x Pulau Seribu Asri

Dituding Dalang Aduan ke FIFA, Erick Thohir Buka Suara

waktu baca 4 menit
Sabtu, 21 Feb 2026 01:58 17 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir membantah tudingan media Malaysia yang menyebut dirinya sebagai pihak di balik laporan ke FIFA terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi pemain tim nasional Malaysia.

Erick menegaskan tidak pernah terlibat dalam proses pelaporan tersebut. “Itu tidak benar,” kata Erick kepada wartawan di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Tudingan itu pertama kali mencuat pada pertengahan Februari 2026 melalui laporan media Malaysia, MyNewsHub, yang memuat artikel berjudul “Erick Thohir Dalang Utama Yang Membuat Aduan kepada FIFA”.

Dalam artikel tersebut, Erick disebut sebagai sosok utama yang berada di balik aduan terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Media tersebut mengklaim memperoleh informasi dari sumber anonim di Amerika Latin yang disebut memiliki kedekatan dengan FIFA.

Disebutkan bahwa Erick memerintahkan pihak tertentu untuk mengumpulkan dokumen dan mengajukan laporan secara tidak langsung melalui Vietnam.

Artikel itu menulis bahwa Vietnam yang secara resmi mengajukan komplain, tetapi dokumen disebut berasal dari pihak yang dituduhkan sebagai utusan Erick.

Tudingan tersebut bahkan menyebut adanya motif kekhawatiran Indonesia terhadap kebangkitan performa tim nasional Malaysia serta pengaruh tokoh sepak bola setempat.

Menanggapi hal itu, Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menegaskan Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk menghambat kemajuan sepak bola negara lain.

“Saya tidak pernah ikut campur urusan seperti itu. Kita justru membutuhkan persaingan yang sehat di Asia Tenggara dan Asia. Jadi saya mohon maaf, kelasnya enggak di situ,” ujarnya.

Erick menekankan bahwa fokus Indonesia saat ini adalah meningkatkan kualitas sepak bola nasional agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Menurut dia, persaingan regional justru dibutuhkan untuk mendorong peningkatan performa tim nasional.

“Kalau sepak bola kita tidak meningkat, ya tentu kita akan terus kalah dari Eropa atau Amerika Latin. Jadi yang harus kita lakukan adalah memperkuat diri sendiri,” kata Erick.

Ia juga berharap negara-negara Asia dapat memainkan peran yang lebih besar dalam kompetisi global. Erick menilai peningkatan kualitas kompetisi di kawasan akan berdampak positif bagi seluruh federasi anggota.

“Kita lihat nanti apakah negara-negara Asia di pertandingan ke depan sudah membangun peran yang lebih besar,” ucapnya.

Kasus yang menjadi latar belakang tudingan tersebut berkaitan dengan dugaan skandal pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain asing yang memperkuat tim nasional Malaysia, Harimau Malaya.

Berdasarkan hasil penyelidikan FIFA, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) disebut menggunakan dokumen yang tidak sah untuk membuktikan garis keturunan sejumlah pemain.

Dokumen yang dipermasalahkan antara lain sertifikat kelahiran kakek atau nenek yang diduga diubah guna memenuhi syarat naturalisasi berdasarkan keturunan. Temuan itu kemudian berujung pada sanksi dari FIFA terhadap FAM dan sejumlah pemain yang terlibat.

Beberapa nama pemain yang disebut dalam kasus tersebut antara lain Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.

FIFA menjatuhkan sanksi berupa larangan bermain bagi pemain terkait serta potensi pengurangan poin bagi federasi.

Sanksi tersebut memicu sorotan luas di kawasan Asia Tenggara, mengingat dampaknya terhadap peta persaingan regional.

Erick menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk memanfaatkan situasi tersebut. Ia kembali menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan sepak bola.

“Kita ingin membangun sepak bola Indonesia dengan cara yang benar. Persaingan harus fair. Kalau ada masalah di negara lain, itu urusan mereka dengan federasi internasional,” katanya.

Menurut Erick, polemik ini seharusnya tidak mengganggu hubungan antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Ia berharap kompetisi tetap berjalan dalam semangat sportivitas dan saling menghormati.

Di tengah isu yang berkembang, PSSI juga belum mengeluarkan pernyataan resmi tambahan selain klarifikasi dari Erick.

Namun, sikap tegas Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI tersebut menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak terlibat dalam proses pelaporan kasus naturalisasi Malaysia ke FIFA.

Erick menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh pihak untuk fokus pada pengembangan sepak bola nasional masing-masing.

Ia menilai, peningkatan kualitas kompetisi domestik dan pembinaan usia muda jauh lebih penting dibanding polemik yang tidak berdasar.

Dengan bantahan resmi tersebut, Erick berharap isu yang berkembang tidak semakin melebar dan mengganggu konsentrasi tim nasional Indonesia dalam menghadapi agenda kompetisi mendatang. (ag/ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri