x Viralterkini

Empat Ton Garam Disemai di Langit Jabodetabek, BMKG Upayakan Tekan Polusi dan Panas Jakarta

waktu baca 3 menit
Minggu, 25 Okt 2026 10:07 24 Rainy Bintang

Viralterkini.id, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 21–25 Oktober 2026. Operasi ini ditujukan untuk membantu mengurangi polusi udara dan suhu panas yang berpotensi mengganggu rangkaian kegiatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hingga Jumat (23/10/2026), sebanyak 4.000 kilogram atau empat ton garam telah disemai melalui empat sorti penerbangan. Penyemaian menyasar awan di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk memicu hujan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, operasi tersebut merupakan bentuk kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam memitigasi bencana hidrometeorologi sekaligus mendukung pengendalian kualitas udara perkotaan.

“Terkhusus dalam aspek kualitas udara, BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah melakukan pertukaran data terkait parameter meteorologi dan kualitas udara,” ujar Faisal dalam keterangan resminya, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Faisal, masyarakat kini dapat mengakses data pemantauan dan prediksi kualitas udara, termasuk konsentrasi partikel halus PM2.5 untuk tiga hari ke depan, melalui aplikasi JAKI.

Sistem peringatan dini kualitas udara juga akan terus diperkuat. Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan, merespons risiko paparan polusi.

Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan bahwa hujan yang diupayakan melalui intervensi awan dapat membantu mengurangi sebagian partikel pencemar di atmosfer sekaligus meredakan suhu panas.

Namun, ia menekankan bahwa hasilnya dipengaruhi sejumlah faktor dan tidak selalu sama pada setiap kondisi.

“Hujan berpotensi membantu membersihkan sebagian partikel pencemar dari atmosfer, meskipun efektivitasnya bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar,” kata Seto.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan, penyemaian menggunakan bahan garam atau natrium klorida (NaCl). Operasi dilakukan dengan pesawat Cessna Caravan C208B bernomor registrasi PK-SNH yang berpangkalan di Posko Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Pada Jumat (23/10/2026), tim melaksanakan dua sorti penyemaian pada ketinggian 10.000–11.000 kaki. Penerbangan pertama menyasar Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor, sedangkan penerbangan kedua berfokus di wilayah Bogor.

“Pada Jumat (23/10/2026), dilaksanakan dua sorti penyemaian di ketinggian 10.000–11.000 kaki. Penerbangan pertama menyasar wilayah Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor. Sementara sorti kedua berfokus di area Bogor,” terang Budi.

BMKG melaporkan hujan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada sore hingga malam hari setelah penyemaian. Kondisi tersebut terpantau melalui citra radar dan laporan visual.

Meski demikian, terjadinya hujan belum dengan sendirinya menunjukkan besarnya penurunan polusi. Bahan keterangan yang disampaikan belum memuat angka perubahan konsentrasi pencemar maupun suhu udara setelah operasi.

BMKG menegaskan bahwa modifikasi cuaca merupakan langkah pendukung. Pengendalian emisi kendaraan bermotor dan industri tetap menjadi upaya utama untuk menangani sumber pencemaran udara. (rby)

5 Poin Penting

  1. OMC berlangsung pada 21–25 Oktober 2026. BMKG bersama BPBD DKI Jakarta mengupayakan hujan untuk membantu mengurangi polusi udara dan suhu panas.
  2. Empat ton garam telah disemai. Hingga 23 Oktober, penyemaian dilakukan melalui empat sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan dari Bandara Pondok Cabe.
  3. Penyemaian menjangkau Jakarta dan sekitarnya. Wilayah sasaran mencakup Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor. BMKG melaporkan hujan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur setelah penyemaian.
  4. Informasi kualitas udara tersedia di JAKI. Masyarakat dapat mengakses pemantauan serta prediksi PM2.5 untuk tiga hari ke depan.
  5. Modifikasi cuaca bukan solusi utama polusi. Efektivitas hujan dalam mengurangi pencemar bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik polutan; pengendalian emisi kendaraan serta industri tetap diperlukan.

VIRAL NETWORK

VIRAL TERBARU

LAINNYA
x Viralterkini