Ilustrasi: BGN Viralterkini.id, Bogor – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Dramaga 4 Bogor menyusul dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bogor. Penghentian operasional berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.
Dalam keterangan tertulisnya, BGN menyebut hasil investigasi awal mengarah pada dugaan penggunaan bumbu kacang yang telah diolah pihak ketiga sebelum digunakan oleh SPPG tersebut. Menurut BGN, praktik itu tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya dijalankan. Penyebab kejadian masih dalam proses penelusuran.
“Badan Gizi Nasional berkomitmen untuk memberikan sanksi tegas kepada SPPG yang terbukti menjalankan operasional tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” demikian pernyataan BGN.
BGN menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa prioritas penanganan saat ini adalah memastikan seluruh siswa terdampak memperoleh pelayanan medis yang diperlukan.

Klarifikasi Jumlah Siswa yang Ditangani
Dalam siaran pers yang sama, BGN membantah informasi yang menyebut lebih dari 400 siswa dirawat di rumah sakit. Berdasarkan data yang disampaikan BGN, sebanyak 40 siswa telah menjalani observasi di tiga fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS Karya Bhakti Pratiwi.
Jumlah siswa yang masih menjalani penanganan dilaporkan terus menurun. Hingga pembaruan data pukul 23.42 WIB yang tercantum dalam siaran pers tersebut, sebanyak 13 siswa masih mendapatkan penanganan medis.
BGN menyatakan klarifikasi itu disampaikan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi sesuai data, bukan untuk mengecilkan dampak kejadian.
Evaluasi Keamanan Pangan
KPPG Bogor bersama Tim Asistensi dan Koordinator Wilayah Kabupaten Bogor terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta instansi terkait. Koordinasi dilakukan untuk mendukung penanganan siswa terdampak sekaligus menelusuri kejadian tersebut.
Evaluasi pelaksanaan program MBG juga dilakukan, terutama terhadap keamanan pangan, pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
BGN menegaskan bahwa setiap SPPG wajib menerapkan prosedur operasional dan standar keamanan pangan secara konsisten pada seluruh tahapan penyediaan makanan.
BGN turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan seluruh pihak yang membantu penanganan siswa terdampak, serta berharap mereka segera pulih dan kembali beraktivitas. (ma)