Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute, Ahmad Fadhli. Foto : ist Viralterkini.id, JAKARTA – Adidaya Institute mendesak Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang untuk bekerja keras memperbaiki tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan segera. Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute Ahmad Fadhli bahkan mengultimatum Nanik Deyang untuk mundur dari jabatannya jika tak mampu melakukan perbaikan tata kelola MBG dalam waktu dekat.

“Kepala BGN Nanik S Deyang harus mampu mengurai masalah tata kelola utama MBG (Sesuai dengan hasil survei Adidaya Institute yang menyimpulkan tata kelola MBG 24,9 persen sebagai masalah utama). Jika masalah utama ini tidak mampu diselesaikan maka sebaiknya mundur sebagai kepala BGN atau segera di-reshuffle oleh Presiden Prabowo,” ujar Fadhli dalam keterangan kepada awak media, Selasa (21/7) siang.
Fadhli pun menegaskan program MBG ini harus terus berjalan meski banyak digerogoti kasus korupsi. Pasalnya, menurut Fadhli, program ini memang menjadi program pemerintahan Prabowo yang paling dirasakan langsung dampaknya pada masyarakat Indonesia.
“Jika merujuk hasil survey Adidaya Institute, MBG adalah program paling populer yang sudah diketahui oleh publik, dengan angka 98,3 persen. Senada, dalam survei itu, program MBG ini juga dianggap paling berdampak langsung kepada keluarga Indonesia, dengan angka sekitar 67,6 persen,” jelas dia

“MBG Tidak boleh dihentikan hanya karena korupsi yang dilakukan oleh ‘Oknum” Pejabat BGN. Jika ada tikus di lumbung padi, maka tikusnya yang ditangkap bukan lumbung padinya yang dibakar,” sambungnya.
Fadhli melihat masih banyak sumber daya manusia (SDM) di lingkaran Presiden Prabowo yang memiliki integritas dan kapasitas yang mumpuni. Sehingga, dengan demikian, Presiden Prabowo tak perlu ragu untuk mengganti posisi Nanik Deyang jika tak mampu mengemban amanah tersebut.
“Masih banyak sumberdaya manusia di lingkaran Presiden Prabowo yang punya kapasitas dan integritas utk memimpin dan menyelesaikan masalah di BGN,” ucapnya.
Sebelumnya, pada Senin (20/7) kemarin, Presiden Prabowo sempat menyinggung tindakan sejumlah pihak yang masih tetap nyinyir terhadap program MBG dan menyebutnya sebagai bentuk pemborosan. Menurut Presiden, tindakan mereka tersebut tidak berdasar, tidak nasionalis dan tidak pro pada kelompok miskin.
“Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil dan orang lansia. Tapi ribuan triliunan menguap dari bumi Indonesia tiap tahun, tidak ada pakar yang protes. Tidak ada investigasi,” pungkasnya. (ma)