x Pulau Seribu Asri

Insiden Di Pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 Berujung Damai, Klub Sepakat Lakukan Evaluasi Menyeluruh

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Apr 2026 21:40 19 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA – Insiden panas yang terjadi dalam pertandingan sepak bola usia muda antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United FC U-20 akhirnya diselesaikan secara damai. Seluruh pihak yang terlibat memilih menempuh jalur kekeluargaan dengan saling memaafkan serta berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh demi perbaikan ke depan.

Kesepakatan damai tersebut tercapai dalam pertemuan yang digelar di Dewa United Arena, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/4/2026). Dalam mediasi tersebut, kedua tim hadir lengkap, mulai dari pemain hingga jajaran ofisial. Pertemuan ditutup dengan momen saling berjabat tangan sebagai simbol berakhirnya konflik.

Insiden ini melibatkan pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga, dan pemain Dewa United, Raka Nurholis, yang sempat tersulut emosi di tengah pertandingan dengan tensi tinggi.

BAY_9071
Pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga, dan pemain Dewa United, Raka Nurholis, secara resmi berdamai. Foto : Viralterkini.id/MAK

Direktur Akademi Dewa United FC, Firman Utina, menegaskan bahwa para pemain muda merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilindungi dan dibina, bukan sekadar dipandang sebagai atlet.

“Anak-anak ini adalah bagian dari keluarga kami. Mereka harus kita jaga bersama. Kami memohon maaf atas kejadian yang terjadi dan akan menindaklanjuti jika ada pelanggaran disiplin maupun kode etik,” ujar Firman.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh, termasuk terhadap pemain dan staf pelatih yang dinilai tidak mampu mengontrol emosi di lapangan. Selain itu, penanganan lebih lanjut juga akan diserahkan kepada otoritas sepak bola, termasuk federasi dan komisi disiplin, agar proses berjalan objektif dan menjadi pembelajaran bersama.

BAY_8846
Kesepakatan damai tersebut tercapai dalam pertemuan yang digelar di Dewa United Arena, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/4/2026). Foto : Viralterkini.id/MAK

Dari pihak Bhayangkara FC Youth, Direktur Bhayangkara Presisi Lampung FC, Agus Rumekso Carel yang turut menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa insiden tersebut bukanlah sesuatu yang direncanakan.

“Kami tidak pernah menginginkan pertandingan berjalan tidak kondusif. Faktor usia dan emosi pemain menjadi catatan penting bagi kami untuk pembinaan ke depan,” ujarnya.

Agus memastikan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap pemain, pelatih, serta jajaran staf guna mencegah kejadian serupa terulang. Hal ini dinilai penting mengingat para pemain masih berada dalam tahap pembinaan.

Senada, Manajer Bhayangkara FC Youth U-20, Yongky Pandu Pamungkas menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi tindakan yang melanggar nilai fair play.

MAK_7938
Manajer Bhayangkara FC Youth U-20, Yongky Pandu Pamungkas menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi tindakan yang melanggar nilai fair play. Foto : Viralterkini.id/MAK

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ofisial dan pemain, serta memberikan sanksi tegas kepada pihak yang menyimpang dari aspek sportivitas dan respek dalam pertandingan,” tegasnya.

Sementara itu, kedua pemain yang terlibat, Fadly Alberto dan Raka Nurholis, juga telah saling memaafkan dan sepakat menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran berharga.

Fadly Alberto yang hadir langsung dalam mediasi menyampaikan penyesalannya atas tindakan yang dilakukan.

“Saya memohon maaf atas tindakan saya saat pertandingan. Mungkin karena emosi yang tidak bisa saya kontrol sehingga saya melakukan tindakan yang tidak sportif. Saya menyadari ini merugikan dan menjadi contoh buruk bagi sepak bola,” ungkapnya.

Di sisi lain, Raka Nurholis menyatakan telah memaafkan dan memahami bahwa insiden tersebut terjadi akibat tingginya tensi pertandingan.

“Kami memaafkan Alberto. Dalam sepak bola, tensi pertandingan kadang tidak bisa diprediksi. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk evaluasi ke depan,” ujarnya.

Kedua pemain berharap kejadian ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kedewasaan serta memperkuat nilai sportivitas dalam kompetisi usia muda.

Menutup seluruh rangkaian pertemuan, semua pihak sepakat menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi bersama. Mereka berharap sepak bola Indonesia terus berkembang dengan menjunjung tinggi nilai fair play, kedisiplinan, serta semangat kekeluargaan.

Komitmen tersebut diharapkan mampu menciptakan kompetisi usia dini yang lebih sehat, aman, dan profesional di masa mendatang. (ma)

MAK_8106

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri