x Pulau Seribu Asri

8 Ciri Kucing Rabies yang Harus Diwaspadai

waktu baca 3 menit
Kamis, 21 Mei 2026 07:45 23 Iskandar S.E

Viralterkini.id, Jakarta – Rabies menjadi salah satu penyakit paling berbahaya yang dapat menyerang hewan peliharaan, termasuk kucing. Penyakit yang disebabkan virus ini tidak hanya membahayakan hewan, tetapi juga dapat menular kepada manusia melalui gigitan maupun air liur.

Selama ini rabies lebih identik dengan anjing. Namun, kucing juga berisiko terinfeksi, terutama jika sering berinteraksi dengan hewan liar atau belum mendapatkan vaksin rabies.

Dilansir dari VCA Hospitals, infeksi rabies pada kucing umumnya berkembang dalam tiga tahap, yakni tahap prodromal, tahap amarah, dan tahap kelumpuhan. Pada tahap awal, kucing mengalami perubahan perilaku. Selanjutnya hewan menjadi agresif, hingga akhirnya mengalami kelumpuhan dan kematian.

Dokter hewan sekaligus praktisi kesehatan hewan, drh. Retno Wulandari, mengatakan rabies pada kucing perlu diwaspadai sejak muncul perubahan perilaku.

“Perubahan sifat yang mendadak pada kucing, terutama menjadi agresif dan mengeluarkan air liur berlebihan, harus segera diperiksakan ke dokter hewan,” ujarnya.

Berikut delapan ciri kucing rabies yang perlu dikenali:

1. Mengalami Pica

Kucing yang terinfeksi rabies dapat mengalami pica, yakni gangguan perilaku makan yang membuat hewan memakan benda bukan makanan seperti tanah, rambut, hingga kotoran.

Foto : Viralterkini.id/isk

Kondisi ini menjadi salah satu gejala awal yang cukup umum ditemukan pada hewan yang terpapar virus rabies.

2. Demam

Pada tahap awal infeksi, kucing biasanya mengalami demam. Kondisi ini muncul pada fase prodromal dan dapat berlangsung selama satu hingga dua hari.

Demam pada kucing rabies juga cenderung muncul lebih sering dibandingkan pada anjing.

3. Takut Air atau Hydrophobia

Meski kucing dikenal tidak terlalu menyukai air, rabies dapat membuat hewan menjadi sangat sensitif terhadap cairan.

Menurut Medi-Call, hydrophobia terjadi karena rasa nyeri saat menelan makanan maupun minuman.

4. Sering Kejang

Kejang menjadi tanda virus rabies mulai menyerang saraf dan otot kucing. Gejala ini biasanya muncul ketika infeksi memasuki tahap kedua atau fase amarah.

Gangguan saraf perifer, sensorik, dan motorik membuat tubuh kucing kehilangan kontrol gerak secara perlahan.

5. Sulit Menelan Makanan

Rabies juga menyebabkan kucing kesulitan menelan makanan dan minuman. Kondisi ini membuat nafsu makan menurun drastis.

Gejala tersebut sering disertai rasa nyeri di area tenggorokan akibat gangguan saraf.

6. Menjadi Agresif

Perubahan perilaku menjadi salah satu tanda paling mudah dikenali. Kucing yang biasanya jinak bisa berubah agresif, mudah marah, dan menyerang secara tiba-tiba.

Foto : Viralterkini.id/isk

“Rabies membuat sistem saraf terganggu sehingga perilaku hewan berubah drastis dan sulit dikendalikan,” kata drh. Retno.

7. Air Liur Berlebihan

Kucing rabies umumnya mengeluarkan air liur berlebihan atau terus berliur. Kondisi ini perlu diwaspadai karena air liur menjadi media utama penularan virus rabies ke hewan lain maupun manusia.

8. Mengalami Kelumpuhan

Pada tahap akhir, kucing akan mengalami kelumpuhan. Kondisi ini biasanya terjadi beberapa hari setelah gejala awal muncul.

Foto : Viralterkini.id/isk

Setelah lumpuh, kucing dapat kehilangan kesadaran, koma, hingga akhirnya meninggal dunia.

Rabies merupakan penyakit mematikan yang dapat dicegah melalui vaksinasi rutin. Pemilik hewan peliharaan juga diminta segera membawa kucing ke dokter hewan apabila menemukan gejala mencurigakan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri