x Pulau Seribu Asri

OJK Catat Investasi Asuransi dan Dana Pensiun Rp2.564 Triliun

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Mar 2026 02:51 25 Arthur

Viralterkini.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total investasi industri asuransi dan dana pensiun mencapai Rp2.564 triliun per Januari 2026. Angka tersebut mencakup investasi BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, Taspen, dan Asabri.

Mayoritas dana mengalir ke instrumen berisiko rendah, terutama Surat Berharga Negara (SBN), sebagai bentuk strategi investasi yang mengutamakan stabilitas.

OJK Tegaskan Prinsip Kehati-hatian dan Manajemen Risiko

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menjelaskan bahwa struktur investasi tersebut mencerminkan prinsip kehati-hatian, pengelolaan risiko, serta kesesuaian antara aset dan kewajiban jangka panjang.

“Perusahaan asuransi dan dana pensiun menyusun portofolio dengan memperhatikan risk management dan karakteristik kewajiban jangka panjang masing-masing lembaga,” kata Ogi dalam RDKB OJK edisi Maret 2026, Selasa (3/3/2026).

SBN Dominasi Portofolio Investasi

OJK mencatat penempatan dana terbesar berada pada SBN sebesar Rp1.404 triliun atau 54,79% dari total portofolio.

Selanjutnya, deposito dan instrumen sejenis mencapai Rp406 triliun atau 15,85%. Investasi saham berada di posisi berikutnya dengan nilai Rp249,17 triliun atau 9,72%.

Ogi menjelaskan bahwa batas maksimal investasi saham berkisar antara 20–50% dari total portofolio, tergantung karakteristik lembaga dan regulasi yang berlaku.

Aturan investasi BPJS mengacu pada Peraturan Pemerintah, sementara Taspen dan Asabri mengikuti Peraturan Menteri Keuangan. Adapun asuransi komersial dan dana pensiun mengacu pada Peraturan OJK.

Dana Pensiun Sukarela Tumbuh 7,61 Persen

Total investasi dana pensiun sukarela per Januari 2026 mencapai Rp399,27 triliun atau tumbuh 7,61% secara tahunan.

Komposisi investasi terdiri atas SBN sebesar Rp154,32 triliun (38,65%), deposito Rp109,94 triliun (27,04%), dan saham Rp22,53 triliun (5,64%).

Penempatan pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tercatat Rp2,92 triliun atau 0,73% dari total investasi.

Ogi menyebut penurunan porsi SRBI terjadi karena lembaga mengalihkan dana ke instrumen lain demi mengoptimalkan portofolio dan menjaga likuiditas, termasuk ke SBN dan deposito.

Imbal Hasil Cerminkan Strategi Konservatif

Dari sisi kinerja, return on investment (ROI) dana pensiun industri mencapai 8,17% per Desember 2025. Pada Januari 2026, ROI bulanan tercatat 0,30%.

Ogi menilai capaian tersebut menunjukkan strategi pengelolaan yang konservatif dan berorientasi pada pemenuhan kewajiban jangka panjang secara berkelanjutan.

Asuransi Komersial Fokus pada SBN dan Saham

Total investasi asuransi komersial mencapai Rp753,64 triliun. Portofolio utama terdiri dari SBN sebesar 41,08%, saham 17,57%, dan reksa dana 13,81%.

Asuransi jiwa menempatkan 42,07% dananya pada SBN serta 21,40% pada saham untuk mengoptimalkan imbal hasil jangka menengah dan panjang.

Sementara itu, asuransi umum dan reasuransi memilih strategi lebih konservatif karena kewajiban klaim yang bersifat jangka pendek.

OJK Serahkan Strategi Investasi ke Masing-masing Perusahaan

Ogi menegaskan OJK tidak mengarahkan perusahaan ke instrumen investasi tertentu. Setiap lembaga bebas menyusun portofolio sesuai profil risiko, durasi kewajiban, dan tingkat solvabilitas masing-masing.

“Prinsip utama yang kami dorong adalah diversifikasi sehat berdasarkan profil risiko, kewajiban, dan kecukupan modal setiap institusi,” tutup Ogi. (**)

INSTAGRAM

14 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
15 hours ago
15 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri