x Pulau Seribu Asri

Legislator PAN Desak Perry Warjiyo Mundur Usai Rupiah Tembus Rp17.668 per Dolar AS

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Mei 2026 09:51 21 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN, Primus Yustisio, mendesak Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, untuk mundur dari jabatannya menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang terus merosot hingga menyentuh Rp17.668 per dolar Amerika Serikat.

Desakan tersebut disampaikan Primus dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026). Ia menilai langkah mundur bukanlah bentuk penghinaan, melainkan sikap ksatria dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini.

“Pak Perry yang saya hormati, kadang-kadang kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan. Mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salahnya,” ujar Primus dalam rapat tersebut.

Menurut Primus, anjloknya nilai tukar rupiah di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen merupakan sebuah anomali. Ia mempertanyakan efektivitas kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas mata uang nasional.

“Apa yang terjadi sekarang, yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia, itu anomali. Pertumbuhan ekonomi kita 5,61 persen, tetapi nilai tukar rupiah kita jeblok, bahkan sekarang ada di level rekor terendah terhadap dolar,” tegasnya.

Politikus PAN itu juga menyoroti pelemahan rupiah terhadap sejumlah mata uang asing lainnya, seperti dolar Singapura, ringgit Malaysia, dolar Australia, hingga euro.

“Kalau dibandingkan dengan dolar AS, sekarang selalu perbandingannya dengan dolar. Tapi faktanya, ini terhadap semua mata uang. Kita melemah terhadap Singapura, Australia, ringgit, riyal, apalagi euro,” katanya.

Primus menilai kondisi tersebut menunjukkan menurunnya kredibilitas Bank Indonesia di mata publik. Ia meminta Perry Warjiyo berani mengambil tanggung jawab atas pelemahan rupiah yang terjadi.

“Bank Indonesia sudah mengenyampingkan kredibilitasnya. Dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia harus gentleman. Harus berani melawan, ada apa ini? Kenapa ini?” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hanif Dakiri, turut menyoroti kondisi rupiah yang dinilai tidak sejalan dengan klaim stabilitas ekonomi yang disampaikan Bank Indonesia.

Menurut Hanif, masyarakat merasakan langsung tekanan ekonomi akibat melemahnya rupiah, mulai dari naiknya harga kebutuhan pokok hingga perlambatan ekonomi riil.

“Masyarakat melihat rupiahnya tertekan, kemudian harga kebutuhan menjadi mahal, kemudian ekonomi riil juga jalannya agak tersendat,” kata Hanif.

Ia juga mempertanyakan definisi “stabil” yang selama ini digunakan Bank Indonesia terkait nilai tukar rupiah.

“Kita minta penjelasan Bapak, definisi stabil menurut BI itu apa? Kalau persepsi publik kan rupiahnya melemah terus,” tutur politikus PKB tersebut. (ma)

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri