dan komposisi. Tidak ada keharusan menghilangkan makanan favorit, melainkan menyesuaikannya agar lebih seimbang antara karbohidrat, protein, dan serat.
Ide menu tradisional sehat:
Sarapan hangat membantu menstabilkan energi dan mengurangi keinginan ngemil di tengah hari. Menu yang kaya protein dan serat juga menjaga rasa kenyang lebih lama.
Ide sarapan sehat:
Lemak sehat justru penting bila digunakan dengan bijak. Satu sendok teh ghee, minyak zaitun, atau minyak mustard membantu penyerapan nutrisi dan membuat makanan terasa lebih memuaskan.
Rempah-rempah musim dingin seperti jahe, bawang putih, jintan, dan lada juga mendukung pencernaan serta memberi efek hangat bagi tubuh.
Ide menu sehat:
Kunci utama bukan pada konsep “makanan diet”, melainkan pada keseimbangan. Kenyamanan tidak merusak usaha menurunkan lemak, justru pembatasan berlebihan yang sering menggagalkannya.
Saat menu musim dingin difokuskan pada kehangatan, protein, serat, dan cita rasa, tubuh secara alami mengatur porsi tanpa merasa kekurangan.
Dr Archana Batra adalah ahli diet dan pendidik diabetes bersertifikat dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang nutrisi klinis dan manajemen gaya hidup.
Ia dikenal dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah dan personalisasi program kesehatan. Sepanjang kariernya, ia telah membantu lebih dari 10.000 klien di berbagai negara mencapai hasil kesehatan yang berkelanjutan.
Selain memimpin Program Obesitas di Medanta, ia juga melatih pendidik diabetes di bawah Kementerian UMKM, berkontribusi pada penguatan kesehatan masyarakat melalui nutrisi dan perawatan metabolik. (**)
Tidak ada komentar