x Pulau Seribu Asri

Mubes Makayoa Jabodetabek Berlangsung Hangat, Para Tokoh Serukan Persatuan

waktu baca 3 menit
Minggu, 24 Mei 2026 17:56 39 Boby Noviendi

Viralterkini.id, JAKARTA — Masyarakat Suku Makayoa (Makeang–Kayoa) Maluku Utara yang berdomisili di wilayah Jabodetabek menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada Sabtu (24/05/2026) di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan tersebut berlangsung hangat, penuh nuansa kekeluargaan, dan menjadi ajang konsolidasi besar masyarakat Makayoa di tanah rantau.

Sejumlah tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, hingga keluarga besar Makayoa tampak hadir dan terlibat aktif dalam forum tersebut.

Jalannya musyawarah dipandu oleh Iradat Ismail, S.H. bersama Abdu RH Muhammad. Dalam sambutannya, Iradat menekankan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat rasa memiliki terhadap “rumah besar” Makayoa di tengah kehidupan perantauan.

“Kita berkumpul bersama untuk membicarakan bagaimana mengurus rumah besar ini supaya semua yang ada di dalamnya bisa hidup bersama dan bahagia bersama. Kalau ingin bahagia bersama, harus ada kepala rumah tangga yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarga yang ada di dalam rumah ini,” ujar Iradat.

Ia menegaskan, organisasi Makayoa tidak boleh hanya menjadi simbol perkumpulan, tetapi harus menjadi ruang bersama yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat Makeang–Kayoa tanpa sekat.

“Makayoa ini keluarga besar. Karena itu, pemimpinnya harus mengenal semua orang yang ada di dalam rumah besar ini,” lanjutnya.

Suasana musyawarah berlangsung dinamis namun tetap cair dan penuh keakraban.

Sejumlah tokoh adat dan sesepuh Makayoa turut memberikan pandangan terkait pentingnya menjaga solidaritas masyarakat Makeang–Kayoa di Jabodetabek, terutama di tengah tantangan sosial dan perubahan zaman.

Salah satu tokoh yang hadir, Muhamad, mengingatkan generasi muda agar tidak apatis terhadap organisasi dan identitas budaya mereka sendiri.

“Kalau bukan kalian yang muda-muda yang peduli, lalu siapa lagi yang akan peduli?” katanya di hadapan peserta musyawarah.

Ia juga menekankan bahwa semangat berbagi dan saling merangkul harus menjadi nilai utama dalam kehidupan masyarakat Makayoa.

“Pemimpin hanya satu, tetapi jiwa untuk saling berbagi dan saling merangkul harus dimiliki semua orang,” ujarnya.

Turut hadir dalam forum tersebut, eks Ketua Umum Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU), Nabil Salim.

Dalam sambutannya, Nabil menegaskan bahwa siapapun yang nantinya dipercaya memimpin Makayoa Jabodetabek harus mampu menjadi perekat seluruh keluarga besar Makayoa, bukan hanya kelompok tertentu.

“Siapapun yang terpilih nanti harus menjadi pemimpin untuk semua. Jangan ada sekat, jangan ada kubu. Yang dibutuhkan Makayoa hari ini adalah sosok yang mampu merangkul seluruh keluarga besar Makeang–Kayoa,” tegas Nabil.

Menurutnya, kekuatan utama masyarakat perantauan terletak pada persatuan dan kemampuan menjaga solidaritas antar sesama warga.

“Organisasi ini jangan hanya hidup ketika ada pemilihan. Makayoa harus terus hidup dalam kegiatan sosial, pendidikan, budaya, dan dalam semangat saling membantu antarsaudara,” tambahnya.

Selain menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi, Mubes tersebut juga diisi dengan diskusi mengenai penguatan organisasi, pelestarian budaya, serta peran masyarakat Makayoa dalam bidang sosial dan pendidikan di Jabodetabek.

Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan hingga akhir acara dan ditutup dengan ramah tamah antarwarga.

Para peserta berharap forum seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin guna menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, dan merawat identitas budaya Makayoa di tanah rantau. (bn)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri