x Pulau Seribu Asri

Wasit Indonesia Tembus Panel VAR AFC, Thoriq dan Naufal Ukir Sejarah Baru di Level Asia

waktu baca 3 menit
Kamis, 19 Mar 2026 14:30 31 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Dua perangkat pertandingan asal Indonesia, Thoriq Munir Alkatiri dan Naufal Adya Fairuski, resmi mencatatkan prestasi membanggakan setelah masuk dalam Panel Video Match Officials (VMO) milik Asian Football Confederation (AFC). Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perkembangan dunia perwasitan Indonesia di kancah internasional.

Sebelum ditetapkan sebagai bagian dari panel elite tersebut, keduanya terlebih dahulu mengikuti AFC Video Match Officials Selection Course yang digelar di Kuala Lumpur pada 2–6 Februari 2026. Pelatihan ini merupakan tahap seleksi ketat untuk memastikan para kandidat memiliki kompetensi teknis dan pemahaman mendalam terhadap penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR).

 Dominasi Thailand dan Singapura dalam Teknologi VAR ASEAN 2026Data terbaru menunjukkan kesen
Design : Forum wasit Indonesia

Peluang Tembus Panggung Internasional
Dengan status baru sebagai ofisial VAR AFC, peluang Thoriq dan Naufal untuk mendapatkan penugasan di berbagai kompetisi resmi Asia kini semakin terbuka lebar. Mereka berpotensi terlibat dalam turnamen bergengsi seperti Liga Champions Asia hingga ajang tim nasional yang berada di bawah naungan AFC.

Masuknya kedua nama tersebut juga menjadi catatan bersejarah. Untuk pertama kalinya, perangkat pertandingan Indonesia di bawah PSSI melalui Departemen Wasit berhasil menembus panel Video Match Official di level konfederasi Asia.

Capaian ini mencerminkan peningkatan kualitas wasit Indonesia, sekaligus menunjukkan kesiapan dalam mengadopsi teknologi perwasitan modern yang kini menjadi standar global.

Kesenjangan VAR di ASEAN Masih Terlihat
Meski Indonesia berhasil mencatatkan kemajuan, data terbaru tahun 2026 menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam jumlah wasit berlisensi VMO di kawasan Asia Tenggara.

Thailand menjadi negara dengan jumlah wasit VMO terbanyak, yakni enam personel. Beberapa nama yang menonjol di antaranya adalah Sivakorn Pu-Udom dan Songkran Bunmeekiart, yang telah berpengalaman di berbagai ajang internasional.

Di posisi kedua, Singapura memiliki lima personel VMO. Hal ini menunjukkan kesiapan infrastruktur serta sistem pengembangan wasit yang lebih matang di negara tersebut.

Sementara itu, Indonesia dan Vietnam masing-masing memiliki dua wakil dalam daftar elite AFC. Untuk Indonesia, kehadiran Thoriq dan Naufal menjadi langkah awal yang penting dalam mengejar ketertinggalan.

Di sisi lain, tujuh negara ASEAN lainnya—termasuk Malaysia, Filipina, dan Kamboja—belum memiliki perwakilan dalam panel VMO AFC periode ini.

Tantangan dan Peluang ke Depan
Perbedaan jumlah ini mencerminkan tingkat adopsi teknologi VAR yang belum merata di kawasan ASEAN. Negara seperti Thailand dan Singapura saat ini masih memimpin dalam hal kuantitas maupun kesiapan ofisial berbasis video.

Bagi Indonesia, keberhasilan Thoriq dan Naufal menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan ekosistem VAR, termasuk peningkatan pelatihan wasit, infrastruktur teknologi, serta kompetisi domestik yang mendukung implementasi VAR secara konsisten.

Dengan langkah awal ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi di level Asia dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara yang lebih dahulu maju dalam teknologi perwasitan modern. (ma)

WhatsApp Image 2026-03-19 at 14.25.25

Iklan

Ucapan

Ucapan lebaran rektor ununtara
Ucapan lebaran rektor ununtara

INSTAGRAM

6 hours ago
9 hours ago
18 hours ago
2 days ago
2 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri