x Pulau Seribu Asri

Selalu Tidur 8 Jam Tapi Bangun Tidur Tetap Capek? Ini Penjelasannya!

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 10:54 57 Rainy Bintang

Viralterkini.id—Pernah bangun pagi setelah tidur 8 jam tapi masih capek? Kamu nggak salah!. Ternyata tidur panjang aja belum cukup. Tubuh kadang nggak bisa sepenuhnya “reset” karena berbagai faktor, mulai dari otak yang belum tenang sampai gangguan jam biologis.

Mengapa 8 Jam Tidak Selalu Efektif?

Peneliti tidur menemukan pola menarik! Waktu di slow-wave sleep, tahap tidur yang penting untuk perbaikan sel dan metabolisme, sering lebih sedikit, meskipun total tidur normal. Artinya, walau terlihat tidur cukup lama, tubuh belum benar-benar pulih.

Banyak orang mengira masalahnya karena kebiasaan buruk, seperti terlalu seiring main HP atau kerja lembur. Tapi, menurut Orfeu Buxton, peneliti tidur di Pennsylvania State University, otak kita kadang tidak mendapat sinyal hormon dan saraf yang memberi tahu tubuh “aman untuk istirahat”.

Cortisol belum menurun, sistem parasimpatis belum aktif, dan jam biologis belum sepenuhnya masuk “mode malam”.

Digital Life Membuat Otak Tetap Aktif

Stanford psychiatrist Anna Lembke menjelaskan, stimulasi digital bikin sistem reward otak terus mencari “lagi dan lagi”. Jadi, meski layar dimatikan, otak tetap gelisah.

Studi 2025 menunjukkan bahwa kecanduan smartphone berkorelasi dengan kualitas tidur yang buruk dan stress psikologis, bahkan bagi mereka yang menyediakan waktu tidur cukup.

Tubuh Butuh Sinyal “Hari Selesai”

Tubuh baru benar-benar pulih kalau otak berhenti mengecek tugas yang belum selesai. Kalau tidak, tubuh terlihat diam tapi pemulihan fisik tetap kurang optimal.

Penelitian menunjukkan, kadar cortisol malam menurun lebih lambat, detak jantung kurang bervariasi, dan otak tetap aktif di jaringan deteksi ancaman, bahkan tanpa rangsangan nyata.

Jam Biologis dan Ritme Sirkadian

Tidur bukan cuman soal lama, tapi juga kapan kamu tidur. Otak mengikuti jam biologis yang mengatur jendela tidur optimal. Tidur di luar jendela ini membuat tidur lebih dangkal dan kurang restoratif.

Fenomena ini disebut social jetlag: bangun pagi saar kerja, tidur malam molor saat weekend, lalu reset lagi. Tubuh jadi seperti “Terbang melawan waktu”.

Cara Meningkatkan Kualitas Tidur

  1. Tidur dan bangun di jam konsisten.
  2. Kurangi cahaya terang di malam hari, terutama layar gadget.
  3. Buat ritual jelas: matikan laptop, jauhi notifikasi, lampu redup.
  4. Biarkan otak merasakan “Hari sudah selesai”.

Jika konsisten, vigilance otak turun, sistem parasimpatis aktif, dan reward system otak dapat recalibrate (menyesuaikan kembali). Hasilnya, tidur lebih nyenyak, badan lebih pulih, dan energi lebih terasa saat bangun. (rby)

Sumber: Why eight hours of sleep may not be enough anymore | National Geographic

VIRAL NETWORK

INSTAGRAM

8 hours ago
8 hours ago
8 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri