Ilustrasi: Viralterkini.id Viralterkini.id – PT Pertamina Persero terus memantau perubahan kebijakan global, termasuk pelonggaran sanksi Amerika Serikat terhadap minyak Rusia, Iran, dan Venezuela. Perusahaan fokus menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika tersebut.
Head of Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan perusahaan tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
“Kami mengkaji setiap peluang pasokan, termasuk dari negara yang sebelumnya terkena sanksi. Kami tetap mengutamakan keamanan pasokan energi nasional,” ujar Baron di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Ia menjelaskan Pertamina menjalankan pengadaan minyak dengan pendekatan bisnis yang terukur.
“Kami mempertimbangkan aspek keekonomian, ketersediaan pasokan, dan kepatuhan terhadap regulasi dalam setiap pengadaan,” tambahnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memastikan perusahaan belum merencanakan pembelian minyak dari Rusia, Iran, atau Venezuela.
“Kami masih memantau dan mengevaluasi kebijakan yang berlaku, terutama terkait General License dari Amerika Serikat,” kata Roberth di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Anggota Dewan Energi Nasional, Kholid Syeirazi, mendorong pemerintah memanfaatkan peluang ini untuk memperluas sumber impor energi.
“Pelonggaran dari Amerika Serikat membuka momentum. Pemerintah bisa meningkatkan pasokan, termasuk dari Rusia yang harganya lebih ekonomis,” ujar Kholid di Rest Area KM 57 Tol Jakarta–Cikampek, Senin (16 Maret 2026).
Ia menilai banyak negara sebelumnya menghindari minyak Rusia karena takut terkena sanksi.
Pemerintah Amerika Serikat memberikan izin terbatas bagi pembeli untuk mengambil minyak Rusia yang sudah berada di laut. Kebijakan ini bertujuan menekan harga energi global.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan kebijakan ini bersifat sementara.
“Kami hanya mengizinkan minyak yang sudah dalam perjalanan. Kebijakan ini tidak memberi keuntungan besar bagi Rusia,” ujar Bessent dalam pernyataannya, Kamis (Maret 2026).
Ia juga membuka peluang pelonggaran untuk minyak Iran.
“Kami mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap minyak Iran yang sudah berada di laut dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.
Pemerintah AS juga mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap sektor minyak Venezuela. Langkah ini bertujuan meningkatkan produksi global dan menekan harga energi.
Kebijakan tersebut berpotensi mengubah peta perdagangan minyak dunia. Namun, Pertamina tetap memilih langkah hati-hati sambil memastikan pasokan energi nasional tetap aman. (**)