x Viralterkini

DFSK Mulai Tinggalkan Citra Mobil Komersial, E5 Plus Jadi Andalan Baru di Pasar SUV

waktu baca 3 menit
Rabu, 30 Sep 2026 06:55 15 Denny Pohan

Viralterkini.id, BATAM – DFSK mulai mengubah peta bisnisnya di Indonesia. Merek yang selama ini kuat di kendaraan komersial tersebut kini semakin agresif masuk ke pasar kendaraan penumpang melalui E5 Plus, SUV plug-in hybrid yang diposisikan sebagai bagian dari arah baru DFSK di segmen elektrifikasi.

Setelah diperkenalkan di sejumlah kota, E5 Plus kini dibawa ke Batam melalui regional launch yang berlangsung di Mega Mall Batam Centre pada 29 September–4 Oktober 2026.

Langkah ini bukan sekadar memperluas distribusi satu model. DFSK menjadikan E5 Plus sebagai kendaraan yang membawa pesan perubahan portofolio, dari basis kendaraan komersial menuju kendaraan penumpang dengan teknologi elektrifikasi, fitur keselamatan, serta kenyamanan yang lebih tinggi.

“DFSK sedang bertransformasi, bukan meninggalkan akar yang telah membangun perjalanan kami di Indonesia. Kendaraan komersial tetap menjadi bagian penting dari bisnis kami, sementara melalui E5 Plus kami memperluas pilihan ke segmen kendaraan penumpang dengan menghadirkan teknologi dan pengalaman berkendara yang berbeda,” ujar Franz Wang, Chief Operating Officer of Sales Center PT Sokonindo Automobile.

Pergerakan tersebut mulai terlihat dari kontribusi E5 Plus terhadap penjualan DFSK. Hingga September 2026, E5 Plus telah mengantongi 600 SPK secara nasional. DFSK menargetkan angka tersebut meningkat menjadi 1.000 unit sepanjang 2026.

Pada GIIAS 2026, E5 Plus juga menjadi model dengan kontribusi penjualan terbesar DFSK dengan 380 SPK. Catatan tersebut menjadi modal DFSK untuk memperluas penetrasi E5 Plus ke pasar daerah.

PHEV Jadi Senjata DFSK

E5 Plus mengandalkan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin.

Konsep tersebut membuat E5 Plus tidak hanya bergantung pada infrastruktur pengisian daya. Tenaga listrik dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari, sementara mesin bensin memberikan fleksibilitas ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan yang lebih jauh.

Dengan konfigurasi enam penumpang, E5 Plus menyasar konsumen yang membutuhkan SUV dengan ruang kabin sekaligus teknologi elektrifikasi.

Kabin dibekali captain seat, ventilated seat pada baris pertama dan kedua, layar hiburan belakang 15,6 inci, sistem audio 13-speaker, serta infotainment berbasis Snapdragon 8155.

Di sektor keselamatan, DFSK menyematkan 18 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2. Fitur tersebut mencakup Adaptive Lane Change Assist dan Automatic Parking Assist.

E5 Plus juga membawa teknologi Vehicle-to-Load (V2L) hingga 3,3 kW yang memungkinkan energi baterai digunakan untuk menyuplai perangkat listrik di luar kendaraan.

Sementara sistem penggeraknya mengandalkan Smart Power System DE-i yang mengatur penggunaan tenaga listrik dan mesin pembakaran sesuai kebutuhan berkendara.

E5 Plus menggunakan baterai 25,3 kWh dengan dukungan Battery Management System (BMS). Pengisian cepat DC memungkinkan baterai diisi dari 30 persen hingga 80 persen dalam kisaran 20–28 menit.

Batam Jadi Ujian Berikutnya

Setelah Palembang, Medan, Bandung, dan Bali, Batam menjadi pasar berikutnya yang dibidik DFSK untuk memperluas penetrasi E5 Plus.

Kota ini memiliki karakteristik pasar yang berbeda karena berperan sebagai salah satu pusat industri dan ekonomi di Kepulauan Riau. Kondisi tersebut membuat kebutuhan mobilitas masyarakat dan pelaku usaha di Batam cukup beragam.

DFSK menggandeng Majesty Group sebagai mitra dealer untuk memperkuat kehadiran E5 Plus sekaligus jaringan layanan purnajual di wilayah tersebut.

Di belakang produk, DFSK juga mengandalkan fasilitas produksi PT Sokonindo Automobile di Cikande, Serang, Banten. Pabrik tersebut menggunakan konsep Industry 4.0 dengan tingkat otomasi tinggi pada proses stamping dan painting serta pemeriksaan kualitas melalui End-of-Line inspection.

Bagi DFSK, E5 Plus kini memiliki peran yang lebih besar dari sekadar tambahan model. SUV PHEV tersebut menjadi salah satu instrumen untuk mengubah persepsi pasar terhadap DFSK sekaligus membuka ruang baru di tengah persaingan kendaraan elektrifikasi yang semakin padat.

Ekspansi ke Batam menjadi langkah lanjutan untuk menguji seberapa jauh strategi baru tersebut dapat diterima pasar di luar basis tradisional DFSK.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini