Terminal Kijing Resmi Layani Ekspor Perdana Peti Kemas
waktu baca 4 menit
Kamis, 2 Jul 2026 00:19 10 Iskandar S.E
Viralterkini.id, MEMPAWAH – Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, resmi memulai layanan ekspor peti kemas internasional. Pelepasan ekspor perdana yang dilakukan pada Senin (29/6) menjadi tonggak penting optimalisasi pelabuhan tersebut sebagai gerbang perdagangan luar negeri sekaligus upaya memperkuat konektivitas logistik nasional.
Ekspor perdana dilepas langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Sebanyak 180 peti kemas diberangkatkan dengan membawa berbagai komoditas unggulan daerah menuju sejumlah negara tujuan melalui Malaysia.
Komoditas yang dikirim berasal dari sejumlah perusahaan di Kalimantan Barat. PT Borneo Alumina Indonesia mengekspor 12 peti kemas berisi Alumina Hydroxide, PT Unicoco Industries Indonesia mengirimkan dua peti kemas produk olahan kelapa menuju Pasir Gudang, Malaysia, sedangkan PT Ferrindo mengekspor 10 peti kemas kelapa bulat ke Yangpu, Tiongkok.
Selain itu, PT Indonesia Chemical Alumina dari kawasan Tayan mengirimkan 150 peti kemas menuju Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Pengiriman tersebut menandai dimulainya layanan ekspor peti kemas internasional secara reguler melalui Terminal Kijing.
Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, resmi memulai layanan ekspor peti kemas internasional. Pelepasan ekspor perdana yang dilakukan pada Senin (29/6) (Foto:Istimewa)
Layanan ekspor ini dioperasikan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2. Sebelumnya, Terminal Kijing telah menerima kunjungan perdana kapal peti kemas pada 10 Juni 2026 sebagai bagian dari pembukaan layanan peti kemas di pelabuhan tersebut.
Pada kegiatan ekspor perdana, operasional dilayani menggunakan kapal MV WGM 256 T yang bersandar di Dermaga PK 02 pada 28 Juni 2026, kemudian dilanjutkan oleh TK MMSS 2711/TB Megah 1611 pada 29 Juni 2026.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi langkah Pelindo dalam mengembangkan Terminal Kijing sebagai pusat logistik baru di wilayah tersebut. Menurutnya, keberadaan layanan peti kemas akan memperkuat daya saing ekspor sekaligus membuka peluang investasi yang lebih besar.
“Mari kita bersama-sama mendukung pengembangan Terminal Kijing. Pemerintah Provinsi juga terus mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju Kijing agar konektivitas logistik semakin baik dan investasi semakin cepat masuk ke Kalimantan Barat,” ujar Ria Norsan.
Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Farid Padang, mengatakan ekspor perdana ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap Terminal Kijing sebagai gerbang ekspor Kalimantan Barat.
Menurut Farid, Pelindo akan menyiapkan kapal berkapasitas lebih besar sehingga ke depan pengiriman ekspor dapat dilakukan langsung ke negara tujuan tanpa harus melalui pelabuhan transit.
“Ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Optimalisasi Terminal Kijing harus terus didukung melalui sinergi seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa, dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional dan tata kelola pelabuhan agar pelayanan semakin baik,” kata Farid.
Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menilai keberhasilan ekspor perdana merupakan hasil kolaborasi antara Pelindo, pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, eksportir, serta seluruh pemangku kepentingan.
Ia memastikan berbagai fasilitas pendukung, termasuk peralatan bongkar muat peti kemas, telah disiapkan untuk memberikan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan kompetitif.
“Ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa Terminal Kijing mulai mendapatkan kepercayaan dari pelaku usaha. Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung sehingga terminal ini siap memberikan layanan yang efektif, efisien, dan berdaya saing,” ujar Budi.
Budi menambahkan, hadirnya layanan peti kemas memberikan alternatif bagi eksportir Kalimantan Barat untuk mengirimkan produknya langsung melalui pelabuhan di daerah sendiri. Langkah tersebut diyakini mampu memangkas rantai distribusi sekaligus menekan biaya logistik.
“Semakin banyak komoditas yang diekspor melalui Terminal Kijing, semakin besar nilai tambah yang dinikmati daerah. Pelabuhan tidak hanya menjadi pintu keluar masuk barang, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan daya saing wilayah,” katanya.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak, Capt. Dwi Wahdiana, mengatakan Terminal Kijing kini telah melayani berbagai jenis aktivitas kepelabuhanan, mulai dari curah kering, curah cair, multipurpose hingga peti kemas.
“Ini menjadi langkah awal yang baik. Seluruh pihak perlu terus bersinergi untuk mengoptimalkan pelayanan dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional serta tata kelola pelabuhan yang semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina Ria Norsan, menyatakan optimalisasi Terminal Kijing akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, termasuk membuka lapangan kerja dan mempermudah ekspor komoditas lokal.
“Perekonomian di Mempawah akan berkembang, terutama melalui peningkatan kesempatan kerja dan kemudahan akses ekspor hasil bumi. Karena itu, seluruh stakeholder perlu terus berkolaborasi, baik dari sisi operasional maupun infrastruktur pendukung,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran arus barang, Terminal Kijing menerapkan dua skema layanan pelayaran, yakni Direct Call menuju Pasir Gudang, Malaysia, serta Transshipment melalui Pasir Gudang untuk pengiriman komoditas ke Tiongkok.
Pelaksanaan ekspor perdana ini mencatatkan nilai ekspor sebesar USD1,2 juta atau sekitar Rp21,49 miliar, sekaligus menandai babak baru dalam peningkatan efisiensi logistik dan penguatan daya saing ekspor Kalimantan Barat di pasar internasional.(***)