x Pulau Seribu Asri

Konflik AS–Iran Picu Kewaspadaan BI Malang

waktu baca 4 menit
Sabtu, 7 Mar 2026 14:17 15 Arthur

Viralterkini.id, Jatim – Bank Indonesia (BI) Malang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tekanan inflasi yang dapat muncul akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Otoritas moneter di daerah itu menilai gejolak geopolitik dapat memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang pada akhirnya berdampak pada inflasi di wilayah Malang Raya dan Pasuruan.

Kepala Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, menjelaskan bahwa perkembangan harga energi global menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga stabilitas harga di daerah.

“Yang perlu kita waspadai ialah potensi kenaikan harga BBM akibat konflik geopolitik. Dampaknya bisa merambat ke berbagai sektor ekonomi,” kata Indra, Kamis (5/3/2026).

Harga Emas dan Pangan Ikut Berpengaruh

Selain energi, BI Malang juga mencermati pergerakan harga emas yang menunjukkan volatilitas tinggi dan cenderung meningkat. Indra menyebutkan pemerintah daerah tidak memiliki instrumen langsung untuk mengendalikan harga komoditas tersebut.

Di sisi lain, inflasi di Kota Malang dan Probolinggo masih dipicu oleh komoditas pangan, terutama cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

“Inflasi di Kota Malang dan Probolinggo cenderung tinggi. Pemicu utamanya berasal dari komoditas pangan seperti cabai rawit, ayam ras, dan telur ayam ras,” ujar Indra.

Ia juga menyarankan masyarakat untuk menyesuaikan pola konsumsi guna menekan tekanan harga.

“Cabai keriting dan cabai merah besar relatif stabil. Masyarakat bisa beralih dari cabai rawit ke dua jenis cabai tersebut,” tambahnya.

Pemerintah Lakukan Intervensi Harga

Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjalankan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga. BI Malang ikut mendukung berbagai program pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah.

Salah satu langkah yang dijalankan ialah penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Malang yang berlangsung di 34 titik lokasi. Pemerintah juga menyiapkan bantuan ongkos distribusi pangan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) agar pasokan tetap lancar.

Indra mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Intinya, masyarakat jangan panic buying,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif transportasi untuk meredam inflasi. Kebijakan diskon tarif kereta api, potongan tarif tol, serta program mudik gratis membantu menekan biaya transportasi menjelang Lebaran 2026.

Inflasi Kota Malang Naik pada Februari

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,74 persen secara bulanan pada Februari 2026. Pada bulan sebelumnya, kota ini sempat mencatat deflasi sebesar 0,10 persen.

Secara tahunan, inflasi Kota Malang mencapai 4,81 persen. Angka tersebut berada sedikit di bawah inflasi Jawa Timur yang mencapai 4,88 persen, tetapi masih di atas rata-rata nasional sebesar 4,76 persen.

Indra menjelaskan bahwa kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,48 persen.

“Inflasi terutama didorong kenaikan harga cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah,” jelasnya.

Kenaikan harga pangan terjadi karena pasokan menurun akibat curah hujan tinggi yang memengaruhi produksi. Permintaan juga meningkat seiring masuknya periode Ramadan 1447 Hijriah.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi. Harga bensin, wortel, sawi putih, bawang merah, dan tarif kereta api mengalami penurunan.

Penurunan harga bensin terjadi setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex pada 1 Februari 2026.

Inflasi Probolinggo Lebih Tinggi

Kota Probolinggo mencatat inflasi bulanan sebesar 1,12 persen pada Februari 2026 setelah sebelumnya mengalami deflasi 0,03 persen. Secara tahunan, inflasi kota ini mencapai 5,04 persen.

Indra menjelaskan bahwa kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi dengan andil sekitar 0,70 persen.

“Inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga emas perhiasan, cabai rawit, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras,” ujar Indra.

Harga emas meningkat mengikuti tren kenaikan global. Sementara itu, harga cabai rawit naik karena pasokan berkurang akibat curah hujan tinggi yang menurunkan produksi di tengah meningkatnya permintaan selama Ramadan.

TPID Perkuat Pengendalian Inflasi

Untuk menahan tekanan harga, TPID Kota Malang dan Probolinggo terus memperkuat koordinasi melalui berbagai program stabilisasi.

TPID Kota Malang menggelar Gerakan Pangan Murah secara serentak pada 13 Februari 2026 serta melanjutkan kegiatan tersebut pada 23 Februari hingga 17 Maret di 34 lokasi. Tim juga melakukan pemantauan harga secara rutin dan menggelar inspeksi pasar melalui Satgas Pangan.

Sementara itu, TPID Kota Probolinggo menjalankan pasar murah pada 21 Februari hingga 14 Maret 2026 serta menggelar pelatihan budidaya cabai rawit di Kecamatan Kanigaran.

Indra menegaskan bahwa TPID akan meningkatkan pengawasan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri yang jatuh pada Maret.

“Menghadapi risiko peningkatan inflasi menjelang Idulfitri, TPID akan meningkatkan pemantauan harga dan melakukan intervensi melalui operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” ujar Indra. (**)

INSTAGRAM

3 hours ago
6 hours ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri