Viralterkini.id, JAKARTA — Geely memperluas basis produksi kendaraan elektrifikasinya ke Amerika Latin. Melalui RENAULT GEELY DO BRASIL, Geely mulai memproduksi lokal EX5 EM-i Super Hybrid di Ayrton Senna Industrial Complex, Curitiba, Brasil.
Produksi lokal tersebut menjadi yang pertama bagi kendaraan Geely di Brasil melalui kolaborasi Geely Holding Group, Geely Automobile Holdings, dan Renault Group. Geely EX5 EM-i Super Hybrid dijadwalkan memasuki pasar Brasil sebelum akhir 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Geely memperluas jejak manufaktur di luar China sekaligus memperkuat posisi di pasar kendaraan energi baru Amerika Latin.
Fasilitas Ayrton Senna Industrial Complex telah ditingkatkan untuk mendukung penggunaan arsitektur Global Intelligent Electric Architecture (GEA). Pengembangan tersebut memungkinkan fasilitas memproduksi kendaraan dengan beragam teknologi penggerak, mulai dari mesin pembakaran internal (ICE), flex-hybrid, hingga kendaraan listrik (EV).

Selain EX5 EM-i, Geely juga menyiapkan produksi EX2, hatchback listrik berbasis arsitektur GEA. Produksi model tersebut dijadwalkan dimulai pada Desember 2026.
Senior Vice President Geely Holding Group Victor Yang mengatakan Brasil menjadi salah satu pasar strategis dalam ekspansi global Geely, khususnya untuk pengembangan bisnis kendaraan energi baru di Amerika Latin.

Sementara itu, President & CEO RENAULT GEELY DO BRASIL Ariel Montenegro menyebut pengembangan fasilitas produksi tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan model baru, tetapi juga memperluas kemampuan manufaktur kendaraan elektrifikasi di kawasan tersebut.
Kolaborasi Geely dan Renault juga berkembang di sejumlah pasar lain. Di Korea Selatan, keduanya bekerja sama melalui Renault Korea, sementara melalui Horse Powertrain Limited kedua perusahaan mengembangkan teknologi powertrain hybrid rendah emisi dan mesin pembakaran internal.
Di Indonesia, kolaborasi produksi Geely dengan mitra lokal telah mencakup Starray EM-i, EX5, dan EX2. Ketiga model tersebut mulai dirakit secara lokal sejak 2025 dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 46,5%.
Perluasan produksi di Brasil dan Indonesia menunjukkan pola strategi yang sama: Geely tidak hanya mengandalkan ekspor kendaraan, tetapi mulai membangun kapasitas manufaktur lokal untuk memperluas penetrasi kendaraan elektrifikasi di pasar regional.(DP)