truk-yang-mengangkut-sampah-dari-wilayah-bandung-raya-mengan-ya17 Viralterkini.id, Bandung — Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung memastikan penanganan sampah mulai kembali normal pada H+2 Lebaran atau Senin (23/3/2026). Aktivitas pengiriman sampah ke TPA Sarimukti kembali berjalan setelah sempat terhenti saat Hari H dan H+1.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menjelaskan bahwa pengangkutan sampah sudah aktif kembali sehingga penanganan di lapangan ikut membaik.
“H+2 kemarin kami sudah mulai mengirimkan lagi sampah ke Sarimukti. Alhamdulillah, penanganan di TPS-TPS dan di rute jalan sudah bisa berjalan kembali,” ujar Salman di Bandung, Selasa (24/3/2026).
Ia menambahkan, penutupan operasional TPA saat Lebaran menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik.
“Pada Hari H TPA tutup, kemudian H+1 bertepatan dengan hari Minggu sehingga tidak menerima kiriman sampah. Baru pada H+2 kami kembali mengirim ke Sarimukti,” jelasnya.
Untuk mempercepat penanganan, DLH mengerahkan 1.025 personel. Tim ini terdiri dari 619 petugas penyapu dan 406 petugas angkutan.
Selain itu, DLH juga mengoperasikan 134 unit armada. Armada tersebut meliputi 66 truk, 7 pikap, 57 motor sampah, 2 road sweeper, serta 2 alat berat.
Petugas memfokuskan pembersihan di 71 titik pantau yang tersebar di seluruh Kota Bandung. Kawasan dengan aktivitas tinggi seperti pusat kota, pasar, destinasi wisata, dan ruas jalan utama menjadi prioritas utama.
Di sisi lain, DLH juga memantau 66 titik strategis, termasuk kawasan Alun-Alun Bandung, Jalan Braga, Gasibu Bandung, dan Jalan Asia Afrika Bandung.
“Secara visual memang terlihat peningkatan sampah karena kunjungan wisatawan ke pusat kota cukup tinggi. Kawasan Asia Afrika dan Braga bahkan tetap ramai hingga malam,” kata Salman.
Meski demikian, DLH mengakui belum seluruh tempat penampungan sementara (TPS) bersih total. Keterbatasan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti masih membatasi percepatan penanganan.
“Memang belum seluruh TPS bersih, tetapi kami pastikan sampah tidak meluber ke jalan dan tidak mengganggu lalu lintas. Kami kendalikan agar tetap aman,” ujar Salman.
Untuk mengatasi titik rawan, DLH menurunkan tim taktis berjumlah 25 personel. Tim ini membawa dukungan armada lengkap untuk menangani lokasi dengan potensi penumpukan tinggi.
Selain pengangkutan, fasilitas pengolahan sampah juga mulai beroperasi kembali. TPST Babakan Siliwangi dan fasilitas di Gedebage Bandung sudah menerima sampah.
“Di Gedebage kami sudah menerima input hampir 8 ton. Ini menjadi sinyal positif karena pengolahan kembali berjalan,” ungkap Salman.
Pengelolaan di TPS 3R dan TPS berbasis masyarakat juga kembali aktif. Dengan demikian, beban pengangkutan ke TPA dapat berkurang secara bertahap.
Memasuki H+3 Lebaran, DLH menargetkan kondisi kebersihan semakin pulih. Sekitar 80–85 persen personel sudah kembali bekerja secara normal.
Selanjutnya, DLH akan menyisir titik-titik pembuangan liar yang muncul selama periode Lebaran.
“Kami akan menyisir lokasi yang tiba-tiba menjadi tempat pembuangan liar. Jika kami biarkan, titik tersebut bisa memicu penumpukan yang lebih besar,” tegas Salman.
DLH juga bekerja sama dengan aparat kewilayahan untuk menjaga kebersihan di kawasan wisata dan pusat aktivitas masyarakat.
DLH mencatat volume sampah pada malam takbiran mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton. Angka ini naik sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, penanganan sejak H-1 hingga H+2 berlangsung dengan intensitas tinggi. DLH mengawasi 263 titik pantau dengan dukungan 2.266 personel dan 423 armada.
Rinciannya, H-1 mencakup 66 titik dengan 926 personel, Hari H mencakup 17 titik dengan 200 personel, H+1 meningkat menjadi 108 titik dengan 445 personel, dan H+2 mencakup 71 titik dengan 1.025 personel.
Dengan kembalinya pengangkutan ke TPA, dukungan petugas kebersihan, serta optimalisasi fasilitas pengolahan, DLH optimistis kondisi kebersihan Kota Bandung akan terus membaik setelah perayaan Idulfitri. (**)

