x Pulau Seribu Asri

Ditinggal Tanpa Kabar, Janda Anak Tiga di Weda Tengah Bangkit Bersama Pemda Halteng

waktu baca 3 menit
Kamis, 5 Mar 2026 02:32 65 Dano

Wakil Bupati Halteng Ahlan Djumadil, saat menggunting pita sebagai simbol peresmian Rumah Layak Huni (RLH) bagi Ibu Rohani di Desa Woejerana, Weda Tengah, Rabu (04/02/2026).Foto: Supriansah Nurdin

Viralterkini.id, HALTENG – Di balik rimbunnya pepohonan Trans Kobe, Desa Woejerana, Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, tersimpan sebuah fragmen kehidupan tentang keteguhan hati. Adalah Rohani, seorang ibu berusia 33 tahun yang harus menelan kenyataan pahit: berjuang seorang diri menghidupi tiga buah hatinya setelah sang suami pergi tanpa kabar berita.

Rohani dikaruniai dua anak perempuan dan satu laki-laki kini menjadi satu-satunya pelita hati yang membuatnya tetap tegak berdiri di tengah badai ujian.

Sejak ditinggalkan tanpa pesan, Rohani memikul beban ganda sebagai ibu sekaligus kepala keluarga. Hari-harinya dihabiskan dengan peluh; melakoni pekerjaan rumah tangga hingga turun ke kebun demi mengais rezeki. Apa pun ia lakukan demi sepiring nasi bagi anak-anaknya. Meski penghasilan yang didapat sering kali tak seberapa, kasih sayangnya bagi ketiga permata hatinya tak pernah lekang oleh keadaan.

Ket. Foto: Kondisi rumah lama Rohani di Woejerana, Weda Tengah. Foto: Supriansah Nurdin

Sebelumnya, gubuk yang mereka diami jauh dari kata layak. Dinding papan yang mulai rapuh menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Namun, di tengah segala keterbatasan infrastruktur dan ekonomi, Rohani tak pernah membiarkan anak-anaknya kehilangan harapan.

Titik balik perjuangan itu tiba pada Rabu (04/02/2026). Suasana haru menyeruak saat Rohani terpilih sebagai penerima bantuan Rumah Layak Huni (RLH) dari Pemerintah Daerah Halmahera Tengah.

Kehadiran Wakil Bupati, Ahlan Djumadil, yang turun langsung menyerahkan kunci rumah, menambah kekhidmatan momen tersebut. Di ambang pintu rumah baru itu, sang Wakil Bupati menitipkan pesan yang menyentuh sanubari.

“Ibu Rohani, jangan biarkan anak-anak tidak sekolah, ya. Mereka harus sekolah. Pendidikan adalah kunci utama untuk masa depan mereka,” ucap Ahlan penuh penekanan.

Ket. Foto: Salah satu putri Ibu Rohani berpose dengan senyum ceria di depan kediaman baru mereka yang berdiri kokoh dengan dinding beton dan atap berwarna biru. Foto: Supriansah Nurdin

Kalimat sederhana itu bermakna sangat dalam bagi Rohani. Dengan suara bergetar dan mata yang berkaca-kaca, ia menumpahkan rasa syukur yang teramat dalam.

“Saya sangat bersyukur atas rumah ini. Bayangkan, saya seorang janda yang sempat kehilangan arah karena keterbatasan ekonomi sambil menghidupi tiga anak. Bantuan ini sangat luar biasa bagi kami. Terima kasih Pak Bupati dan Pak Wakil. Jangan bosan-bosan melihat kami, warga kecil ini,” tuturnya lirih, memecah keheningan.

Ket. Foto: Rumah Baru Rohani yang dibangun Pemda Halteng. Foto: Supriansah Nurdin

Kini, hunian itu telah berdiri kokoh. Dindingnya kuat, atapnya tak lagi bocor saat hujan menghujam, dan lantainya bersih mengilap. Untuk pertama kalinya, anak-anak Rohani memiliki ruang yang layak untuk belajar dan beristirahat. Tawa riang mereka kini kembali menggema di dalam rumah yang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan baru.

Meski sosok ayah telah lama menghilang dari garis hidup mereka, Rohani bertekad agar anak-anaknya tidak tumbuh dalam bayang-bayang kesedihan. Ia ingin mereka tumbuh besar dalam pelukan kasih sayang dan bekal pendidikan yang mumpuni.

Setiap pagi, ia membangunkan mereka dengan senyuman, menyajikan sarapan sederhana, lalu melepas mereka ke sekolah dengan iringan doa yang tak putus.

Di kediaman barunya, Rohani kerap termenung sejenak—bukan untuk meratapi masa lalu yang kelam, melainkan untuk mensyukuri mukjizat perjalanan hidupnya. Ia percaya, selama ia tetap kuat dan anak-anaknya tetap mengenyam bangku sekolah, masa depan akan membukakan jalan yang lebih cerah bagi mereka.

Rumah itu kini menjadi bukti nyata bahwa keberpihakan pemerintah dan keteguhan cinta seorang ibu adalah perpaduan yang mampu mengubah duka menjadi cahaya. (Dano)

Kumpulan Dokumentasi Kegiatan:

INSTAGRAM

15 hours ago
15 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri