IMG-20260625-WA0009Viralterkini.id, SEMARANG – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan melalui program Teknik Peduli Lingkungan (TPL) 2026. Dalam kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026 di Jalur Thekelan, Taman Nasional Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, mahasiswa berhasil menanam 500 bibit pohon endemik sebagai bagian dari upaya konservasi dan pemulihan ekosistem.
Program yang digagas oleh Bidang Sosial dan Lingkungan BEM Fakultas Teknik Universitas Diponegoro ini mengusung tema Merbabu Conservation Action, sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam menjaga kawasan konservasi yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi ancaman degradasi lingkungan akibat kebakaran hutan, tingginya aktivitas pendakian, hingga berkurangnya tutupan vegetasi asli.
Kegiatan Teknik Peduli Lingkungan 2026 melibatkan 80 peserta, yang terdiri atas 20 volunteer, 30 panitia, dan 30 anggota Karang Taruna setempat. Program ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Lindungi Hutan, serta masyarakat sekitar kawasan Thekelan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan sinergi antara mahasiswa, pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat agar memberikan dampak yang berkelanjutan.
Sebagai aksi utama, peserta melakukan penanaman 500 bibit pohon endemik di dua titik strategis Jalur Thekelan.
Sebanyak 200 bibit ditanam di kawasan Watu Telu, sedangkan 300 bibit lainnya berada di kawasan Pendaki Nandur.
Penanaman pohon endemik ini diharapkan mampu meningkatkan tutupan vegetasi, memperbaiki kualitas ekosistem, memperkuat daya serap air, mengurangi risiko erosi, sekaligus menjaga habitat alami berbagai flora dan fauna yang hidup di kawasan Gunung Merbabu.
Gunung Merbabu sendiri merupakan salah satu kawasan konservasi penting di Jawa Tengah yang memiliki fungsi ekologis sebagai habitat berbagai spesies pegunungan. Namun, kawasan ini menghadapi berbagai tantangan lingkungan, mulai dari kebakaran hutan hingga tingginya aktivitas pendakian yang berpotensi merusak vegetasi.
Tidak hanya melakukan penanaman pohon, peserta juga melaksanakan kegiatan pembersihan kawasan serta edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai restorasi ekosistem, teknik penanaman pohon endemik, hingga pentingnya kolaborasi dalam menjaga kawasan konservasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana penguatan green skills bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Bersama Lindungi Hutan dan para mitra konservasi, peserta belajar mengimplementasikan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
Pelaksanaan Teknik Peduli Lingkungan 2026 juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
Melalui sinergi antara mahasiswa, pengelola kawasan konservasi, organisasi lingkungan, dan masyarakat, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi mampu memberikan dampak positif bagi pelestarian alam.
Teknik Peduli Lingkungan 2026 membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai agen perubahan di bidang akademik, tetapi juga menjadi penggerak aksi konservasi lingkungan.
Penanaman 500 bibit pohon endemik di Gunung Merbabu bukan sekadar simbol kepedulian terhadap alam, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan ekosistem serta mewariskan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.