Fans Engagement I.League, Budiman Dalimunthe dan Sekretaris PMI Jakarta Utara, dr. Ramdansyah memberikan dukungan dan apresiasi kepada Persija Jakarta dalam menggelar aksi sosial donor darah sebagai bagian dari kampanye kemanusiaan “Satu Darah, Darah Indonesia” yang berlangsung jelang lawan Persis Soloe pada Senin (27/4/2026) di area pintu B Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini.id, Jakarta – Menjelang laga penting pekan ke-30 Super League 2025/2026 kontra Persis Solo, Persija Jakarta kembali menggelar aksi sosial donor darah sebagai bagian dari kampanye kemanusiaan “Satu Darah, Darah Indonesia”. Kegiatan ini berlangsung pada Senin (27/4/2026) di area pintu B Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Aksi donor darah tersebut menjadi inisiatif bersama antara Persija, I.League, dan Palang Merah Indonesia (PMI), sekaligus menjadi pemandangan menarik di tengah atmosfer pertandingan yang akan digelar pada malam harinya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan donor darah telah dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Antusiasme tinggi terlihat dari para suporter Persija, The Jakmania, yang memadati area kegiatan untuk berpartisipasi menyumbangkan darah mereka. Tak hanya suporter, sejumlah steward pertandingan hingga awak media juga turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Fans Engagement I.League, Budiman Dalimunthe, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya digelar saat Persija menjamu Persebaya Surabaya.

“Ini adalah donor darah kedua sebagai bentuk continuity. Kami bekerja sama dengan Persija hingga 23 Mei dalam tahap uji coba. Harapannya, ke depan kegiatan ini bisa diperluas ke berbagai klub di seluruh Indonesia,” ujar Budiman.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga menjadi simbol solidaritas lintas suporter yang selama ini identik dengan rivalitas di lapangan.
“Kami mengusung tagline “Satu Darah, Darah Indonesia”. Rivalitas boleh ada, warna jersey boleh berbeda, tapi darah kita tetap sama—merah. Ini bentuk nyata solidaritas sosial dari para suporter,” lanjutnya.
Dalam setiap pelaksanaan, Persija menargetkan pengumpulan 100 kantong darah, selaras dengan semangat menuju usia 100 tahun klub. Pada pelaksanaan sebelumnya, jumlah pendaftar bahkan melampaui target tersebut.
Budiman optimistis antusiasme suporter akan terus meningkat, terlebih dalam laga-laga besar mendatang, termasuk saat Persija menghadapi Persib Bandung pada 10 Mei.
Sementara itu, Sekretaris PMI Jakarta Utara, dr. Ramdansyah, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan membangun semangat gotong royong kemanusiaan sekaligus menjawab kebutuhan stok darah yang kerap mengalami kekurangan.

“Kami ingin menjadikan suporter bukan hanya objek pertandingan, tapi subjek atau agen kemanusiaan. Darah yang didonorkan tidak mengenal suku, jenis kelamin, atau klub. Ini untuk siapa saja yang membutuhkan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa darah yang terkumpul tidak langsung disalurkan, melainkan akan diproses terlebih dahulu di fasilitas PMI sebelum didistribusikan ke rumah sakit sesuai kebutuhan.
“Darah ini harus melalui proses pengolahan dan pemisahan menjadi beberapa komponen sebelum bisa digunakan. Setelah itu baru disimpan dan didistribusikan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Persija dan I.League ingin menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang pertandingan selama 90 menit, tetapi juga menjadi wadah untuk menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. (ma)