x Pulau Seribu Asri

Sosok Alex Noerdin: Jejak Pembangunan dan Dinamika Hukum Warnai Perjalanan Karier

waktu baca 3 menit
Kamis, 26 Feb 2026 15:28 47 M Ary K

Viralterkini.id – Alex Noerdin lahir pada 9 September 1951 dan meniti karier dari jalur birokrasi pemerintahan daerah sebelum akhirnya memasuki dunia politik elektoral. Perjalanan panjangnya membentuk sosok pemimpin dengan karakter tegas, ambisius, dan berorientasi pada pembangunan.

Namanya mulai dikenal luas saat menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin. Di masa inilah ia membangun reputasi sebagai kepala daerah dengan visi besar, berupaya membawa wilayahnya tampil lebih percaya diri di tingkat nasional. Kiprah tersebut menjadi batu loncatan menuju panggung politik yang lebih luas.

Pada 2008, ia terpilih sebagai Gubernur Sumatera Selatan dan kembali memenangkan pemilihan pada 2013. Ia memimpin hingga 2018, menjadikannya gubernur dua periode dengan jejak pembangunan yang cukup menonjol.

ALEX Noerdin_Foto ARY (3)
Alex Noerdin memantau langsung persiapan ajang internasional yakni Islamic Solidarity Games 2013. Foto : ARY

Pembangunan dan Asian Games 2018
Satu dekade kepemimpinannya ditandai proyek-proyek berskala besar, terutama di sektor infrastruktur dan olahraga. Momentum paling monumental terjadi ketika Palembang menjadi tuan rumah bersama Jakarta dalam ajang Asian Games 2018.

Perhelatan internasional itu mendorong percepatan pembangunan kawasan Jakabaring Sport City, peningkatan infrastruktur kota, hingga pembenahan fasilitas transportasi publik. Proyek strategis seperti LRT dan jalan tol menjadi bagian dari transformasi tersebut.

Dampak ekonomi terlihat dari pertumbuhan sektor perhotelan dan geliat investasi. Sumatera Selatan kala itu dinilai tampil lebih siap bersaing di level nasional maupun internasional.

Komitmen pada Olahraga dan Kebijakan Sosial
Di bidang olahraga, Alex dikenal memberi perhatian besar. Klub kebanggaan daerah, Sriwijaya FC, disebutnya dijaga dengan sepenuh hati sebagai bagian dari komitmen membangun prestasi olahraga Sumsel.

Selain infrastruktur fisik, ia juga menyoroti kebijakan sosial yang dirintis pada masa kepemimpinannya. Program berobat gratis dan sekolah gratis disebut menjadi pelopor sebelum kemudian diadopsi secara lebih luas di tingkat nasional. Baginya, pembangunan bukan hanya soal bangunan, tetapi juga akses dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi para pendukungnya, Alex bukan hanya pemimpin yang ambisius, tetapi juga tulus dalam memperjuangkan kemajuan olahraga dan daerahnya.

sRIWIJAYA fc (2)
Bersama dan berkomitmen terhadap Sriwijaya FC dan akhirnya menjuarai ISL pada tahun 2012. Foto : Ary- PT Liga Indonesia

Ujian Hukum di Akhir Karier
Namun, pembangunan berskala besar membawa risiko tata kelola yang kompleks. Di penghujung karier politiknya, Alex menghadapi proses hukum terkait sejumlah proyek strategis daerah. Ia divonis bersalah dalam perkara korupsi, termasuk yang berkaitan dengan pembangunan Masjid Sriwijaya dan kerja sama pengelolaan gas bumi melalui perusahaan daerah.

Pengadilan menjatuhkan hukuman pidana penjara dan menetapkannya sebagai terpidana. Fase ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya. Publik melihat sosok yang pernah berada di puncak kekuasaan daerah harus menjalani proses hukum panjang, menambah kompleksitas penilaian atas warisan kepemimpinannya.

Akhir Hayat dan Warisan Sejarah
Pada Februari 2026, kondisi kesehatannya dilaporkan menurun. Ia menjalani perawatan intensif di Jakarta sebelum meninggal dunia pada 25 Februari 2026 sekitar pukul 13.30 WIB. Jenazahnya dipulangkan ke Palembang dan dimakamkan di pemakaman keluarga di kawasan Kebun Bunga.

Kepergiannya memunculkan beragam respons. Sebagian masyarakat mengenang jasa pembangunan dan kebangkitan Sumatera Selatan di panggung internasional. Sebagian lainnya merefleksikan dinamika politik dan proses hukum yang menyertai akhir masa pengabdiannya.

Dalam sejarah Sumatera Selatan, nama Alex Noerdin akan tetap tercatat sebagai gubernur dua periode, tokoh di balik Asian Games 2018 di Palembang, penggerak pembangunan infrastruktur olahraga, sekaligus figur yang menghadapi ujian hukum di penghujung kariernya. Warisannya tidak hitam-putih, melainkan representasi dinamika politik daerah—antara ambisi pembangunan besar dan konsekuensi tata kelola pemerintahan. (ma)

sRIWIJAYA fc (1)
Sriwijaya FC menjuarai kasta tertinggi sepakbola Indonesia pada tahun 2012 yakni ISL (Indonesia Super League) 2012. Foto : Ary- PT Liga Indonesia
ALEX Noerdin_Foto ARY (2)
ALEX Noerdin. Foto : ARY
ALEX Noerdin_Foto ARY (4)
ALEX Noerdin. Foto : ARY
ALEX Noerdin_Foto ARY (1)
ALEX Noerdin. Foto : ARY

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

20 hours ago
20 hours ago
20 hours ago
20 hours ago
22 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri