x Pulau Seribu Asri

OpenAI Mundur dari Proyek AI Militer Amerika, Ada Apa?

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Mar 2026 06:34 13 Arthur

Viralterkini.id – Pemerintah Amerika Serikat menunjuk OpenAI sebagai pemasok utama teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk kebutuhan militer. Keputusan ini muncul setelah Presiden Donald Trump menghentikan seluruh penggunaan AI buatan Anthropic di lembaga federal.

Sebelumnya, Anthropic menjadi perusahaan AI pertama yang mengoperasikan modelnya di jaringan rahasia militer AS. Namun, negosiasi kontrak baru gagal karena Anthropic meminta jaminan agar teknologinya tidak dipakai untuk senjata otonom dan pengawasan massal warga sipil.

Permintaan tersebut memicu kemarahan Gedung Putih. Trump bahkan menyebut Anthropic sebagai perusahaan “radikal kiri” yang mengancam keselamatan warga dan keamanan nasional.

Pemerintah AS Murka, Anthropic Siap Gugat

Trump menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan perusahaan teknologi mengatur strategi perang Amerika Serikat. Ia menolak pembatasan penggunaan AI oleh militer.

Sebaliknya, Anthropic memilih melawan. Perusahaan itu menyiapkan gugatan setelah pemerintah memasukkannya dalam daftar “risiko rantai pasokan”.

Meski hubungan memburuk, Wall Street Journal melaporkan militer AS tetap memakai AI Anthropic saat menyerang Iran pada Sabtu (28/2). Sistem tersebut membantu analisis intelijen, pemilihan target, dan simulasi pertempuran.

Sam Altman Ubah Sikap soal Kerja Sama dengan Pentagon

Setelah OpenAI ditunjuk sebagai pengganti, CEO OpenAI Sam Altman menyampaikan perubahan sikap. Ia mengumumkan koordinasi ulang dengan Departemen Perang AS (DoW) untuk memperjelas batas penggunaan teknologi mereka.

“Kami berdiskusi dengan DoW untuk menambahkan klausul baru agar prinsip kami jelas sejak awal,” tulis Altman di akun X, dikutip Reuters, Selasa (3/3/2026).

Altman menyebut Pentagon telah memastikan bahwa layanan OpenAI tidak akan digunakan oleh badan intelijen seperti NSA. Selain itu, setiap penggunaan oleh unit DoW harus melalui modifikasi kontrak lanjutan.

Konflik Bermula dari Operasi Penangkapan Maduro

Perselisihan pemerintah AS dan Anthropic bermula pada Januari 2026. Saat itu, militer AS memakai Claude AI dalam operasi untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro.

Anthropic langsung menolak keterlibatan. Perusahaan itu menegaskan bahwa kebijakan layanannya melarang penggunaan AI untuk kekerasan, senjata otonom, dan pengawasan.

Sejak peristiwa itu, hubungan Anthropic dengan Gedung Putih dan Pentagon terus memburuk.

Pentagon Tuduh Anthropic Berkhianat

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menuding Anthropic bersikap sombong dan mengkhianati kepentingan nasional. Ia menegaskan bahwa prajurit AS tidak boleh terikat oleh ideologi perusahaan teknologi.

Hegseth menuntut akses penuh terhadap seluruh model AI Anthropic untuk kepentingan militer yang sah. Namun, ia mengakui bahwa Pentagon tidak bisa langsung menghentikan penggunaan Claude karena sistem tersebut sudah terintegrasi luas.

Pentagon diperkirakan tetap memakai layanan Anthropic hingga enam bulan ke depan untuk memastikan transisi berjalan lancar menuju sistem OpenAI. (**)

INSTAGRAM

2 hours ago
2 hours ago
2 hours ago
2 hours ago
2 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri