x Pulau Seribu Asri

Polisi Lakukan Kekerasan Ke Wartawan, Kapolri: Bukan Ajudan Saya

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Apr 2025 20:07 240 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan penyesalannya atas insiden dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum kepolisian terhadap pewarta foto LKBN ANTARA, berinisial MZ, saat meliput kunjungan kerja Kapolri di Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2025).

Kapolri menyatakan dirinya baru mengetahui insiden tersebut dari pemberitaan media, namun ia menegaskan akan segera menindaklanjuti dan menelusuri kasus itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku di tubuh Polri.

“Saya cek dulu, karena baru mendengar dari link berita. Namun kalau benar itu terjadi, saya sangat menyesalkan kejadian tersebut,” ujar Jenderal Sigit di Jakarta, Minggu (6/4/2025).

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan bahwa oknum terduga pelaku bukan merupakan ajudannya secara langsung, melainkan bagian dari perangkat pengamanan di lokasi kegiatan.

“Yang bersangkutan bukan ajudan saya, tetapi bagian dari tim pengamanan. Kami akan tindak lanjuti,” tegasnya.

Kapolri juga menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan baik antara Polri dan insan pers yang selama ini telah berjalan harmonis.

“Selama ini hubungan kami dengan teman-teman pers sangat dekat. Saya pribadi meminta maaf atas insiden yang terjadi dan membuat tidak nyaman teman-teman media,” kata Sigit.

Menanggapi insiden tersebut, Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menyampaikan keberatan dan mengecam tindakan dugaan kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan.

Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA, Irfan Junaidi, menyayangkan insiden yang terjadi saat jurnalis tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput kegiatan Kapolri.

“Insiden seperti ini kenapa harus terulang? Sangat disesalkan. Teman-teman pers sedang menjalankan tugas untuk membantu memberitakan kegiatan Kapolri. Saya sangat yakin tidak ada itikad lain, selain menunaikan tugas. Semestinya itikad ini bisa dipahami dan dihormati, sehingga tidak perlu ada tindakan kekerasan atau ancaman verbal,” ujar Irfan di Jakarta, Minggu (6/4/2025).

Irfan mendesak agar Polri bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut dan memproses oknum yang terlibat sesuai aturan yang berlaku secara transparan.

“Oknum yang bersangkutan harus diproses sesuai prosedur secara terbuka. Sekaligus, insiden ini harus menjadi bahan koreksi agar tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.

Irfan juga menegaskan bahwa ANTARA tetap berkomitmen menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, dan objektif. Sebagai kantor berita resmi milik negara, ANTARA menilai penting untuk menjaga ruang kerja jurnalistik yang aman dan bebas dari intimidasi.

“Sebagai voice of nation, kami akan terus berupaya melayani publik dengan informasi yang akurat dan berimbang,” tutupnya.

Insiden ini menambah deretan kasus kekerasan terhadap jurnalis di lapangan, yang kerap terjadi saat peliputan kegiatan aparat keamanan. Insan pers dan organisasi jurnalis pun kembali menyerukan pentingnya perlindungan hukum dan penghormatan terhadap profesi wartawan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!