x Viralterkini

Sembilan Formatur PBNU 2026–2031 Ditetapkan, Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

waktu baca 3 menit
Senin, 31 Agu 2026 10:17 24 M Ary K

VIRALTERKINI.ID, JOMBANG – Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memasuki tahap akhir dengan ditetapkannya sembilan anggota tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan PBNU masa khidmah 2026–2031.

Susunan tim formatur diumumkan Pimpinan Sidang Pleno V, Prof H Ganefri, di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Ganefri menjelaskan, komposisi formatur telah diatur dalam tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU. Anggotanya berasal dari Wilayah Timur, Tengah, Barat, serta perwakilan tuan rumah Muktamar, Jawa Timur.

“Sesuai dengan Pasal 11 Bab 4 Bab 6 Tatib Pemilihan Ketua Umum, formatur terdiri dari tiga wilayah mewakili Wilayah Timur, Wilayah Tengah, dan Wilayah Barat,” ujar Ganefri.

Selain perwakilan wilayah, Rais Aam PBNU terpilih, KH Miftachul Akhyar, secara ex officio menjadi ketua formatur. Sementara Ketua Umum PBNU terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, menjadi sekretaris formatur. Keduanya telah ditetapkan dalam rangkaian Muktamar Ke-35 NU.

Susunan Tim Formatur PBNU 2026–2031

Tim formatur tersebut terdiri atas:

  1. KH Miftachul Akhyar — Ketua Formatur
  2. KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) — Sekretaris Formatur
  3. KH Abdul Qahar Yelifele — unsur Syuriyah, Papua Pegunungan
  4. Haji Amri Manaf — unsur Tanfidziyah, Maluku
  5. KH Wildan — unsur Syuriyah, Kalimantan Selatan
  6. Prof Masnun Tahir — unsur Tanfidziyah, Nusa Tenggara Barat
  7. KH Abdul Ghaffar Rozin — perwakilan Wilayah Barat, Jawa Tengah
  8. Prof H Ganefri — perwakilan Wilayah Barat, Sumatra
  9. KH Abdul Matin Jawahir — perwakilan tuan rumah, Jawa Timur

Ganefri mengatakan tim formatur diberikan waktu maksimal satu bulan setelah Muktamar untuk menyelesaikan susunan kepengurusan PBNU periode 2026–2031.

“Jumlah formatur yang akan menyusun kepengurusan PBNU periode 2026–2031 berjumlah sembilan orang. Sesuai dengan tatib, diberikan amanat paling lama satu bulan setelah pelaksanaan Muktamar ini,” katanya.

Diawali Pemilihan Sembilan Anggota AHWA

Pembentukan tim formatur menjadi kelanjutan dari proses pemilihan sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Pemilihan dilakukan berdasarkan usulan lebih dari 500 perwakilan PWNU dan PCNU.

Dalam tabulasi yang selesai pada Minggu (30/8/2026), KH Nurul Huda Jazuli memperoleh suara terbanyak dengan 486 suara. Posisi berikutnya ditempati TGK Nuruzzahri Yahya dengan 478 suara dan KH Baharuddin HS dengan 392 suara.

Sembilan anggota AHWA kemudian bermusyawarah dan menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU masa khidmah 2026–2031.

Muktamar Ke-35 NU menjadi momentum penting karena merupakan muktamar pertama pada abad kedua NU. Forum tersebut menentukan arah kepemimpinan dan kepengurusan PBNU untuk lima tahun mendatang. (ma)

5 Poin Penting

  1. Muktamar Ke-35 NU menetapkan sembilan anggota tim formatur PBNU 2026–2031.
  2. KH Miftachul Akhyar menjadi ketua formatur dan Gus Kikin menjadi sekretaris.
  3. Formatur melibatkan perwakilan Wilayah Timur, Tengah, Barat, dan tuan rumah Jawa Timur.
  4. Tim formatur diberi waktu maksimal satu bulan untuk menyusun kepengurusan PBNU.
  5. Pembentukan formatur menjadi tahap lanjutan setelah penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini