Mantan Pemain dan Pelatih Persija, Iwan Setiawan, yang Meninggal Dunia. Foto : ist Iwan Setiawan, Pelatih Tegas dan Penuh Warna yang Tutup Usia
Viralterkini.id, Jakarta – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Pelatih senior Iwan Setiawan meninggal dunia pada Kamis, 3 September 2026, dalam usia 68 tahun.
Pelatih yang akrab disapa Coach Iwan itu dikabarkan mengembuskan napas terakhir di Medan, Sumatra Utara. Kepergiannya disebut akibat serangan jantung disertai komplikasi asam lambung.
Sepanjang hidupnya, Iwan Setiawan dikenal sebagai sosok yang tegas, berkarakter kuat, eksentrik, dan ceplas-ceplos. Gaya komunikasinya yang lugas membuat kehadirannya selalu memberikan warna tersendiri dalam sepak bola nasional.
Iwan Setiawan lahir di Medan pada 5 Juli 1958. Namun, terdapat pula sejumlah sumber yang mencantumkan tahun kelahirannya sebagai 1968.

Sebelum dikenal sebagai pelatih, Iwan lebih dahulu menjalani karier sebagai pemain profesional. Ia memulai perjalanannya bersama Pelita Jaya pada 1987 dan bertahan hingga 1992.
Berposisi sebagai pemain bertahan maupun gelandang, Iwan kemudian memperkuat Arseto Solo pada 1994 dan Persija Jakarta pada 1995. Cedera akhirnya membuatnya memutuskan gantung sepatu.
Iwan juga pernah menjadi bagian dari Timnas Indonesia di berbagai kelompok umur, mulai dari U-16, U-19, U-23, hingga menembus tim nasional senior.
Saat membela Pelita Jaya, ia ikut menjadi bagian dari masa kejayaan klub tersebut dalam kompetisi Galatama pada penghujung 1980-an hingga awal 1990-an.
Setelah pensiun sebagai pemain, Iwan Setiawan memilih melanjutkan pengabdiannya terhadap sepak bola melalui jalur kepelatihan.
Ia mengambil lisensi C dan B AFC pada 1997, kemudian melanjutkan pendidikan dengan memperoleh Lisensi A AFC pada 2002. Iwan juga mengantongi sertifikasi kepelatihan dari Akademi Sepak Bola Kerajaan Belanda atau KNVB.
Karier kepelatihannya bermula dari Persija Junior pada 1997. Dari level pembinaan usia muda, namanya terus berkembang hingga dipercaya menangani berbagai klub di kompetisi nasional.
Iwan pernah melatih Persikabo Bogor, Persijatim Solo, PSMS Medan, Persija Jakarta, Pusamania Borneo FC, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Persibo Bojonegoro, Persema Malang, dan Sriwijaya FC.
Ia juga mendapat kepercayaan menangani Timnas Indonesia U-14 dan U-17 pada periode 2004–2005.
Kedekatan Iwan Setiawan dengan Persija tidak hanya terjalin ketika dirinya masih menjadi pemain. Ia juga pernah dipercaya menjadi pelatih kepala tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Iwan menangani Persija dalam kompetisi Indonesia Super League sekitar musim 2011–2013. Karakter keras dan kedisiplinannya menjadi ciri khas dalam memimpin tim.
Meski terkadang memunculkan kontroversi akibat komentarnya yang terbuka, Iwan dikenal memiliki keberanian dalam menyampaikan pandangan dan menjaga prinsip sepak bola yang diyakininya.
Salah satu pencapaian terbaik Iwan Setiawan sebagai pelatih ditorehkan bersama Pusamania Borneo FC.
Ia berhasil membawa klub asal Samarinda tersebut menjuarai Divisi Utama 2014. Gelar itu sekaligus mengantarkan Borneo FC mendapatkan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Iwan kembali mempersembahkan prestasi bagi Borneo FC ketika mengantarkan tim tersebut menjuarai Piala Gubernur Kalimantan Timur pada 2016.
Keberhasilan itu memperkuat reputasinya sebagai pelatih berpengalaman yang mampu membangun tim dengan karakter permainan kompetitif.
Iwan Setiawan juga mempunyai peran penting dalam perjalanan kebangkitan Persebaya Surabaya.
Ia menjadi pelatih pertama yang menangani dan membentuk fondasi skuad Persebaya ketika klub berjuluk Bajul Ijo itu kembali berkompetisi di Liga 2 musim 2017.
Walaupun tidak mendampingi Persebaya hingga akhir musim, kontribusinya dalam proses awal pembentukan tim tetap menjadi bagian dari perjalanan klub tersebut sebelum akhirnya menjuarai Liga 2 dan promosi ke kasta tertinggi.
Usia tidak menghentikan Iwan Setiawan untuk terus berkecimpung di dunia sepak bola. Ia tetap aktif menangani sejumlah klub daerah, termasuk Persibo Bojonegoro dan Persema Malang.
Pada awal 2026, Iwan dipercaya menjadi pelatih kepala Sriwijaya FC. Jabatan tersebut menjadi salah satu bagian terakhir dalam perjalanan panjangnya sebagai pelatih.
Selama lebih dari dua dekade berada di dunia kepelatihan, Iwan bukan hanya mencatatkan gelar, tetapi juga ikut membina pemain muda dan membangun fondasi sejumlah klub Indonesia.
Coach Iwan dikenal sebagai pelatih yang tidak ragu menyampaikan kritik secara terbuka. Pilihan katanya yang lugas dan spontan kerap menjadi perhatian publik.
Namun, di balik karakternya yang keras, ia mempunyai kecintaan besar terhadap sepak bola Indonesia. Kedisiplinan, keberanian, dan keteguhannya memegang prinsip menjadi bagian yang melekat dalam ingatan para pemain maupun insan sepak bola nasional.
Kepergian Iwan Setiawan meninggalkan duka mendalam. Sepak bola Indonesia kehilangan salah satu pelatih senior yang penuh pengalaman, tegas, dan selalu memberikan warna di pinggir lapangan.
Selamat jalan, Coach Iwan Setiawan. Dedikasi dan jejak panjangmu akan tetap menjadi bagian dari sejarah sepak bola Indonesia. (ma)
