x Pulau Seribu Asri

Enam Planet Berjejer di Langit Akhir Februari 2026, Capai Puncak 28 Februari

waktu baca 3 menit
Jumat, 27 Feb 2026 15:13 41 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Fenomena langka berupa parade planet akan menghiasi langit malam sepanjang akhir Februari 2026. Sebanyak enam planet, yakni Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, diprediksi tampak berjejer di cakrawala dalam peristiwa yang dikenal sebagai planetary alignment.

Melansir laporan The Guardian yang ditulis Maya Yang dan diterbitkan pada 10 Februari 2026, fenomena ini akan mencapai puncaknya pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam momen tersebut, keenam planet terlihat tersusun rapat di langit jika diamati dari perspektif Bumi.

Menurut NASA, parade planet terjadi karena planet-planet di tata surya mengorbit Matahari pada bidang yang relatif datar, yang disebut bidang ekliptika. Pada waktu tertentu, perbedaan kecepatan dan jarak orbit masing-masing planet membuat beberapa di antaranya tampak berada dalam satu jalur yang sama jika dilihat dari Bumi.

Meski secara visual terlihat sejajar dalam satu garis lurus, NASA menegaskan bahwa kesejajaran tersebut hanyalah efek perspektif. Secara fisik, jarak antarplanet tetap terpaut jutaan hingga miliaran kilometer di ruang angkasa.

Lembaga antariksa Amerika Serikat itu juga mengingatkan pentingnya posisi pengamatan. Atmosfer Bumi di dekat permukaan dapat meredupkan objek langit saat terbit atau terbenam. Bahkan planet yang terang sekalipun akan sulit terlihat jika posisinya terlalu rendah di horizon karena cahayanya terhambur dan terserap atmosfer.

Planet yang Terlihat Tanpa Alat Bantu
Dari enam planet yang terlibat, empat di antaranya—Merkurius, Venus, Jupiter, dan Saturnus—dapat diamati dengan mata telanjang. Sementara Uranus dan Neptunus memerlukan bantuan teropong atau teleskop karena cahayanya jauh lebih redup.

Merkurius diprediksi menjadi planet yang paling menantang untuk diamati lantaran posisinya sangat rendah di dekat garis horizon.

Waktu Terbaik Pengamatan
Waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena ini adalah sekitar 30 menit setelah matahari terbenam waktu setempat. Aplikasi astronomi Star Walk 2 merekomendasikan pengamat untuk menghadap ke arah langit barat dengan kondisi pandangan yang terbuka dan cuaca cerah.

NASA menyebutkan bahwa agar planet dapat terlihat jelas tanpa alat bantu, posisinya sebaiknya berada beberapa derajat di atas horizon, dengan ketinggian ideal sekitar 10 derajat atau lebih.

Untuk wilayah Jakarta, berdasarkan data Star Walk 2, parade planet dapat mulai disaksikan sekitar pukul 18.13 WIB, bertepatan dengan waktu berbuka puasa Ramadan.

Dapat Disaksikan di Berbagai Belahan Dunia
Fenomena ini dapat diamati dari berbagai wilayah dunia, meski tanggal puncaknya berbeda-beda tergantung lokasi geografis.

25 Februari 2026: São Paulo
28 Februari 2026: Athena, New York City, Mexico City, dan Tokyo
1 Maret 2026: Beijing, Berlin, London, dan Mumbai
2 Maret 2026: Reykjavik

Sebagai perbandingan, pada 27 Februari 2025 lalu, tujuh planet sempat terlihat sejajar dalam fenomena serupa yang diprediksi tidak akan terulang hingga tahun 2040.

Astronom di Royal Observatory Greenwich, Greg Brown, menjelaskan bahwa kemunculan tiga hingga lima planet secara bersamaan bukanlah hal yang jarang dan dapat terjadi setiap tahun. Namun, semakin banyak planet yang terlibat, semakin kecil kemungkinan mereka tampak sejajar dalam waktu yang sama.

“Hal inilah yang membuat parade tujuh planet menjadi peristiwa yang sangat langka,” ujarnya. (ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

13 hours ago
13 hours ago
13 hours ago
13 hours ago
13 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri