Viralterkini.id, JAKARTA — PepsiCo menjajaki kerja sama lanjutan dengan lima startup di Asia Pasifik untuk mengembangkan solusi di bidang pengelolaan limbah, pertanian, dan efisiensi logistik. Penjajakan ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) melalui program Greenhouse APAC 2026: The IMPACT Edition.
Salah satu startup yang terlibat adalah Bali Waste Cycle dari Indonesia, yang mengembangkan solusi pengumpulan dan daur ulang kemasan plastik fleksibel. Bersama PepsiCo Indonesia, perusahaan rintisan tersebut menjajaki perluasan pengelolaan kemasan bekas serta pemanfaatan material daur ulang.
Selama program berlangsung, Bali Waste Cycle mengolah kemasan makanan ringan menjadi papan petunjuk jalan yang telah dipasang di Denpasar dan Gianyar, Bali. Inisiatif ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan limbah kemasan yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Meski demikian, penandatanganan LoI belum menjadi jaminan implementasi komersial. Kedua pihak masih perlu mengevaluasi peluang pengembangan program dan menyepakati tahapan kerja sama berikutnya.

Program yang berlangsung selama tujuh bulan tersebut melibatkan lima startup, yakni Adiona dari Australia, Bali Waste Cycle dari Indonesia, Beijing AIForce Tech dari China, Takachar dari Thailand, dan X-Centric Sciences dari Australia. Mereka mengembangkan solusi yang mencakup optimasi logistik berbasis kecerdasan buatan (AI), traktor listrik, pengolahan residu pertanian, serta teknologi pemantauan kondisi tanah.
Di China, Beijing AIForce Tech telah mengoperasikan traktor listrik berkapasitas 140 HP melalui perjanjian sewa komersial selama lima tahun dengan PepsiCo China untuk mendukung budidaya kentang. Perusahaan tersebut juga menguji model traktor berkapasitas 180 HP yang dijadwalkan menyelesaikan pengujian pada akhir 2026.
Sementara itu, Adiona menjajaki penerapan teknologi optimasi jaringan logistik di China. Takachar mengevaluasi potensi penggunaan teknologi pengolahan residu pertanian menjadi biochar atau arang hayati, sedangkan X-Centric Sciences mengembangkan teknologi analisis kondisi tanah untuk mendukung pengambilan keputusan dalam kegiatan pertanian.
Melalui program IMPACT Edition, PepsiCo melibatkan tim lintas fungsi untuk mengevaluasi aspek teknis, operasional, komersial, dan kepatuhan dari setiap solusi yang ditawarkan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengukur kesiapan teknologi sebelum dipertimbangkan untuk diterapkan dalam skala lebih luas.
Chief Executive Officer PepsiCo Asia Pasifik, Anne Tse, mengatakan kolaborasi dengan startup menjadi salah satu pendekatan untuk menguji solusi teknologi yang berpotensi menjawab tantangan bisnis dan operasional di sektor pangan.
Sejak diluncurkan pada 2023, PepsiCo Greenhouse APAC Program telah melibatkan 30 startup dan mendukung 22 proyek percontohan di bidang ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, dan solusi iklim.
Pada edisi 2026, program ini berfokus pada transisi dari proyek percontohan menuju kesiapan komersial. Namun, realisasi setiap kerja sama masih bergantung pada hasil evaluasi, kesesuaian kebutuhan operasional, potensi bisnis, serta kesepakatan lanjutan antara PepsiCo dan masing-masing startup.(DP)