Menpora, Erick Thohir. Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong transparansi dalam pemilihan pemimpin organisasi kepemudaan untuk mencegah dualisme kepengurusan. Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak berujung pada kongres tandingan yang memecah persatuan pemuda.
Dorongan tersebut diperkuat melalui Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pelayanan Kepemudaan, yang menjadi bagian dari upaya penataan organisasi kepemudaan.
“Saya selalu sampaikan, dengan peraturan kementerian yang terbaru, kami mendorong proses pemilihan kepemimpinan organisasi kepemudaan berikut cabang-cabangnya bisa transparan dan juga memutuskan hasil yang terbaik,” kata Erick dalam preskon pada Selasa (13/10).
Menurut Erick, proses administrasi setelah kongres perlu dibuat lebih sederhana. Organisasi cukup menyampaikan hasil kongres kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk diverifikasi, tanpa harus melalui rangkaian birokrasi panjang dan kegiatan tambahan yang membebani biaya.

“Kami di Kemenpora sudah memiliki kesepakatan dengan Kementerian Hukum. Hasil kongres itu langsung didaftarkan, diregistrasikan. Insyaallah dengan mekanisme tersebut dualisme kepengurusan ini bisa kita terus kurangi,” ujarnya.
Erick berharap mekanisme tersebut dapat memperjelas proses pencatatan kepengurusan sekaligus mengurangi munculnya kepengurusan ganda. Transparansi sejak tahap pemilihan dinilai menjadi kunci agar hasil kongres dapat diterima oleh seluruh pihak.
Ia juga mengingatkan pihak yang tidak puas terhadap hasil pemilihan agar tidak membentuk kongres tandingan.
“Jadi jangan nanti ketika sudah ada pemilihan, ada lagi yang tidak puas lalu bikin kongres tambahan, ini tidak sehat,” tegasnya.
Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Oktober ini, Erick meminta organisasi kepemudaan menjaga persatuan. Semangat kebersamaan perlu menjadi landasan bagi organisasi untuk menjalankan perannya dalam pengembangan generasi muda.

Di sisi lain, Kemenpora terus menyiapkan program pemberdayaan dan pengembangan kemampuan pemuda. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat daya saing pemuda Indonesia di tingkat global.
“Mudah-mudahan program-program kepemudaan menjadi hal yang positif, meningkatkan kapabilitas para pemuda untuk masa depan. Karena tidak ada bangsa yang bisa membangun ketika organisasi kepemudaannya terpecah-pecah, ini yang harus kita kawal,” pungkas Erick. (ma)
5 Poin Penting:
- Pemilihan harus transparan. Erick Thohir mendorong keterbukaan pemilihan pemimpin organisasi kepemudaan untuk mencegah dualisme kepengurusan.
- Diperkuat Permenpora baru. Permenpora Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pelayanan Kepemudaan menjadi bagian dari upaya penataan organisasi.
- Administrasi disederhanakan. Hasil kongres disampaikan kepada Kemenpora untuk diverifikasi, dengan mekanisme pendaftaran yang dikoordinasikan bersama Kementerian Hukum.
- Hindari kongres tandingan. Ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan diharapkan tidak memicu perpecahan dan kepengurusan ganda.
- Persatuan mendukung pemberdayaan. Menjelang Hari Sumpah Pemuda, organisasi diminta tetap solid untuk mendukung peningkatan kemampuan dan daya saing pemuda.