x Pulau Seribu Asri

Presiden Prabowo Tegur Keras Bea Cukai, Menkeu Diminta Copot Pimpinan yang Tak Becus

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Mei 2026 15:18 31 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terkait kinerja dan dugaan praktik korupsi yang terus menjadi sorotan publik. Dalam Sidang Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertindak tegas terhadap pimpinan Bea Cukai yang dinilai tidak mampu bekerja optimal.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa reformasi di tubuh Bea Cukai tidak bisa lagi ditunda. Ia bahkan meminta agar pimpinan yang tidak mampu bekerja cepat segera diganti.

“Saya ingatkan kembali, untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri keuangan, kalau pimpinan bea cukai tidak mampu segera diganti,” tegas Prabowo di hadapan anggota DPR RI.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap DJBC akibat berbagai kasus dugaan korupsi, suap, dan gratifikasi yang melibatkan oknum internal Bea Cukai. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya juga telah menetapkan tujuh tersangka dari unsur Bea Cukai dan pihak swasta dalam kasus dugaan suap importasi dan gratifikasi pengurusan impor barang.

Presiden kembali menegaskan komitmennya memberantas praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang di seluruh institusi pemerintah. Ia meminta aparat penegak hukum dan kementerian terkait tidak ragu mengambil tindakan terhadap pelanggaran.

“Jangan ragu-ragu, yang melanggar, tindak. Sekali lagi, semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan praktik yang menghambat perjalanan ekonomi kita,” ujarnya.

Selain menyoroti Bea Cukai, Prabowo juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar bekerja cepat dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Menurutnya, masyarakat tidak menginginkan pemerintahan yang lamban dan bekerja tanpa arah.

“Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat, jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha, pemerintah yang kumaha engke wae,” kata Prabowo.

Ia kemudian menambahkan bahwa pemerintah harus memiliki pola pikir antisipatif dan sigap menghadapi persoalan bangsa.

“Kita harus jadi pemerintah yang didorong oleh engke kumaha, bukan kumaha engke,” lanjutnya.

Menanggapi arahan Presiden, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menjalankan instruksi tersebut. Namun, ia menegaskan akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan terkait posisi Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama.

“Suruh copot kayaknya ya? Nanti kita lihat. Kalau itu perintah, saya akan kerjakan. Saya enggak bisa kalau enggak ada perintah, tapi saya akan cek dulu ya,” ujar Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri