x Pulau Seribu Asri

Saat Dunia Tegang, China Justru Lakukan Langkah Tak Terduga

waktu baca 3 menit
Senin, 23 Mar 2026 23:24 13 Arthur

Viralterkini.id – Sejumlah kilang minyak milik negara di China mulai menjajaki pembelian minyak mentah Iran setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat memberikan kelonggaran terbatas terhadap penjualan minyak yang sudah dimuat ke kapal tanker. Kebijakan ini bertujuan menahan lonjakan harga energi global di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sumber yang mengetahui proses tersebut menyebutkan bahwa perwakilan National Iranian Oil Company bersama para pedagang perantara aktif menawarkan kargo minyak ke sejumlah kilang di China dan negara Asia lainnya. Mereka meminta kerahasiaan identitas karena pembicaraan berlangsung tertutup.

Kilang Besar Masih Hati-Hati

Iran sebelumnya menjadi pemasok utama bagi negara-negara industri di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan sebelum sanksi Amerika Serikat diperketat. Saat ini, China tetap menjadi pembeli terbesar minyak Iran dan menyediakan jalur pembayaran penting bagi Teheran.

Namun, pembelian selama ini lebih banyak dilakukan oleh kilang swasta berskala kecil yang memiliki eksposur terbatas terhadap sistem keuangan global. Kilang besar milik negara cenderung menahan diri karena khawatir terhadap risiko sanksi.

Kelonggaran terbaru dari Washington membuka peluang baru. Kebijakan tersebut memungkinkan penjualan minyak Iran yang sudah berada di laut dalam periode terbatas, menyusul langkah serupa yang juga mempermudah aliran minyak Rusia demi menjaga stabilitas pasokan global.

Pembeli Masih Hitung Risiko

Meski peluang terbuka, calon pembeli di China dan kawasan lain tetap berhati-hati. Mereka menilai mekanisme transaksi secara rinci karena berbagai pembatasan terhadap Iran masih berlaku, terutama terkait akses ke sistem keuangan internasional.

Selain itu, pelaku pasar juga menghadapi kendala pada sektor pengiriman. Tidak semua perusahaan pelayaran bersedia mengangkut minyak Iran karena khawatir terkena sanksi sekunder.

Karnan Thirupathy dari Kennedys Law LLP menilai situasi ini penuh ketidakpastian.

“Ada banyak ketidakpastian seputar perdagangan ini, termasuk apa yang akan terjadi setelah 19 April jika transaksi tidak selesai,” ujar Karnan Thirupathy di London, Senin (23/3/2026).

Perantara dan Pemilik Kapal Bersikap Waspada

Para pemilik kapal yang baru memasuki perdagangan minyak Iran memilih menunggu kejelasan aturan sebelum mengambil keputusan. Mereka khawatir menghadapi risiko tersembunyi jika bekerja sama dengan perantara yang terlibat dalam jaringan perdagangan tidak resmi.

Bahkan pelaku lama dalam perdagangan minyak bersanksi kini memeriksa setiap detail transaksi untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan menghindari konsekuensi hukum di masa depan.

Tanpa kejelasan teknis yang memadai, pasar memperkirakan volume pembelian tidak akan berubah signifikan dalam waktu dekat.

Harga Minyak Iran Mulai Naik

Di sisi lain, harga minyak Iran yang ditawarkan ke China mulai menunjukkan kenaikan. Pedagang melaporkan bahwa minyak Iran Light kini ditawarkan dengan premi tipis dibandingkan harga acuan ICE Brent.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya, ketika minyak Iran dijual dengan diskon lebih dari US$10 per barel. Kenaikan harga tersebut mencerminkan upaya pemasok menguji minat pasar di tengah perubahan kebijakan dan dinamika geopolitik.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar energi global masih bergerak dalam ketidakpastian, dengan kebijakan politik dan risiko geopolitik menjadi faktor utama yang menentukan arah harga dan arus perdagangan minyak dunia. (**)

VIRAL NETWORK

UCAPAN

WhatsApp Image 2026-03-19 at 9.23.10 PM
Ucapan lebaran rektor ununtara

INSTAGRAM

15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri