x Viralterkini

Industri Kosmetik Indonesia Makin Padat, Cosmobeauté 2026 Bidik Ekosistem Bisnis

waktu baca 4 menit
Kamis, 17 Sep 2026 08:45 248 Denny Pohan

Viralterkini.id, TANGERANG — Industri kosmetik Indonesia semakin padat. Hingga Juli 2026, jumlah perusahaan di sektor ini mencapai 1.655 perusahaan, naik dari sekitar 1.500 perusahaan pada 2025. Pada saat yang sama, jumlah produk kosmetik yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menembus lebih dari 354.000 produk hingga Juni 2026.

Pertumbuhan jumlah pelaku usaha dan produk tersebut menunjukkan semakin luasnya aktivitas di industri kecantikan nasional. Namun, ekspansi tersebut juga membuat kebutuhan terhadap rantai pasok, teknologi, bahan baku, manufaktur, sumber daya manusia, hingga jaringan bisnis ikut meningkat.

Kondisi inilah yang menjadi salah satu konteks penyelenggaraan Cosmobeauté Indonesia 2026. Memasuki edisi ke-19, pameran industri kecantikan tersebut akan digelar pada 1-3 Oktober 2026 di Hall 5-9 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Pameran tahun ini menempati area sekitar 25.000 meter persegi dengan lebih dari 600 perusahaan dan 1.550 brand dari berbagai negara dan wilayah. Penyelenggara menargetkan sekitar 20.000 pengunjung profesional serta menyiapkan lebih dari 60 program yang mencakup pertemuan bisnis, forum industri, pelatihan, workshop, demonstrasi, kompetisi dan penghargaan.

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, Kristi Wulandari, mengatakan perkembangan industri kecantikan membutuhkan hubungan yang semakin kuat antar-pelaku dalam rantai industri.

“Pertumbuhan industri kecantikan Indonesia menciptakan peluang yang besar, tetapi pada saat yang sama juga membutuhkan ekosistem yang semakin terhubung,” ujar Kristi.

Menurut dia, Cosmobeauté Indonesia diarahkan untuk mempertemukan brand, produsen, pemasok, pembeli, profesional dan ahli dalam satu platform.

Rantai Bisnis Jadi Perhatian

Pertumbuhan jumlah perusahaan dan produk kosmetik juga berimplikasi pada kebutuhan industri di luar sisi hilir. Akses terhadap bahan baku, formulasi, teknologi produksi dan manufaktur menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis ketika jumlah pemain semakin bertambah.

Cosmobeauté Indonesia mencoba mengakomodasi kebutuhan tersebut melalui Beauté Meeting, program business matching yang mempertemukan peserta pameran dengan buyer dan calon mitra berdasarkan kebutuhan bisnis.

Pada penyelenggaraan 2025, program tersebut mempertemukan 436 buyer dari enam negara dalam 797 pertemuan bisnis.

Selain transaksi dan penjajakan kerja sama, penyelenggara juga menghadirkan Beauté Speak dan Supply Chain Academy. Kedua program tersebut membahas sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan perkembangan industri, mulai dari regulasi, perkembangan ilmiah, tren konsumen, transformasi digital hingga manufaktur.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa persaingan di industri kecantikan tidak lagi semata ditentukan oleh banyaknya produk yang beredar. Kemampuan pelaku usaha mengakses teknologi, memahami perubahan pasar, mengembangkan formulasi dan membangun rantai pasok juga menjadi bagian dari dinamika industri.

Teknologi dan Segmen Baru

Perubahan kebutuhan pasar turut tercermin dari semakin luasnya cakupan Cosmobeauté Indonesia 2026. Sejumlah segmen baru akan hadir, termasuk Beauty Tech & AI, Ingredients & Formulation, Machinery, Hair Zone, Men’s Products, Dental Aesthetics, Mother & Baby, Senior Wellness, Wellness Solution, serta Finished Products.

Kehadiran Beauty Tech & AI, misalnya, mencerminkan masuknya teknologi digital dan kecerdasan buatan ke dalam rantai industri kecantikan. Sementara Ingredients & Formulation serta Machinery menyasar kebutuhan yang lebih dekat dengan proses pengembangan dan produksi.

Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, Beautéducation menghadirkan seminar, pelatihan, workshop dan sertifikasi di bidang kecantikan, kuku, rambut, estetika, parfum, salon dan spa.

Program tersebut juga mencakup Cosmo Inclusive Makeup Class dan Cosmo Inclusive Barber Class, yang memberikan ruang pengembangan keterampilan bagi penyandang disabilitas.

Sementara Beauté Live dan Beauté Spot menjadi ruang demonstrasi, diskusi, kompetisi profesional dan penghargaan. Pengunjung juga dapat mengikuti Cosmobeauté Experience Connect yang menghadirkan layanan seperti massage, nail art serta hair & skin check.

Dari Pameran ke Ekosistem

Sejumlah pelaku industri yang pernah terlibat melihat Cosmobeauté Indonesia tidak hanya dari sisi pameran produk.

Founder & CMO BLP Beauty Lizzie Para menilai Cosmobeauté Indonesia menjadi ruang untuk mengikuti perkembangan inovasi, formulasi dan teknologi industri kecantikan.

Sementara Operational & Development Director PT Panca Nature Hendra Rizki Akbar, yang sebelumnya menjadi pembicara Supply Chain Academy, melihat adanya peluang bisnis sekaligus pertukaran pengetahuan.

Dari sisi buyer internasional, Hafiza binti Alias, Director Furqon Wellness Sdn Bhd dari Malaysia, menilai keberagaman peserta internasional membuka peluang untuk menemukan pemasok dan mitra bisnis.

Pengalaman serupa disampaikan Elisha A.G., Marketing Export PT Citrasemesta Asrisejati, yang menyebut perusahaannya telah berpartisipasi dalam Cosmobeauté Indonesia selama lebih dari lima tahun.

“Kami selalu kembali karena pameran ini menarik banyak pengunjung serta pembeli dari dalam dan luar negeri,” ujarnya.

Dengan jumlah perusahaan kosmetik yang telah mencapai 1.655 unit dan produk terdaftar BPOM yang melampaui 354.000, industri kecantikan Indonesia memasuki fase dengan jumlah pemain dan produk yang semakin besar. Dalam kondisi tersebut, kebutuhan terhadap konektivitas bisnis, teknologi, pengetahuan dan rantai pasok menjadi semakin penting.

Cosmobeauté Indonesia 2026 akan membawa kebutuhan tersebut ke dalam satu platform pada Oktober mendatang, dengan cakupan yang tidak hanya menyentuh produk jadi, tetapi juga bahan baku, formulasi, mesin, teknologi, jasa profesional dan pengembangan kompetensi.(DP)

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini