x Pulau Seribu Asri

Luhut Targetkan Atletik Indonesia Kuasai Level Asia

waktu baca 3 menit
Minggu, 28 Jun 2026 00:09 34 Iskandar S.E

Kejurnas Atletik 2026, PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, Indonesia U18 Open Championship, atletik Indonesia, pembinaan atlet muda, Stadion Rawamangun, pelatnas atletik

Viralterkini.id, JAKARTA – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2026 dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta resmi dimulai di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta. Ajang yang digelar Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) ini diikuti sekitar 1.000 atlet dari berbagai daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet usia muda.

Selain peserta dari dalam negeri, Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026 juga diikuti atlet dari Malaysia, Filipina, dan Timor Leste. Kehadiran peserta internasional diharapkan meningkatkan kualitas persaingan sekaligus menambah pengalaman bertanding atlet Indonesia.

Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut tingginya jumlah peserta menjadi indikator meningkatnya antusiasme terhadap perkembangan atletik nasional.

Kejurnas Atletik 2026 diikuti sekitar 1.000 atlet. PB PASI menargetkan pembinaan berjenjang untuk memperkuat daya saing Indonesia di level Asia.(Foto:Istimewa)

“Kalau untuk Indonesia U18 Open diikuti empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Timor Leste,” ujar Luhut usai membuka Kejurnas Atletik dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026 di Stadion Atletik Rawamangun.

Menurut Luhut, Kejurnas Atletik 2026 mempertandingkan kelompok usia U-16, U-18, dan U-20, baik putra maupun putri. Pembagian kategori tersebut menjadi bagian dari sistem pembinaan berjenjang agar atlet dapat berkembang sesuai usia dan tahap kemampuannya.

Ia menegaskan, kejuaraan nasional bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi instrumen penting dalam membangun regenerasi atlet secara berkelanjutan.

PB PASI, lanjut Luhut, kini memprioritaskan peningkatan prestasi atletik Indonesia di level Asia sebelum menargetkan pencapaian yang lebih tinggi.

“Jadi cerita Asia dulu ya, jangan ke level dunia,” kata Luhut.

Ia menilai target tersebut lebih realistis karena prestasi internasional harus dibangun melalui pembinaan yang konsisten, kompetisi berkualitas, serta program latihan yang berkesinambungan.

Untuk meningkatkan daya saing, PB PASI mulai membuka peluang lebih besar bagi atlet mancanegara mengikuti Indonesia U18 Open Championship. Kehadiran atlet dari negara lain diharapkan mampu memberikan atmosfer kompetisi yang lebih kompetitif bagi atlet Indonesia.

“Semakin banyak atlet internasional yang berpartisipasi, semakin besar pula pengalaman yang diperoleh atlet Indonesia dalam menghadapi persaingan,” ujarnya.

Luhut menegaskan pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Prosesnya harus dimulai dari pencarian bibit di daerah, pembinaan berjenjang, hingga pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berlangsung secara berkelanjutan.

Karena itu, PB PASI terus mendorong keberlanjutan program pelatnas agar para atlet memiliki kesempatan berkembang secara optimal dan siap bersaing di berbagai kejuaraan internasional.

Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengembangan atletik nasional. Menurutnya, program pembinaan jangka panjang atau multiyears yang digagas Menteri Pemuda dan Olahraga menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pembinaan yang lebih terarah.

“Dengan adanya kepastian program jangka panjang, atlet maupun pelatih dapat menjalankan proses latihan secara lebih optimal untuk mengejar prestasi,” katanya.

Selain menjadi arena kompetisi, Kejurnas Atletik 2026 juga dimanfaatkan sebagai ajang pencarian bibit atlet potensial dari seluruh Indonesia. Atlet yang menunjukkan performa terbaik akan diproyeksikan mengikuti pembinaan lanjutan untuk memperkuat Indonesia pada berbagai kejuaraan regional maupun internasional.

Luhut berharap kejuaraan ini mampu melahirkan generasi baru atlet atletik nasional yang siap bersaing di level Asia hingga dunia.

“Kami berharap Kejurnas Atletik dan Indonesia U18 Open Championship Jakarta 2026 menjadi wadah untuk menjaring atlet-atlet muda potensial yang nantinya bisa menjadi andalan Indonesia,” tuturnya.

Kejurnas Atletik 2026 mempertandingkan berbagai nomor unggulan, mulai dari lari jarak pendek, menengah, dan jauh, hingga nomor lapangan seperti lompat tinggi, lempar lembing, dan tolak peluru. Ajang tersebut diharapkan menjadi tolok ukur perkembangan prestasi atlet dari berbagai daerah sekaligus memperkuat fondasi regenerasi atlet nasional menuju persaingan tingkat Asia.(***)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri