KONI DKI Jakarta melakukan pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) di Lantai 4, Gedung KONI, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat. Foto : KONI DKI Jakarta Viralterkini.id, Jakarta – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta mulai melakukan pendataan calon tim pelatihan daerah (Pelatda) sebagai bagian dari persiapan menuju PON NTT & NTB 2028.
Kegiatan ini berlangsung di Lantai 4 Gedung KONI DKI Jakarta, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat, dan melibatkan sekitar 700 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, dan asisten pelatih.
Pendataan dilakukan untuk mengumpulkan informasi menyeluruh terkait rekam jejak prestasi serta kondisi kesehatan para calon anggota Pelatda.
Langkah ini menjadi bagian awal dari proses seleksi dan pembinaan atlet yang akan diproyeksikan memperkuat DKI Jakarta pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang rencananya digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid, mengatakan pendataan ini menjadi fondasi penting dalam menentukan kualitas tim Pelatda ke depan.
Menurutnya, seluruh data yang dikumpulkan akan dianalisis secara komprehensif oleh Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
“Pendataan ini bertujuan untuk melihat jejak rekam atlet secara menyeluruh, baik dari sisi prestasi maupun kondisi fisik. Ini penting untuk menentukan arah pembinaan yang tepat,” ujar Hidayat Humaid dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan bahwa proses ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa atlet yang terpilih benar-benar memiliki kualitas dan kesiapan untuk bersaing di level nasional bahkan internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Hidayat juga mengingatkan seluruh atlet, pelatih, dan asisten pelatih agar tetap menjaga komitmen dalam mengharumkan nama DKI Jakarta. Ia menekankan bahwa target yang diemban pada PON 2028 bukanlah hal ringan.
“Target kita adalah juara umum. Ini adalah amanah besar dari Gubernur dan DPRD. Dengan kekompakan tim dan kerja keras, kami optimistis target tersebut bisa tercapai,” kata Hidayat.
Sebagai profesor di bidang olahraga, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mencapai prestasi.
Menurutnya, keberhasilan olahraga tidak hanya menjadi tanggung jawab KONI semata, melainkan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
“Kami terus membangun sinergi dengan semua pihak. Prestasi tidak bisa diraih sendiri, harus ada kerja sama yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas, menjelaskan bahwa kegiatan pendataan ini berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 7–10 April 2026. Untuk memaksimalkan proses, pendataan dibagi menjadi dua sesi setiap harinya.
“Sesi pertama dimulai pukul 10.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00 WIB. Setelah pendataan selesai, akan dilakukan verifikasi data, kemudian dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS),” jelas Fatchul Anas.
Ia menambahkan bahwa proses pendataan ini merupakan tahap awal dalam rangkaian panjang persiapan menuju PON 2028.
Setelah verifikasi, KONI DKI Jakarta akan terus melakukan analisis dan evaluasi secara berkala guna memastikan kualitas atlet yang dipilih.
“Ini bukan yang pertama dan tidak akan berhenti di sini. Evaluasi akan terus dilakukan agar kita mendapatkan atlet terbaik yang siap bersaing,” ujarnya.
Pendataan ini juga menjadi indikator keseriusan KONI DKI Jakarta dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang berbasis data.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan setiap keputusan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan prestasi.
Selain itu, langkah ini juga mencerminkan komitmen KONI DKI Jakarta dalam menjaga tradisi prestasi di ajang PON.
Sebagai salah satu provinsi dengan rekam jejak kuat, DKI Jakarta dituntut untuk terus mempertahankan bahkan meningkatkan pencapaiannya.
Melalui pendataan yang sistematis dan terukur, KONI DKI Jakarta berharap dapat membentuk tim Pelatda yang solid dan kompetitif.
Dengan dukungan semua pihak, target meraih gelar juara umum pada PON 2028 di NTT dan NTB diharapkan dapat terwujud.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum awal bagi para atlet untuk menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Dengan persiapan matang sejak dini, DKI Jakarta berupaya memastikan posisinya tetap sebagai salah satu kekuatan utama dalam olahraga nasional. (agf/ma)