x Pulau Seribu Asri

Rusia Bantu Iran Lawan AS-Israel, Trump Kesal Saat Ditanya

waktu baca 4 menit
Minggu, 8 Mar 2026 22:17 101 Arthur

Viralterkini.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah muncul laporan bahwa Rusia membantu Iran menghadapi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Laporan tersebut memicu reaksi keras dari Presiden AS, Donald Trump, ketika seorang jurnalis menanyakan tanggapannya di Gedung Putih.

Sejumlah pejabat di Washington menyebut Moskow membantu Teheran secara tidak langsung dalam konflik tersebut. Bantuan itu diduga mencakup dukungan intelijen untuk membantu Iran mengidentifikasi aset militer Amerika, seperti kapal perang dan pesawat tempur.

Trump Kesal dengan Pertanyaan Jurnalis

Insiden terjadi ketika jurnalis Fox News, Peter Doocy, mengajukan pertanyaan kepada Trump mengenai laporan yang menyebut Rusia membantu Iran dalam perang di Timur Tengah.

Trump langsung menunjukkan kekesalannya terhadap pertanyaan tersebut. Ia menilai topik itu tidak relevan dengan agenda acara di Gedung Putih saat itu.

“Itu masalah yang mudah dibandingkan dengan apa yang sedang kita lakukan di sini,” kata Trump, Minggu (8/3/2026).

Presiden AS itu bahkan menyebut pertanyaan tersebut tidak tepat dilontarkan dalam situasi tersebut.

“Bolehkah saya jujur? Saya sangat menghormati Anda, Anda selalu sangat baik kepada saya. Tapi betapa bodohnya pertanyaan itu untuk diajukan saat ini. Kita sedang membicarakan hal lain,” ujar Trump.

Media AS Soroti Reaksi Trump

Komentar Trump memicu reaksi dari sejumlah tokoh media Amerika. Pembawa acara program MS NOW, Chris Hayes, menilai pertanyaan Doocy tetap relevan karena menyangkut konflik yang melibatkan militer Amerika.

Hayes bahkan menyindir reaksi Trump dengan nada satir.

“Anda bertanya kepada saya tentang perang? Tentang anggota layanan Amerika yang menjadi sasaran musuh ketika saya mencoba menyelesaikan portal transfer?” kata Hayes sambil mengejek sikap Trump.

Menurut Hayes, publik berhak mengetahui posisi pemerintah terkait laporan keterlibatan Rusia dalam konflik tersebut.

Gedung Putih Enggan Komentari Laporan Intelijen

Sejumlah pejabat pemerintahan Trump memilih meremehkan atau menolak memberikan tanggapan detail mengenai laporan yang muncul di media.

Laporan dari The Washington Post sebelumnya menyebut Rusia terlibat dalam upaya membantu Iran menemukan posisi aset militer AS, termasuk kapal perang dan pesawat tempur.

Namun Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menolak mengomentari informasi tersebut.

“Kami tidak berkomentar tentang laporan intelijen yang bocor ke pers,” kata Leavitt kepada Fox News.

Ia juga menegaskan bahwa kekuatan militer AS tetap mendominasi konflik.

“Terlepas dari apakah ini terjadi atau tidak, itu tidak terlalu penting karena Presiden Trump dan militer Amerika Serikat benar-benar menghancurkan rezim teroris Iran yang nakal,” ujarnya.

Pentagon Klaim Pantau Semua Ancaman

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengatakan militer Amerika terus memantau perkembangan intelijen terkait konflik dengan Iran.

Menurutnya, para komandan militer memiliki akses terhadap informasi strategis secara menyeluruh.

“Para komandan kami mengetahui semuanya. Kami memiliki intelijen terbaik di dunia. Kami tahu siapa berbicara dengan siapa, mengapa mereka berbicara, dan seberapa akurat informasi tersebut,” kata Hegseth dalam wawancara dengan program 60 Minutes.

Ketika wartawan menanyakan kemungkinan Trump membahas dugaan bantuan Rusia dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Hegseth menyoroti kemampuan diplomasi Trump.

“Presiden Trump memiliki hubungan unik dengan banyak pemimpin dunia. Ia bisa menyelesaikan hal-hal yang tidak pernah bisa dilakukan presiden lain, terutama Joe Biden,” ujarnya.

Konflik Iran-AS Berpotensi Meluas

Laporan mengenai dukungan Rusia menjadi indikasi terbaru bahwa konflik antara Iran, AS, dan Israel semakin melebar.

Selain melakukan serangan terhadap target Iran dan operasi di perairan internasional, AS juga menghadapi serangan balasan dari Teheran.

Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap Israel serta kepentingan militer AS di beberapa wilayah Timur Tengah. Salah satu serangan terjadi di pangkalan militer di Kuwait yang menewaskan enam tentara Amerika.

Trump juga mengakui bahwa pemerintahnya terus mengantisipasi kemungkinan serangan balasan lebih lanjut, termasuk ancaman terhadap wilayah Amerika.

“Kami memikirkannya sepanjang waktu. Kami merencanakannya,” kata Trump kepada majalah TIME.

Ia juga mengingatkan bahwa konflik bersenjata selalu membawa risiko besar.

“Seperti yang saya katakan, beberapa orang akan mati. Ketika Anda berperang, beberapa orang akan mati,” ujarnya. (**)

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri