Wakil Bupati Ahlan Djumadil, memberikan sambutan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 di Weda Utara, Sabtu (2/5/2026). Foto: ist
Viralterkini.id, HALTENG – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026 di Kabupaten Halmahera Tengah menjadi tonggak sejarah baru bagi transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) di Maluku Utara.
Dalam forum Dialog Interaktif yang berlangsung khidmat di Kecamatan Weda Utara, Sabtu (2/5/2026), Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, S.IP, memberikan sambutan sekaligus membedah makalah strategis berjudul “Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Korporasi Mewujudkan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru di Lingkar Tambang”.
Ahlan Djumadil membawa garis perjuangan politik yang selaras dengan visi nasional dalam membangun kemandirian bangsa sebagai Ketua DPD Gerindra Halmahera Tengah—partai besutan Presiden Prabowo Subianto.
Berbekal rekam jejak sebagai mantan legislator selama tiga periode, Ahlan menunjukkan kematangan kepemimpinan dalam meramu kebijakan pendidikan yang berpihak pada rakyat melalui penguatan regulasi dan keberanian penganggaran.
Dalam menggerakkan roda perubahan, Ahlan Djumadil bekerja secara kolaboratif bersama Bupati Ikram M. Sangadji, Sekretaris Daerah Bahri Sudirman, serta jajaran Dinas Pendidikan Halteng. Sinergi kepemimpinan tritunggal ini secara aktif memacu percepatan kualitas layanan pendidikan guna menjawab tantangan zaman yang kian kompleks di wilayah industri.
“Peringatan Hardiknas bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum reflektif untuk merombak paradigma pendidikan kita. Transformasi mutu adalah harga mati,” tegas Ahlan.
Beliau mengelaborasikan tema Hardiknas “Semangat Transformasi Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” sebagai panggilan moral bagi seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, transformasi bukan sekadar digitalisasi sarana, melainkan upaya memastikan setiap anak di pelosok Halmahera Tengah mendapatkan akses pengetahuan yang setara.
Sebagai Wakil Bupati di daerah yang menjadi pusat gravitasi industri pertambangan nasional, Ahlan memberikan perhatian khusus pada risiko fenomena resource curse atau kutukan sumber daya.
Ia memperingatkan bahwa kekayaan alam yang melimpah justru dapat memicu ketimpangan sosial dan rendahnya kualitas pembangunan manusia jika pengelolaannya tidak efektif.
Untuk memitigasi risiko tersebut, Ahlan mendorong penerapan collaborative governance (tata kelola kolaboratif) sebagai pendekatan utama. Strategi ini melibatkan interaksi langsung dan transparan antara pemerintah, korporasi, dan masyarakat dalam pengambilan keputusan.
“Aktivitas industri wajib memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial. Kita harus menciptakan nilai bersama (shared value) di mana kemajuan perusahaan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat lokal,” tambahnya.
Dalam paparannya, Ahlan merumuskan empat kebijakan strategis yang tengah dipacu Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk mewujudkan kesejahteraan di lingkar tambang:
Di tengah pesatnya dinamika industri dan arus informasi digital, Ahlan mengingatkan bahwa kecerdasan akademik harus beriringan dengan kekuatan karakter. Pendidikan di Halmahera Tengah wajib menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi.
Beliau menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif, di mana peran keluarga sebagai pendidik pertama sangat krusial bagi keberhasilan anak.
Menutup paparannya, Ahlan Djumadil menitipkan pesan mendalam kepada para pendidik agar bertransformasi menjadi sosok inspirator, bukan sekadar pengajar materi di ruang kelas.
Ia menantang para siswa untuk melipatgandakan semangat belajar karena pundak merekalah yang akan menopang masa depan kemajuan Halmahera Tengah.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah berkomitmen untuk terus mengawal pemerataan layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil. Dengan kolaborasi yang kokoh antara pemerintah, korporasi, dan masyarakat, Ahlan optimistis daerahnya mampu melahirkan generasi emas yang unggul, berdaya saing global, dan menjadi fondasi utama kemajuan daerah di masa depan. (Dano)